Jayden Oosterwolde Gagal Gabung AS Roma, Cedera Bikin Tak Lolos Tes Medis

A Aryatio 30 Agu 2026 0 dilihat 5 menit baca

JAKARTA — Rencana kepindahan pemain keturunan Indonesia Jayden Oosterwolde ke klub Serie A, AS Roma, akhirnya batal. Bek milik Fenerbahçe tersebut gagal menyelesaikan proses transfer setelah hasil pemeriksaan medis membuat klub asal Italia itu khawatir dengan kondisi cederanya.

Oosterwolde sebelumnya sudah berada di Roma untuk menjalani rangkaian tes medis sebagai bagian dari proses kepindahan ke klub berjuluk Giallorossi tersebut. Transfer yang semula hampir rampung kemudian berubah setelah tim medis Roma melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi fisik sang pemain.

Laporan Football Italia yang mengutip Sky Sport Italia menyebutkan bahwa Roma akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan transfer Oosterwolde. Pemain berusia 25 tahun itu pun harus kembali ke Fenerbahçe. Kekhawatiran utama Roma berkaitan dengan cedera paha yang membuat Oosterwolde belum bermain sejak awal Agustus.

Transfer Jayden Oosterwolde ke Roma Berubah Setelah Tes Medis

Sebelum transfer batal, Roma dan Fenerbahçe sebenarnya telah mencapai kesepakatan mengenai skema kepindahan Oosterwolde.

Bek yang dapat bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah tersebut direncanakan bergabung dengan Roma melalui status pinjaman. Kesepakatan awal disebut bernilai sekitar 1 juta euro untuk biaya peminjaman, dengan opsi pembelian permanen senilai 15 juta euro ditambah bonus. Dalam kondisi tertentu, opsi tersebut dapat berubah menjadi kewajiban membeli.

Oosterwolde kemudian terbang ke Italia untuk menjalani pemeriksaan medis. Pada tahap awal, proses pemeriksaan belum langsung menunjukkan bahwa transfer akan dibatalkan. Roma justru meminta pemeriksaan tambahan agar dapat mengetahui secara lebih detail kondisi cedera yang sedang dialami sang pemain.

Media Italia Corriere dello Sport melaporkan bahwa Oosterwolde mengalami masalah otot setelah cedera yang dialaminya pada 5 Agustus saat memperkuat Fenerbahçe dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions. Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sebelum Roma mengambil keputusan akhir terkait transfer.

Namun, hasil pemeriksaan lanjutan membuat Roma memiliki kekhawatiran lebih besar mengenai waktu pemulihan sang pemain.

Roma Khawatir Oosterwolde Absen Lebih Lama

Cedera menjadi faktor utama yang membuat proses transfer Oosterwolde berubah. Roma awalnya memperkirakan pemain tersebut dapat kembali bermain dalam waktu relatif dekat. Namun, hasil pemeriksaan medis membuat klub perlu mempertimbangkan kemungkinan absennya Oosterwolde dalam waktu yang lebih panjang.

Football Italia melaporkan bahwa Roma khawatir Oosterwolde belum dapat bermain selama setidaknya dua bulan. Kondisi tersebut membuat klub Italia tersebut tidak ingin mengambil risiko dengan melanjutkan kesepakatan awal.

Situasi tersebut cukup mengejutkan karena Oosterwolde sebelumnya sudah semakin dekat dengan kepindahan ke Serie A. Bahkan, sang pemain sempat tiba di Roma dan menjalani pemeriksaan kesehatan yang menjadi salah satu tahap terakhir sebelum transfer diresmikan.

Roma kemudian mencoba mengubah skema kesepakatan dengan Fenerbahçe. Salah satu opsi yang muncul adalah mengubah kesepakatan menjadi peminjaman tanpa biaya. Langkah tersebut dilakukan karena Roma ingin mengurangi risiko finansial akibat kondisi cedera sang pemain.

Namun, perubahan syarat tersebut tidak menghasilkan kesepakatan baru. Pada akhirnya, transfer Oosterwolde ke Roma batal dan sang pemain kembali ke Fenerbahçe.

Cedera Jadi Penghalang Kepindahan ke Liga Italia

Bagi Oosterwolde, kegagalan transfer ini menjadi pukulan tersendiri. Kepindahan ke Roma sebenarnya dapat menjadi kesempatan besar untuk melanjutkan karier di salah satu liga top Eropa.

