KTT BRICS ke-18 di New Delhi Hasilkan Deklarasi Penting untuk Ekonomi Global

B Bella 16 Sep 2026 0 dilihat 4 menit baca

KTT BRICS Ke-18: Pilar Baru Tata Kelola Global

New Delhi, India – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS telah sukses diselenggarakan di New Delhi, India, pada tanggal 12 hingga 13 September 2026. Pertemuan puncak para pemimpin dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan ini menjadi sorotan utama dalam kalender geopolitik dan ekonomi global, dengan menghasilkan sebuah dokumen konsensus penting yang dikenal sebagai Deklarasi New Delhi. Deklarasi ini diharapkan menjadi peta jalan bagi kerja sama di antara negara-negara anggota dan kontribusi mereka terhadap tantangan global.

BRICS, yang mewakili sebagian besar populasi dunia dan kontributor signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global, terus menegaskan perannya sebagai platform penting bagi negara-negara berkembang dan ekonomi pasar. KTT kali ini menandai komitmen yang berkelanjutan untuk memperkuat kerja sama multidimensional, mulai dari isu ekonomi dan perdagangan hingga reformasi tata kelola global dan pembangunan berkelanjutan.

Memperkuat Kerja Sama Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Salah satu fokus utama KTT BRICS ke-18 adalah penguatan kerja sama ekonomi di tengah lanskap global yang terus berdinamika. Para pemimpin membahas berbagai strategi untuk meningkatkan perdagangan intra-BRICS, investasi, dan kolaborasi di sektor-sektor kunci. Diskusi mencakup upaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif, memfasilitasi aliran modal, dan mengurangi hambatan perdagangan. Isu-isu terkait mata uang lokal dalam transaksi perdagangan juga menjadi agenda penting, sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang dominan tertentu dan mempromosikan stabilitas ekonomi regional.

Selain itu, peran New Development Bank (NDB), atau yang sering disebut Bank BRICS, turut dibahas. NDB didirikan dengan tujuan memobilisasi sumber daya untuk proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara BRICS dan ekonomi berkembang lainnya. Dalam KTT ini, evaluasi terhadap kinerja NDB dan rencana pengembangannya di masa depan menjadi bagian integral dari agenda, menunjukkan komitmen BRICS terhadap solusi pembiayaan alternatif yang mendukung pertumbuhan inklusif.

Visi BRICS untuk Tata Kelola Global yang Inklusif

BRICS telah lama menyuarakan perlunya reformasi tata kelola global agar lebih representatif, adil, dan inklusif. Deklarasi New Delhi mencerminkan visi ini, dengan menekankan pentingnya multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional. Para pemimpin BRICS menyerukan reformasi institusi-institusi global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia, agar lebih mencerminkan realitas geopolitik dan ekonomi abad ke-21.

Topik-topik seperti perubahan iklim, keamanan pangan, dan energi juga menjadi bagian integral dari diskusi. BRICS menegaskan komitmennya terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, serta upaya kolektif untuk mengatasi tantangan lingkungan global. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kelompok ini tidak hanya berfokus pada kepentingan ekonomi internal, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi konstruktif terhadap isu-isu global yang mendesak.

India sebagai Tuan Rumah dan Signifikansi KTT

India, sebagai tuan rumah KTT ke-18, memainkan peran sentral dalam memfasilitasi diskusi dan mencapai konsensus. Dipilihnya New Delhi sebagai lokasi pertemuan menunjukkan pengakuan terhadap posisi India yang semakin menonjol dalam ekonomi global dan diplomasi internasional. Perdana Menteri India bersama dengan para pemimpin BRICS lainnya berkesempatan untuk mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela KTT, yang semakin mempererat hubungan antarmereka.

Signifikansi KTT ini tidak hanya terbatas pada negara-negara anggota. Hasil dan keputusan yang diambil di New Delhi akan diamati dengan seksama oleh komunitas internasional, terutama oleh negara-negara berkembang lainnya yang mencari model kerja sama alternatif dan suara yang lebih kuat di panggung global. BRICS terus menjadi katalisator bagi pergeseran kekuatan ekonomi dan geopolitik, menyoroti meningkatnya pengaruh ekonomi-ekonomi non-Barat.

Dampak dan Prospek ke Depan

Deklarasi New Delhi, sebagai hasil utama KTT, diharapkan dapat menjadi landasan bagi implementasi kebijakan dan proyek kerja sama di tahun-tahun mendatang. Meskipun BRICS seringkali menghadapi tantangan dalam menyelaraskan kepentingan beragam anggotanya, KTT ke-18 ini menunjukkan kemampuan kelompok tersebut untuk mencapai kesepahaman dan memproyeksikan suara kolektif dalam isu-isu penting.

Prospek BRICS ke depan tetap menjadi topik diskusi hangat. Potensi perluasan anggota, yang telah beberapa kali disinggung dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, mungkin akan terus menjadi agenda di masa mendatang, mencerminkan minat yang berkembang dari negara-negara lain untuk bergabung dengan blok ekonomi ini. Semakin banyak negara yang menunjukkan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam kerangka kerja BRICS, menunjukkan daya tarik kelompok ini sebagai platform yang kuat untuk kerja sama Selatan-Selatan.

Indonesia dan Dinamika BRICS

Sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota aktif dalam berbagai forum multilateral, Indonesia senantiasa memantau perkembangan di BRICS. Meskipun Indonesia bukan anggota BRICS, Jakarta memiliki kepentingan strategis dalam mengamati dinamika kelompok ini, terutama terkait dampaknya terhadap ekonomi global, perdagangan internasional, dan stabilitas geopolitik. Kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif menekankan pentingnya kerja sama multilateral dan mencari keseimbangan dalam hubungan internasional.

Perkembangan di BRICS dapat memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia dalam upaya memperkuat posisi ekonomi dan diplomasi di tingkat global. Analisis terhadap Deklarasi New Delhi dan implementasinya akan menjadi informasi penting bagi para pembuat kebijakan di Indonesia untuk menyusun strategi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan tatanan dunia.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
B

Ditulis oleh

Bella

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait