GORONTALO - Pagi ini (5/6), warga Bone Bolango dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,8. Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di titik koordinat 0,18 Lintang Selatan dan 123,30 Bujur Timur, berjarak 81 kilometer tenggara Bone Bolango, dengan kedalaman 117 kilometer.
Kepala BMKG segera merilis pernyataan resmi untuk mengklarifikasi situasi. Pria yang diketahui menghadiri sebuah acara di Jakarta pada Jumat pagi itu menegaskan, berdasarkan parameter sumber gempa yang telah dianalisis, guncangan berkekuatan M5,8 ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan ini disampaikan sebagai upaya untuk meredakan kepanikan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir dan sekaligus mengonfirmasi kabar bahwa potensi bencana susulan tidak sebesar yang dikhawatirkan banyak pihak.
Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Dirasakan Hingga ke Maluku Utara
Meskipun dipastikan tidak berpotensi tsunami, gempa ini dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Data dari BMKG melalui peta guncangan (ShakeMap) menunjukkan tingkat intensitas gempa bervariasi, tergantung jarak dari pusat dan kondisi geologi setempat.
-
Skala III-IV MMI: Guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Luwuk, Sulawesi Tengah, serta Bone Bolango. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah, mirip seperti sensasi truk besar yang melintas, serta menyebabkan benda-benda ringan bergantung seperti lampu bergoyang.
-
Skala III MMI: Warga di Kota Gorontalo merasakan guncangan yang cukup signifikan.
-
Skala II MMI: Getaran yang lebih lemah juga dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, dan hingga wilayah Taliabu di Maluku Utara.
Respon Warga dan Kondisi Terkini
Getaran yang terjadi pada dini hari itu sontak membangunkan warga yang masih terlelap. Kesaksian warga setempat, seperti yang dihimpun dari berbagai laporan, menggambarkan kepanikan singkat namun meluas di beberapa titik.
-
Idrus (55), seorang warga dari Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, mengungkapkan bahwa guncangan sangat terasa hingga cukup mengkhawatirkan karena durasinya lebih dari satu menit. Kepanikan itu membuat ia dan istrinya memilih untuk segera keluar rumah.
-
Informasi lain juga menyebutkan bahwa di sejumlah titik di Gorontalo, warga yang terbangun oleh guncangan langsung berhamburan ke luar rumah. Operasi pemantauan dan evaluasi lapangan oleh tim gabungan terus dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Kondisi ini sejalan dengan analisis bahwa gempa berkedalaman menengah (sekitar 117-91 km) seperti ini umumnya memiliki energi yang cukup terserap sebelum mencapai permukaan, sehingga risiko kerusakan struktural pada bangunan lebih rendah dibandingkan dengan gempa dangkal berkekuatan sama.
Himbauan dan Tips Keselamatan
Menyikapi kejadian ini, BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Pastikan untuk selalu mengakses kanal informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
Untuk mengantisipasi guncangan susulan, berikut beberapa langkah keselamatan yang dapat dilakukan:
-
Waspada Sebelum Gempa: Kenali daerah sekitar tempat tinggal, apakah termasuk wilayah rawan gempa atau tidak. Selalu perhatikan letak pintu keluar darurat ketika berada di dalam gedung.
-
Saat Gempa Terjadi: Berusahalah untuk tenang dan jangan panik. Lindungi kepala, berlindunglah di bawah meja atau benda kokoh, serta jauhkan diri dari jendela kaca dan benda-benda yang mudah jatuh.
-
Pasca Gempa: Segera keluar menuju area terbuka setelah guncangan berhenti, dan waspadai potensi bangunan yang retak atau tidak stabil.
Sebagai informasi tambahan, wilayah Gorontalo secara geologis merupakan kawasan yang aktif secara tektonik. Hal ini karena berada di area pertemuan beberapa lempeng besar dunia serta keberadaan sejumlah sesar aktif di sekitar Teluk Tomini dan Sulawesi bagian utara. Kondisi inilah yang menjadikan kawasan ini rawan terhadap aktivitas gempa bumi.
Laporan Gempa Susulan (Gempa M5,6 di Pulau Puah)
Pada pukul 06.28.33 WIB atau 07.28.33 WITA (hanya berselang beberapa menit dari gempa utama), BMKG juga mencatat kejadian gempa tektonik lain berkekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa di Pulau Puah, Sulawesi Tengah. Gempa ini terletak di koordinat 0,18 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur, sekitar 70 kilometer timur laut Pulau Puah, dengan kedalaman 91 kilometer.
Hingga saat ini, status guncangan tersebut juga dipastikan tidak berpotensi tsunami. Namun, kejadian ini turut memperkuat imbauan bagi masyarakat di Sulawesi dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayahnya masing-masing.