Roma sendiri membutuhkan tambahan pemain di sektor pertahanan. Fleksibilitas Oosterwolde menjadi salah satu alasan pemain tersebut masuk dalam radar klub. Ia dapat dimainkan di posisi bek kiri maupun sebagai bek tengah sehingga dianggap dapat memberikan pilihan tambahan bagi pelatih Roma.

Akan tetapi, kondisi fisik menjadi pertimbangan penting bagi klub sebelum menyelesaikan transfer. Dalam kasus Oosterwolde, pemeriksaan medis memberikan gambaran yang membuat Roma harus melakukan evaluasi ulang.

Media Italia sebelumnya juga melaporkan bahwa pemeriksaan Oosterwolde berlangsung lebih lama karena Roma ingin mendapatkan gambaran lengkap mengenai cedera yang dialaminya. Klub tidak ingin mengambil keputusan sebelum mengetahui secara jelas kondisi sang pemain dan estimasi waktu pemulihannya.

Oosterwolde Kembali ke Fenerbahçe

Setelah kesepakatan dengan Roma tidak menemukan titik temu, Oosterwolde akhirnya kembali ke Turki untuk melanjutkan proses pemulihan bersama Fenerbahçe.

Kondisi tersebut membuat masa depan Oosterwolde untuk sementara kembali terikat dengan klub Turki tersebut. Ia masih memiliki kontrak bersama Fenerbahçe dan kemungkinan akan kembali menjadi bagian dari skuad setelah kondisinya pulih.

Laporan mengenai durasi pemulihan memang bervariasi. Beberapa laporan menyebut Oosterwolde berpotensi absen hingga sekitar dua bulan, sementara laporan lain memperkirakan ia baru bisa kembali bermain sekitar Desember atau Januari apabila kondisi cederanya membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, estimasi tersebut masih bergantung pada perkembangan pemulihan dan evaluasi medis berikutnya.

Dengan batalnya transfer tersebut, Oosterwolde harus kembali fokus pada proses pemulihan. Kesempatan bermain di Serie A yang sudah berada di depan mata akhirnya harus tertunda.

Perhatian Penggemar Indonesia

Nama Jayden Oosterwolde juga mendapat perhatian dari publik Indonesia karena dirinya memiliki darah keturunan Indonesia. Pemain kelahiran Belanda tersebut menjadi salah satu pemain yang kerap dikaitkan dengan sepak bola Indonesia.

Kegagalan transfer ke Roma membuat perjalanan karier Oosterwolde kembali menjadi sorotan. Apabila berhasil pindah ke Serie A, ia berpotensi mendapatkan pengalaman baru di kompetisi Italia sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain berdarah Indonesia yang berkarier di level tinggi Eropa.

Meski demikian, kondisi kesehatan tetap menjadi prioritas. Oosterwolde perlu memastikan cederanya pulih dengan baik sebelum kembali menjalani pertandingan kompetitif.

Batalnya transfer juga menunjukkan betapa pentingnya tes medis dalam sebuah proses kepindahan pemain. Kesepakatan antara klub belum tentu berakhir dengan transfer resmi apabila hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya risiko yang dianggap terlalu besar.

Bagi AS Roma, keputusan tersebut menjadi langkah untuk menghindari risiko jangka panjang. Sementara bagi Oosterwolde, fokus utama saat ini adalah pemulihan bersama Fenerbahçe.

Dengan demikian, Jayden Oosterwolde gagal bergabung dengan AS Roma setelah pemeriksaan medis menemukan persoalan terkait cedera paha atau otot yang membuat klub Italia tersebut mengkhawatirkan durasi pemulihannya. Transfer yang sebelumnya hampir selesai akhirnya batal, dan Oosterwolde harus kembali ke Fenerbahçe.

Kegagalan tersebut tentu menjadi kabar mengecewakan bagi sang pemain dan penggemar yang menantikan debutnya di Serie A. Namun, peluang untuk kembali mendapatkan tawaran dari klub lain masih terbuka apabila Oosterwolde mampu memulihkan kondisinya dan kembali menunjukkan performa terbaik di lapangan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Aryatio

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait