Prancis dan Spanyol selalu menjadi dua destinasi favorit wisatawan Indonesia yang ingin merasakan pesona Eropa—mulai dari Menara Eiffel dan Louvre di Paris, hingga arsitektur Gaudí dan pantai-pantai Mediterania di Spanyol. Namun, sebelum memesan tiket, penting untuk mengetahui kondisi keamanan terkini di kedua negara ini, karena situasinya sedang tidak biasa pada musim panas 2026.
Sejak akhir Mei 2026, gelombang panas ekstrem melanda puluhan negara di Eropa, termasuk Prancis dan Spanyol. Cuaca panas berkepanjangan disertai kekeringan dan angin kencang memicu kebakaran hutan besar-besaran yang oleh Presiden Emmanuel Macron disebut sebagai yang terburuk sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Di Prancis, wilayah yang paling terdampak adalah Gironde dan Landes di barat daya negara itu, termasuk kawasan wisata populer Semenanjung Cap Ferret di pesisir Atlantik. Api bahkan sempat mendekati Bordeaux, kota yang menjadi simpul transportasi penting bagi wisatawan menuju pantai. Ribuan warga dan turis harus dievakuasi, sebagian bahkan menggunakan perahu untuk menjauh dari kobaran api. Otoritas setempat, termasuk kepala pemerintahan daerah Nouvelle-Aquitaine, secara terbuka meminta wisatawan untuk tidak berkunjung ke area yang terdampak.
Di Spanyol, kondisinya tak kalah serius. Pemerintah menetapkan status darurat nasional setelah kebakaran meluas ke wilayah sekitar Madrid dan Provinsi Ávila. Beberapa kota diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah demi keselamatan, dan Unit Darurat Militer Spanyol (UME) dikerahkan untuk membantu penanganan. Kebakaran yang lebih dulu terjadi di Provinsi Almería bahkan menewaskan belasan orang. Secara keseluruhan, lebih dari 300.000 orang di kedua negara telah mengungsi, dan Uni Eropa telah mengirim belasan pesawat serta helikopter pemadam untuk membantu upaya pemadaman.
Pemerintah Inggris memperbarui panduan perjalanannya untuk Spanyol menyusul situasi ini, meski belum ada larangan resmi untuk berkunjung ke Prancis maupun Spanyol secara keseluruhan. Wisatawan hanya diminta menghindari area yang benar-benar terdampak.
Kabar baiknya, kebakaran ini terkonsentrasi di wilayah tertentu—terutama pedesaan, hutan, dan area pegunungan—bukan di seluruh negeri. Kota-kota besar seperti Paris atau Barcelona secara langsung belum menjadi lokasi kebakaran, meski kualitas udara di beberapa area bisa terdampak asap. Yang perlu diwaspadai adalah:
Perubahan rute mendadak. Penutupan jalan bisa terjadi kapan saja di wilayah terdampak, dan evakuasi tambahan masih mungkin berlangsung.
Gangguan transportasi. Bandara atau stasiun di dekat area kebakaran berpotensi mengalami penundaan atau pembatalan.
Risiko musim panas Eropa. Otoritas Inggris mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan di Prancis memang cenderung tinggi selama April–Oktober, jadi ini bukan sepenuhnya kejadian luar biasa, meski skalanya tahun ini jauh lebih besar dari biasanya.
Di luar isu kebakaran, Prancis dan Spanyol tetap tergolong negara dengan sistem keamanan yang baik untuk wisatawan. Risiko yang paling umum dihadapi turis justru bukan kejahatan besar, melainkan hal-hal seperti pencopetan di kawasan wisata ramai, penipuan yang menyasar turis asing, dan sesekali aksi demonstrasi atau mogok kerja yang bisa mengganggu jadwal perjalanan. Prancis khususnya memiliki tingkat kewaspadaan terorisme yang tetap tinggi, dengan pemeriksaan identitas acak terutama di titik-titik perbatasan.
Singkatnya, Prancis dan Spanyol masih layak dikunjungi, asalkan Anda fleksibel dengan itinerary dan tetap memantau perkembangan situasi kebakaran hutan yang masih berlangsung hingga akhir Juli 2026 ini. Pilih destinasi kota besar yang belum terdampak, siapkan rencana cadangan, dan liburan Anda tetap bisa berjalan dengan aman dan menyenangkan.