Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Tanggamus, Getaran Terasa hingga Bandar Lampung

S Syakira Eliana 06 Jul 2026 0 dilihat 4 menit baca

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Senin (6/7/2026). Guncangan gempa turut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Pringsewu dan Kota Bandar Lampung, sehingga sempat memicu kepanikan warga yang sedang beraktivitas di rumah, perkantoran, maupun fasilitas umum.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di wilayah laut di sekitar Tanggamus. Meski berlokasi di perairan, getaran gempa menjalar ke sejumlah wilayah daratan dengan tingkat intensitas yang cukup dirasakan oleh masyarakat.

Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan selama beberapa detik. Getaran membuat benda-benda di dalam ruangan bergoyang sehingga sebagian masyarakat memilih keluar dari bangunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Di Kota Bandar Lampung, beberapa gedung perkantoran sempat melakukan evakuasi mandiri. Para pegawai yang sedang bekerja diarahkan menuju area terbuka dan titik kumpul sesuai prosedur keselamatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi risiko apabila terjadi guncangan lanjutan.

Salah seorang karyawan swasta di kawasan Telukbetung mengaku sempat panik ketika merasakan meja dan perangkat komputer di ruang kerjanya bergoyang. Menurutnya, para pegawai segera meninggalkan ruangan melalui tangga darurat setelah mendengar peringatan dari rekan kerja yang menyadari adanya gempa.

Selain di Bandar Lampung, laporan mengenai getaran juga datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus. Warga menyampaikan bahwa guncangan cukup terasa meskipun tidak berlangsung lama. Sebagian masyarakat memilih berada di luar rumah selama beberapa waktu hingga kondisi dinyatakan aman.

BMKG menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa bumi tektonik yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di zona subduksi. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi, termasuk situs web, media sosial resmi, maupun aplikasi InfoBMKG. Informasi resmi dinilai penting untuk menghindari penyebaran hoaks yang kerap muncul setelah terjadinya gempa bumi.

Selain itu, masyarakat diminta untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali memasuki rumah atau gedung. Apabila ditemukan retakan pada dinding, tiang penyangga, maupun bagian struktur lainnya yang berpotensi membahayakan, warga disarankan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang atau tenaga teknis terkait.

Hingga sore hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama BPBD kabupaten dan kota masih melakukan pemantauan serta pendataan di sejumlah lokasi terdampak. Tim juga berkoordinasi dengan aparat pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman pascagempa.

Berdasarkan laporan sementara, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Demikian pula dengan kerusakan bangunan, hingga kini masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan. Beberapa fasilitas umum dan kawasan permukiman menjadi fokus pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Tim BPBD juga melakukan pemantauan di wilayah pesisir sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan situasi tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti arahan petugas apabila sewaktu-waktu diperlukan tindakan evakuasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal penting yang perlu diterapkan oleh seluruh masyarakat, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat kerja.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengingatkan masyarakat agar memahami prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, seperti tidak menggunakan lift ketika melakukan evakuasi, melindungi kepala dari benda yang berpotensi jatuh, serta segera menuju area terbuka apabila situasi memungkinkan.

Masyarakat juga diharapkan tetap mengandalkan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas seismik di wilayah Lampung. Dengan kesiapsiagaan, koordinasi yang baik, serta penyampaian informasi yang akurat, diharapkan dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi dapat diminimalkan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Syakira Eliana

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Fenomena Supercell di Langit Senja, Mengapa Cuaca Ekstrem Terjadi Lebih Sering?

Fenomena Supercell di Langit Senja, Mengapa Cuaca Ekstrem Terjadi Lebih Sering?

Bekasi, 4 Juli 2026  - Pemandangan dramatis kembali terekam di langit sore hari ini. Fenomena awan Supercell  jenis badai petir yang paling terorganisir dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem—terlihat jelas, menciptakan latar yang memukau sekaligus menegangkan. Bagi para pengamat cuaca dan...

04 Jul 2026

Fenomena Astronomi Juli 2026, Puncak Hujan Meteor Delta Aquariid Hiasi Langit Pekan Ini

Fenomena Astronomi Juli 2026, Puncak Hujan Meteor Delta Aquariid Hiasi Langit Pekan Ini

Bekasi, 2 Juli 2026  - Para pencinta astronomi dan pengamat langit di Indonesia bersiaplah. Mulai pekan ini, salah satu fenomena alam tahunan yang paling dinanti, yaitu puncak Hujan Meteor Delta Aquariid , akan mulai memamerkan keindahannya di langit malam. Fenomena...

02 Jul 2026

CFD Rasuna Said Ditiadakan Demi Puncak Perayaan "Menuju 5 Abad Jakarta"

CFD Rasuna Said Ditiadakan Demi Puncak Perayaan "Menuju 5 Abad Jakarta"

Suasana berbeda terlihat di kawasan pusat ibu kota pada Minggu (28/6/2026). Sejak pagi hari, ribuan warga memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan M.H. Thamrin, hingga Sudirman untuk mengikuti puncak rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang...

28 Jun 2026

BNPB Imbau 26 Provinsi Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Waspada Banjir dan Gelombang Tinggi

BNPB Imbau 26 Provinsi Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Waspada Banjir dan Gelombang Tinggi

Jakarta  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan serius kepada pemerintah daerah di 26 provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini berlaku hingga Jumat (26/6) dan mencakup...

26 Jun 2026