JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Sidang Bersama DPR/DPD RI yang akan digelar pada 16 Agustus 2026, aparat keamanan mulai memperketat penjagaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Memasuki H-2 pada Jumat (14/8/2026), terpantau adanya pengerahan personel gabungan berskala besar dan penerapan sistem pengamanan berlapis di seluruh titik akses masuk menuju gedung wakil rakyat tersebut.
Peningkatan eskalasi pengamanan ini merupakan prosedur tetap (protap) kenegaraan tingkat tinggi, mengingat acara tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, jajaran menteri Kabinet, para pimpinan lembaga negara, mantan presiden dan wakil presiden, serta duta besar dari negara-negara sahabat.
Skema Pengamanan Tiga Ring
Berdasarkan pantauan di lapangan sejak Jumat pagi, aparat gabungan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah bersiaga di berbagai titik strategis. Pengamanan dibagi menjadi tiga zona atau ring.
Ring 1, yang meliputi area dalam Gedung Nusantara tempat berlangsungnya sidang, berada di bawah kendali penuh Paspampres. Ring 2, yang mencakup pelataran dan taman Kompleks Parlemen, dijaga ketat oleh pasukan gabungan TNI-Polri. Sementara itu, Ring 3 difokuskan pada pengamanan rute lalu lintas di luar area gedung, termasuk Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda.
Kapolda Metro Jaya dalam keterangan persnya pada Jumat siang menegaskan bahwa ribuan personel telah disebar untuk memastikan kelancaran acara kenegaraan ini. "Total ada sekitar 3.500 personel gabungan yang kami kerahkan. Kami ingin memastikan tidak ada celah keamanan sedikit pun, mengingat Sidang Tahunan MPR adalah salah satu agenda kenegaraan paling krusial setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan," ujarnya.
Sterilisasi Gedung dan Pemanfaatan Teknologi
Selain pengerahan pasukan, sterilisasi area juga dilakukan secara intensif. Tim Penjinak Bom (Jibom) dari kesatuan Gegana Brimob Polri dan unit anjing pelacak (K-9) tampak menyisir seluruh sudut Gedung Nusantara, ruang transit tamu VVIP, hingga area parkir bawah tanah. Proses sterilisasi ini akan terus dilakukan secara berkala hingga hari pelaksanaan sidang.
Untuk memperkuat pengawasan, pihak Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI juga telah mengintegrasikan sistem keamanan gedung dengan teknologi pengenalan wajah (facial recognition) di setiap pintu masuk metal detektor. Seluruh tamu undangan, jurnalis, dan staf ahli diwajibkan menggunakan kartu identitas khusus ber-barcode yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI untuk bisa mengakses area tertentu.
Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar kawasan Senayan pada hari H pelaksanaan sidang, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.
"Kami telah menyiapkan skema pengalihan arus jika terjadi kepadatan di sekitar flyover Ladokgi, gerbang tol Senayan, maupun pintu belakang Kompleks Parlemen. Namun, pengalihan ini sifatnya situasional melihat eskalasi di lapangan. Kami mengimbau kepada masyarakat luas agar pada tanggal 16 Agustus pagi hingga siang hari, bisa mencari rute alternatif jika hendak melintas di sekitar kawasan Senayan," tambah Kapolda.
Sidang Tahunan MPR 2026 tahun ini diprediksi akan menjadi perhatian luas publik. Selain menjadi ajang penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara, Presiden juga dijadwalkan akan menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Mengingat tahun 2026 merupakan tahun transisi yang berbarengan dengan Pilkada Serentak serta kelanjutan pemindahan ibu kota ke IKN, arah kebijakan anggaran dan pesan persatuan yang akan disampaikan Kepala Negara sangat dinantikan oleh berbagai kalangan.