Meta Gandeng Perusahaan China Kembangkan Robot Humanoid "Max"

D Dina 02 Nov 2026 0 dilihat 5 menit baca

Meta, raksasa teknologi asal Amerika Serikat yang menaungi platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dikabarkan telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan robotika asal Shanghai, China, bernama Fourier. Kolaborasi lintas benua ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah robot humanoid canggih yang diberi nama Max. Kabar ini menandai langkah ambisius Meta dalam memasuki arena robotika humanoid, sebuah bidang yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pusat perhatian para raksasa teknologi global. Meskipun Meta selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan media sosial dan pengembang kecerdasan buatan, keterlibatan mereka dalam proyek robot humanoid menunjukkan bahwa perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini sedang memperluas cakrawala riset mereka ke arah interaksi fisik antara kecerdasan buatan dan dunia nyata.

Salah satu aspek paling mencolok dari proyek Max adalah kecepatan pengembangannya. Prototipe robot dengan berat sekitar 48 kilogram ini diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dari tahap desain hingga selesai menjadi bentuk fisik yang fungsional. Waktu tiga bulan untuk merancang dan merakit sebuah robot humanoid adalah pencapaian yang sangat luar biasa, mengingat kompleksitas mekanik, elektronik, dan perangkat lunak yang terlibat dalam pembuatan robot semacam itu. Biasanya, pengembangan robot humanoid memakan waktu bertahun-tahun, melibatkan iterasi desain yang panjang, pengujian prototipe, dan penyempurnaan sistem kontrol. Kecepatan ini menunjukkan bahwa Fourier sebagai mitra manufaktur memiliki keahlian teknis yang mumpuni, serta kemampuan produksi yang efisien dan terintegrasi. Kolaborasi ini juga mengindikasikan bahwa Meta dan Fourier mungkin telah menggunakan pendekatan desain modular atau memanfaatkan komponen yang sudah ada sebelumnya untuk mempercepat proses produksi prototipe.

Dari sisi spesifikasi teknis, robot Max dilengkapi dengan platform komputasi Nvidia Jetson Thor. Nvidia Jetson Thor adalah salah satu sistem on-chip (SoC) terbaru dari Nvidia yang dirancang khusus untuk aplikasi robotika dan kecerdasan buatan di tepi jaringan (edge AI). Platform ini menawarkan kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi untuk menjalankan model AI generatif secara langsung di perangkat robot, memungkinkan robot untuk memproses data sensor secara real-time, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya tanpa harus bergantung pada koneksi ke server pusat. Penggunaan Jetson Thor pada Max menandakan bahwa robot ini dirancang untuk memiliki kemampuan kognitif yang canggih, termasuk pengenalan objek, pemahaman bahasa alami, dan navigasi otonom. Dengan kata lain, Max bukan sekadar robot yang digerakkan oleh perintah sederhana, melainkan sebuah entitas yang mampu memahami konteks dan beradaptasi dengan situasi yang dinamis.

Selain otaknya yang canggih, Max juga dibekali dengan tangan berjari lima. Desain tangan ini meniru struktur anatomi manusia, memungkinkan robot untuk melakukan gerakan menggenggam, memegang, dan memanipulasi objek dengan tingkat presisi yang tinggi. Kemampuan manipulasi halus seperti ini sangat penting untuk berbagai aplikasi robotika, mulai dari tugas perakitan di lini produksi hingga membantu pekerjaan rumah tangga. Tidak hanya itu, Max juga dilengkapi dengan fitur ekspresi wajah. Fitur ini menunjukkan bahwa pengembang tidak hanya berfokus pada aspek fungsional robot, tetapi juga pada aspek interaksi sosial dan emosional. Ekspresi wajah pada robot humanoid bertujuan untuk menciptakan rasa keakraban dan mengurangi kecemasan manusia saat berinteraksi dengan mesin. Dalam konteks penelitian Meta, kemampuan ekspresi wajah ini kemungkinan besar digunakan untuk mempelajari bagaimana manusia merespons isyarat non-verbal dari agen artifisial, yang merupakan bidang penelitian penting dalam pengembangan antarmuka manusia-komputer di masa depan.

Meskipun spesifikasinya terkesan canggih dan siap untuk dipasarkan, Meta menegaskan bahwa proyek robot Max saat ini hanya digunakan untuk penelitian internal. Belum ada rencana untuk menjual robot ini ke publik atau mengomersialkannya dalam waktu dekat. Pernyataan ini sejalan dengan pola yang biasa dilakukan Meta dalam riset jangka panjang mereka. Meta sering kali mengembangkan teknologi prototipe untuk memahami batasan dan potensi suatu bidang sebelum memutuskan untuk mengintegrasikannya ke dalam produk konsumen. Dalam hal ini, Max berfungsi sebagai platform riset untuk mengeksplorasi interaksi antara kecerdasan buatan, robotika, dan pengalaman manusia. Penelitian ini bisa saja menjadi fondasi bagi pengembangan perangkat keras atau perangkat lunak di masa depan, termasuk kemungkinan integrasi dengan platform metaverse yang selama ini menjadi fokus utama Meta.

Kemitraan antara Meta dan Fourier ini juga mencerminkan lanskap industri robotika global yang semakin terhubung. China, khususnya wilayah Shanghai, telah menjadi pusat pengembangan robotika dan manufaktur canggih. Fourier sendiri dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada pengembangan robot humanoid dengan harga yang lebih terjangkau dan kemampuan produksi yang cepat. Dengan menggandeng Fourier, Meta dapat memanfaatkan rantai pasok dan keahlian manufaktur yang sudah matang di China, sambil tetap mempertahankan kendali atas desain perangkat lunak dan kecerdasan buatan. Kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa perusahaan teknologi Amerika tidak ragu untuk bekerja sama dengan mitra China dalam bidang riset dan pengembangan, meskipun ada dinamika geopolitik yang kompleks di antara kedua negara.

Secara keseluruhan, proyek robot Max merupakan salah satu perkembangan menarik dalam dunia robotika humanoid. Pengembangan yang cepat, spesifikasi perangkat keras yang mumpuni, serta fokus pada interaksi sosial dan ekspresi wajah menunjukkan bahwa Meta dan Fourier memiliki visi jangka panjang untuk menciptakan robot yang tidak hanya cerdas secara komputasional, tetapi juga mampu berbaur dengan manusia secara alami. Meskipun saat ini Max masih menjadi rahasia penelitian internal, dampak dari teknologi yang dikembangkan di dalamnya bisa jadi akan terasa dalam beberapa tahun ke depan, baik dalam bentuk produk konsumen, platform riset, maupun standar baru dalam interaksi manusia dengan mesin. Kita tentu perlu menantikan bagaimana perkembangan proyek ini selanjutnya, apakah Meta akan membuka lebih banyak detail tentang Max, atau apakah robot ini akan tetap menjadi proyek rahasia yang hanya bisa dilihat di laboratorium penelitian mereka.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait