Harga sejumlah kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditas daging sapi dan cabai yang permintaannya meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat mulai mengeluhkan naiknya biaya kebutuhan rumah tangga menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Berdasarkan data pemantauan harga pangan nasional pada Sabtu, 24 Mei 2026, harga daging sapi kualitas I tercatat mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional. Di beberapa wilayah, harga daging sapi bahkan mendekati Rp150 ribu per kilogram akibat meningkatnya permintaan masyarakat untuk persiapan Iduladha.
Selain daging sapi, harga cabai rawit merah juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Di Jakarta, harga cabai rawit merah dilaporkan mencapai lebih dari Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu tingginya konsumsi rumah tangga dan terbatasnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca.
Kenaikan harga pangan menjelang Iduladha sebenarnya menjadi fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Permintaan masyarakat terhadap bahan pangan utama seperti daging sapi, ayam, cabai, bawang, hingga minyak goreng biasanya meningkat signifikan beberapa pekan sebelum perayaan berlangsung. Kondisi ini membuat harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik.
Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan lonjakan harga cabai dan daging terjadi karena meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Menurutnya, banyak konsumen mulai membeli bahan pangan lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi mendekati Iduladha.
“Biasanya dua minggu menjelang Iduladha permintaan memang meningkat cukup tinggi, terutama cabai dan daging,” ujarnya dalam keterangannya.
Tidak hanya cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lain juga mengalami kenaikan harga. Cabai merah keriting berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram, sementara cabai merah besar menyentuh angka sekitar Rp61 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional. Harga bawang merah dan bawang putih juga ikut mengalami kenaikan meski tidak sebesar cabai.
Di sisi lain, harga ayam ras turut mengalami kenaikan tipis. Saat ini harga ayam berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung wilayah dan kualitas barang. Pedagang memperkirakan harga komoditas pangan masih berpotensi naik hingga mendekati Hari Raya Iduladha karena permintaan diprediksi terus meningkat.
Pemerintah daerah bersama Badan Pangan Nasional terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman. Pemerintah juga menyiapkan operasi pasar di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas harga agar tidak melonjak terlalu tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyebut faktor cuaca dan distribusi menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga cabai di pasaran. Produksi cabai dari beberapa daerah sentra disebut mengalami penurunan akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Selain faktor cuaca, distribusi logistik juga menjadi tantangan tersendiri. Kenaikan biaya transportasi dan tingginya kebutuhan distribusi menjelang hari besar keagamaan membuat harga barang di tingkat pasar ikut terdorong naik. Beberapa pedagang mengaku biaya pengiriman bahan pangan kini lebih mahal dibanding bulan sebelumnya.
Meski harga mengalami kenaikan, pemerintah memastikan stok pangan nasional masih dalam kondisi aman hingga Iduladha mendatang. Badan Pangan Nasional menyebut pasokan daging sapi, ayam, beras, dan cabai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode hari raya.
Pengamat ekonomi menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan distribusi dan memperbanyak operasi pasar agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Menurut mereka, stabilitas harga pangan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat menjelang hari raya.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak berbelanja dan tidak melakukan panic buying. Selain dapat memicu kelangkaan sementara, pembelian berlebihan juga berpotensi mempercepat kenaikan harga di pasaran. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang karena pasokan pangan dipastikan tersedia dan distribusi terus dijaga hingga perayaan Iduladha berlangsung.