Persaingan memperebutkan penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot) Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan berlangsung hingga pertandingan terakhir turnamen. Dua megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi dari Argentina dan Kylian Mbappe dari Prancis, masih sama-sama berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak setelah mengoleksi delapan gol sepanjang kompetisi. Perebutan gelar individu bergengsi tersebut menjadi salah satu sorotan utama menjelang laga perebutan tempat ketiga dan partai final yang akan menutup gelaran Piala Dunia 2026.
Hingga menjelang dua pertandingan terakhir, terdapat enam pemain yang masih memiliki peluang membawa pulang penghargaan Sepatu Emas Adidas. Selain Messi dan Mbappe yang memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol, dua pemain Inggris yakni Harry Kane dan Jude Bellingham berada di posisi berikutnya dengan torehan enam gol. Sementara itu, penyerang Prancis Ousmane Dembele dan striker Spanyol Mikel Oyarzabal juga masih masuk dalam persaingan setelah sama-sama mengemas lima gol selama turnamen berlangsung.
Meski memiliki jumlah gol yang sama dengan Mbappe, Lionel Messi saat ini berada di posisi teratas klasemen pencetak gol karena unggul dalam jumlah assist. Kapten Timnas Argentina tersebut telah mencatatkan empat assist sepanjang Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Berdasarkan regulasi FIFA, apabila dua pemain memiliki jumlah gol yang sama, penentuan pemenang Sepatu Emas akan melihat jumlah assist yang berhasil diberikan. Jika masih imbang, maka jumlah menit bermain yang lebih sedikit akan menjadi penentu berikutnya.
Keunggulan tersebut membuat Messi memiliki sedikit keuntungan menjelang pertandingan final. Namun, persaingan masih terbuka lebar karena baik Messi maupun Mbappe masih memiliki kesempatan menambah koleksi gol maupun assist pada laga terakhir mereka masing-masing.
Argentina dijadwalkan menghadapi Spanyol pada partai final yang akan berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan bagi Argentina untuk merebut gelar juara dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi Messi memperbesar peluang mengamankan penghargaan individu sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Apabila Messi berhasil mencetak gol tambahan di partai final, peluangnya meraih Sepatu Emas akan semakin besar. Bahkan jika gagal mencetak gol, pemain berusia 39 tahun itu masih berpeluang mempertahankan posisi teratas apabila Mbappe juga gagal menambah gol maupun assist pada laga perebutan tempat ketiga.
Di sisi lain, Kylian Mbappe masih memiliki peluang yang sama besarnya. Penyerang Prancis tersebut dijadwalkan menghadapi Inggris dalam pertandingan perebutan posisi ketiga yang berlangsung di Miami Stadium. Setelah gagal membawa Les Bleus lolos ke final, Mbappe dipastikan akan berusaha tampil maksimal demi membawa negaranya menutup turnamen dengan kemenangan sekaligus mengejar penghargaan Sepatu Emas.
Untuk melampaui Messi, Mbappe membutuhkan tambahan gol apabila kapten Argentina tersebut gagal menambah koleksi gol di final. Selain mencetak gol, tambahan assist juga dapat menjadi faktor penting apabila jumlah gol keduanya tetap sama hingga akhir kompetisi.
Harry Kane dan Jude Bellingham juga belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan. Kedua pemain Inggris yang telah mencetak enam gol masih memiliki peluang secara matematis apabila mampu mencetak beberapa gol saat menghadapi Prancis. Meski peluang tersebut cukup berat karena selisih dua gol dari Messi dan Mbappe, performa luar biasa dalam satu pertandingan tetap dapat mengubah klasemen pencetak gol.
Hal serupa juga berlaku bagi Ousmane Dembele dan Mikel Oyarzabal. Dengan koleksi lima gol, keduanya membutuhkan penampilan yang sangat produktif untuk mengejar dua pemain teratas. Walaupun peluangnya lebih kecil, sepak bola selalu menghadirkan kejutan hingga peluit akhir pertandingan.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Lionel Messi kembali membuktikan kualitasnya sebagai pemain komplet. Selain menjadi mesin gol Argentina, ia juga berperan sebagai kreator serangan melalui visi bermain, akurasi umpan, dan kemampuan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Empat assist yang telah ia ciptakan menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya diukur dari jumlah gol semata.
Sementara itu, Mbappe kembali memperlihatkan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta penyelesaian akhir yang tajam membuatnya menjadi ancaman bagi setiap lawan. Delapan gol yang telah dicetak mempertegas konsistensinya di panggung sepak bola internasional setelah sebelumnya juga tampil impresif pada edisi Piala Dunia sebelumnya.
Selain menjadi persaingan individu, perebutan Sepatu Emas juga mencerminkan kontribusi besar para pemain terhadap keberhasilan tim masing-masing. Gol-gol Messi membawa Argentina melangkah hingga partai final, sedangkan ketajaman Mbappe membantu Prancis bertahan di papan atas turnamen sebelum akhirnya harus puas bermain di perebutan tempat ketiga.
Dengan hanya dua pertandingan tersisa, perhatian pencinta sepak bola dunia kini tidak hanya tertuju pada perebutan gelar juara dunia, tetapi juga pada duel statistik antara Messi dan Mbappe. Apakah Messi mampu mempertahankan keunggulannya dan menutup karier Piala Dunia dengan penghargaan Sepatu Emas, atau justru Mbappe berhasil menyalip pada saat-saat terakhir, semuanya akan terjawab setelah laga perebutan tempat ketiga dan partai final berakhir.
Apa pun hasil akhirnya, persaingan kedua pemain ini menjadi salah satu kisah paling menarik dalam Piala Dunia FIFA 2026. Selain menyuguhkan pertandingan berkualitas tinggi, turnamen kali ini juga menghadirkan duel dua generasi pesepak bola terbaik dunia yang sama-sama ingin mengukir sejarah melalui penghargaan pencetak gol terbanyak di panggung sepak bola paling bergengsi.