Jakarta, 8 Oktober 2026 — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran global terhadap potensi penyebaran penyakit menular, termasuk munculnya laporan kasus pneumonia misterius yang tengah menjadi perhatian dunia. Kemenkes menegaskan bahwa langkah paling efektif saat ini adalah penguatan pencegahan di tingkat keluarga dan komunitas, bukan kepanikan.
Menurut Kemenkes, PHBS bukan sekadar kampanye, melainkan fondasi utama kesehatan masyarakat. Masyarakat diminta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir pada momen-momen penting, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah membuang sampah, dan setelah beraktivitas di tempat umum. Jika sabun dan air tidak tersedia, hand sanitizer berbasis alkohol minimal 60 persen dapat digunakan. Kebiasaan sederhana ini terbukti menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan dan pencernaan secara signifikan.
Selain itu, Kemenkes mengingatkan pentingnya etika batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan bagian dalam, lalu buang tisu ke tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan. Bagi masyarakat yang sedang sakit, terutama dengan gejala demam, batuk, pilek, atau sesak napas, disarankan memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi interaksi di keramaian. Jika gejala memburuk, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini penting untuk memutus rantai penularan di rumah, tempat kerja, sekolah, dan transportasi umum.
Kemenkes juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi seimbang. Masyarakat diminta memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein, dan air putih, serta mengurangi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak. Istirahat cukup tujuh sampai delapan jam per hari, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, dan pengelolaan stres yang baik turut memperkuat sistem imun. Rokok dan alkohol harus dihindari karena dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Untuk kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta, perhatian harus lebih besar. Keluarga diminta memastikan imunisasi dasar lengkap, imunisasi rutin, serta vaksinasi tambahan sesuai anjuran dokter. Penderita diabetes, hipertensi, penyakit jantung, ginjal, dan paru diimbau rutin memeriksakan kondisi kesehatan serta tidak menghentikan obat tanpa konsultasi. Jika muncul gejala infeksi, kelompok ini perlu lebih cepat mendapatkan pertolongan medis.
Di sisi lain, Kemenkes memperkuat surveilans di pintu masuk negara. Kantor Kesehatan Pelabuhan bersama otoritas bandara, pelabuhan, dan lintas batas meningkatkan pemantauan pelaku perjalanan, terutama dari wilayah yang dilaporkan memiliki kasus penyakit menular. Pemeriksaan suhu tubuh, pengisian kartu kewaspadaan kesehatan, dan pemantauan gejala dilakukan secara selektif. Kemenkes juga berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia, pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium rujukan untuk memastikan deteksi dini serta respons cepat.
Kemenkes mengimbau pemerintah daerah mengaktifkan kembali posyandu, puskesmas, dan kader kesehatan untuk edukasi PHBS. Sekolah, tempat ibadah, pasar, terminal, dan kawasan wisata diminta menyediakan fasilitas cuci tangan, menjaga kebersihan toilet, serta meningkatkan sirkulasi udara. Pengelola gedung dan transportasi umum diharapkan rutin membersihkan permukaan yang sering disentuh. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang bekas agar tidak menjadi sarana berkembang biaknya vektor penyakit.
Kemenkes menegaskan bahwa informasi resmi hanya berasal dari kanal pemerintah. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada pesan berantai yang tidak jelas sumbernya dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu kepanikan. Hoaks kesehatan dapat menghambat upaya penanganan karena membuat masyarakat salah mengambil tindakan. Jika memiliki pertanyaan, masyarakat dapat menghubungi puskesmas, dinas kesehatan, atau hotline resmi Kemenkes.
Fasilitas kesehatan juga diminta menyiapkan kesiapsiagaan, mulai dari ketersediaan ruang isolasi, obat, alat pelindung diri, hingga alur rujukan yang jelas. Rumah sakit diharapkan memperkuat pengendalian infeksi dan memastikan tenaga kesehatan terlindungi. Kemenkes akan terus memperbarui perkembangan situasi dan memberikan rekomendasi sesuai bukti ilmiah. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada dan disiplin.
Dengan menerapkan PHBS secara konsisten, menjaga imunitas, dan mengikuti arahan resmi, risiko penularan penyakit menular dapat ditekan. Kemenkes mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan kesehatan sebagai tanggung jawab bersama. Pencegahan di tingkat individu, keluarga, dan komunitas adalah benteng pertama menghadapi ancaman penyakit, termasuk saat dunia dihadapkan pada kekhawatiran global. Mari mulai dari langkah kecil hari ini, cuci tangan, pakai masker bila sakit, makan bergizi, istirahat cukup, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala.