Lonjakan Saham Nvidia dan Penguatan Rupiah Warnai Peredaran Pasar Global

D Dina 28 Agu 2026 0 dilihat 4 menit baca

Pergerakan Pasar Keuangan Global dan Domestik

Pasar keuangan global dan domestik mencatat sejumlah pergerakan signifikan pada perdagangan hari ini, Jumat 28 Agustus 2026. Dua peristiwa utama yang menyita perhatian pelaku pasar adalah lonjakan historis saham raksasa chip Amerika Serikat, Nvidia, serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi di tengah meredanya ketegangan pasca-demonstrasi di Jakarta. Saham Nvidia mencatatkan lonjakan spektakuler pada penutupan bursa Kamis (27/8) waktu AS. Perusahaan yang menjadi tulang punggung industri kecerdasan buatan global itu berhasil mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 8,7 persen, menjadi lonjakan terbesar sejak April 2025. Harga saham Nvidia ditutup pada level 227,98 dolar AS per saham, dengan kapitalisasi pasar yang melonjak hingga menyentuh angka 5,49 triliun dolar AS. Yang lebih mencengangkan, lonjakan ini mendorong peningkatan nilai pasar Nvidia sebesar 442 miliar dolar AS dalam waktu hanya satu hari perdagangan. Jika dikonversi ke dalam rupiah dengan kurs saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 6,6 kuadriliun, sebuah jumlah yang hampir tidak terbayangkan. Pencapaian ini menjadikan Nvidia pemegang rekor kenaikan nilai pasar terbesar kedua sepanjang sejarah bursa saham global, hanya kalah dari rekor yang sebelumnya dicatatkan oleh Microsoft pada Juli lalu dengan tambahan nilai pasar 450 miliar dolar AS dalam sehari.

Pendorong utama aksi reli saham Nvidia adalah rilis laporan keuangan kuartal II tahun 2026 yang jauh melampaui ekspektasi para analis Wall Street. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan kuartalan sebesar 962 miliar dolar AS, atau tumbuh 106 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, manajemen Nvidia juga memberikan panduan bisnis yang optimistis untuk tahun fiskal 2028, dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70 persen. Pencapaian ini sekaligus mematahkan apa yang selama ini dikenal sebagai "earnings curse" atau kutukan laporan keuangan yang kerap menghantui saham Nvidia. Dalam beberapa kuartal sebelumnya, saham Nvidia justru cenderung melemah pasca-rilis laporan keuangan yang solid, karena para investor kerap melakukan aksi ambil untung. Namun kali ini, optimisme terhadap prospek jangka panjang AI dan permintaan chip yang tak terbendung berhasil mendorong sentimen pasar ke level yang sangat positif. Kabar baik dari Nvidia tidak hanya berdampak pada pergerakan sahamnya sendiri. Sentimen positif ini dengan cepat menyebar ke seluruh ekosistem pasar modal global, khususnya di sektor teknologi. Saham-saham teknologi lainnya di bursa Amerika Serikat turut terkerek naik, dengan indeks Nasdaq yang dipimpin oleh lonjakan Nvidia. Volume perdagangan saham Nvidia pada hari itu pun mencapai angka fantastis, yaitu 674,72 miliar dolar AS, menjadikannya saham dengan nilai transaksi tertinggi di bursa AS pada hari tersebut. Tak hanya saham, pasar mata uang kripto juga merespons positif sentimen ini. Kenaikan saham Nvidia kerap dipandang sebagai proksi bagi kesehatan keseluruhan industri teknologi dan inovasi digital, termasuk ekosistem aset kripto yang berbasis pada infrastruktur komputasi canggih. Para pelaku pasar menilai bahwa prospek bisnis Nvidia yang gemilang menjadi sinyal bahwa investasi di bidang kecerdasan buatan dan komputasi awan masih akan terus berkembang, yang pada gilirannya turut mendukung aset-aset digital.

Di dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencatatkan penguatan pada pembukaan perdagangan Jumat pagi. Rupiah dibuka di level Rp 17.707 per dolar AS, atau menguat sebesar 37 poin (0,21 persen) dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan pasca-demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di kawasan parlemen Jakarta pada Kamis kemarin. Para analis pasar menilai bahwa normalisasi situasi keamanan dan politik di ibu kota memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk kembali fokus pada fundamental ekonomi. Meskipun demonstrasi yang berlangsung sempat menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas, meredanya situasi dengan cepat membuat investor asing kembali masuk ke pasar domestik. Selain faktor domestik, penguatan rupiah juga didorong oleh sentimen eksternal, terutama antisipasi pasar terhadap pidato Ketua Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole yang akan berlangsung Jumat malam waktu setempat. Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole sangat dinanti oleh pelaku pasar keuangan global karena akan memberikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan. Jika pernyataan yang disampaikan bernada dovish atau cenderung melonggarkan kebijakan moneter, maka dolar AS berpotensi melemah lebih lanjut, yang akan semakin menguntungkan rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya. Sebaliknya, jika nada hawkish yang disampaikan, maka penguatan rupiah mungkin hanya berlangsung sementara.

Lonjakan saham Nvidia menegaskan bahwa permintaan terhadap chip kecerdasan buatan masih jauh dari kata jenuh. Dengan kapitalisasi pasar yang kini mendekati 5,5 triliun dolar AS, Nvidia semakin kokoh sebagai salah satu perusahaan paling berharga di dunia. Para analis bahkan mulai melontarkan target harga saham yang lebih tinggi, dengan beberapa di antaranya mematok target 550 dolar AS per saham sebagai skenario paling optimistis. Sementara itu, bagi rupiah, tantangan masih tetap ada. Meskipun menguat pada hari ini, volatilitas nilai tukar masih akan sangat bergantung pada hasil simposium Jackson Hole serta dinamika politik domestik ke depan. Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan situasi baik dari dalam negeri maupun dari pasar keuangan global. Dengan dua peristiwa besar ini—lonjakan historis Nvidia dan penguatan rupiah—hari Jumat, 28 Agustus 2026, menjadi salah satu hari yang patut dicatat dalam perjalanan pasar keuangan, baik di tingkat global maupun di Indonesia.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait