Surabaya - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) resmi meluncurkan sebuah terobosan strategis bernama Sports Intelligence sebagai pendekatan baru dalam pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga nasional. Gagasan yang digagas sejak tahun 2019 ini diperkenalkan melalui peluncuran buku berjudul Sports Intelligence yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Selasa (7/7/2026), dan secara resmi diumumkan kepada publik pada hari ini, Kamis (9/7/2026).
Acara peluncuran buku tersebut dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, serta insan olahraga dari berbagai penjuru tanah air. Momentum ini menjadi wadah bagi KONI untuk memperkenalkan pendekatan baru yang mengedepankan pemanfaatan data, informasi, dan teknologi dalam pembinaan atlet. Kehadiran Sports Intelligence menandai pergeseran paradigma dalam dunia olahraga Indonesia, dari yang selama ini lebih mengandalkan intuisi dan pengalaman, menuju pengelolaan prestasi yang berbasis pada analisis data dan kecerdasan informasi.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (9/7/2026), mengungkapkan bahwa gagasan buku ini sebenarnya telah dirintis sejak dirinya dipercaya memimpin organisasi pada tahun 2019. Marciano, yang juga merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), mengaku memiliki inisiatif untuk menggabungkan konsep intelijen dengan dunia olahraga. “Karena itu lahirlah bidang intelijen olahraga di KONI Pusat dan tentunya juga buku Sports Intelligence ini,” ujarnya.
Menurut Marciano, buku Sports Intelligence bukan sekadar literatur akademik biasa, melainkan sebuah panduan strategis bagi masa depan prestasi olahraga Indonesia. Ia menegaskan bahwa kemenangan di era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan fisik di lapangan, tetapi juga oleh kecerdasan dalam mengelola data, informasi, dan strategi. “Kemenangan tidak lagi hanya ditentukan kekuatan fisik di lapangan, tetapi oleh kecerdasan dalam mengelola data, informasi, dan strategi,” kata Marciano.
Marciano menilai bahwa perkembangan olahraga dunia saat ini telah memasuki era persaingan berbasis teknologi dan analisis informasi yang semakin kompleks. Karena itu, pembinaan olahraga tidak lagi dapat hanya mengandalkan cara-cara konvensional. “Olahraga telah menjadi pertempuran data dan teknologi tingkat tinggi,” tegasnya. Dalam konteks inilah, Sports Intelligence hadir sebagai “otak strategis” yang menghubungkan sports science tradisional dengan inovasi digital masa depan.
Lebih lanjut, Marciano menjelaskan bahwa implementasi Sports Intelligence akan melibatkan KONI Pusat dan daerah, serta seluruh induk organisasi cabang olahraga sebagai tulang punggung pelaksanaannya. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat pengambilan keputusan melalui pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi. Dengan demikian, setiap keputusan strategis—mulai dari perekrutan atlet, program latihan, hingga persiapan menghadapi lawan—dapat didasarkan pada analisis data yang mendalam, bukan sekadar insting semata.
Wakil Rektor IV UNESA, Dwi Cahyo Kartiko, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa peluncuran buku ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga nasional. Menurutnya, Sports Intelligence dapat menjadi referensi berharga bagi para akademisi, pengambil kebijakan, serta seluruh insan olahraga Indonesia. “Peluncuran buku ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga nasional. Sports Intelligence dapat menjadi referensi bagi akademisi, pengambil kebijakan, serta seluruh insan olahraga Indonesia,” ujar Dwi Cahyo.
Peluncuran buku tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara KONI Pusat dan UNESA. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pembinaan olahraga berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi untuk meningkatkan prestasi atlet Indonesia. Kolaborasi antara lembaga olahraga dan dunia akademik ini dinilai sebagai langkah maju yang strategis, mengingat UNESA memiliki kapasitas dan sumber daya untuk mendukung riset dan pengembangan di bidang keolahragaan.
Langkah KONI meluncurkan Sports Intelligence ini sejalan dengan tren global di mana negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Inggris telah lama mengadopsi pendekatan serupa dalam pembinaan atlet elite mereka. Dengan mengadopsi pendekatan ini, Indonesia berharap dapat mengejar ketertinggalan dan bersaing secara lebih kompetitif di kancah olahraga internasional, termasuk dalam ajang SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Ke depan, KONI berencana untuk menyosialisasikan konsep Sports Intelligence secara lebih luas kepada seluruh pengurus KONI daerah dan cabang olahraga, serta mengintegrasikannya dalam program pembinaan jangka panjang. Marciano menambahkan bahwa KONI Pusat dan daerah serta induk organisasi cabang olahraga akan menjadi tulang punggung implementasi Sports Intelligence. Dengan pendekatan baru ini, diharapkan prestasi olahraga Indonesia dapat melesat dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di kancah internasional.