Terbaru
Krisis Iklim Mendesak Indonesia: Adaptasi dan Kolaborasi Hadapi Cuaca Ekstrem Usut Tuntas Sampai Akar Ormas Pemuda Dukung Kejagung Bongkar Gurita Korupsi Makan Bergizi Gratis Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Minuman Matcha Semakin Populer, Ahli Gizi Jelaskan Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan Literasi Digital Jadi Keterampilan Penting, Sekolah dan Kampus Tingkatkan Edukasi Teknologi bagi Pelajar Pengurangan Sampah Plastik Jadi Fokus Banyak Kota, Kesadaran Masyarakat Terus Meningkat Generasi Z Dorong Tren Bisnis Digital, Peluang Usaha Baru Bermunculan di Era Media Sosial Gaya Hidup Seimbang Semakin Diminati, Masyarakat Mulai Prioritaskan Kesehatan dan Kualitas Hidup Resident Evil Veronica Remake Jadi Perbincangan, Fans Menunggu Kepastian dari Capcom Krisis Iklim Mendesak Indonesia: Adaptasi dan Kolaborasi Hadapi Cuaca Ekstrem Usut Tuntas Sampai Akar Ormas Pemuda Dukung Kejagung Bongkar Gurita Korupsi Makan Bergizi Gratis Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Minuman Matcha Semakin Populer, Ahli Gizi Jelaskan Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan Literasi Digital Jadi Keterampilan Penting, Sekolah dan Kampus Tingkatkan Edukasi Teknologi bagi Pelajar Pengurangan Sampah Plastik Jadi Fokus Banyak Kota, Kesadaran Masyarakat Terus Meningkat Generasi Z Dorong Tren Bisnis Digital, Peluang Usaha Baru Bermunculan di Era Media Sosial Gaya Hidup Seimbang Semakin Diminati, Masyarakat Mulai Prioritaskan Kesehatan dan Kualitas Hidup Resident Evil Veronica Remake Jadi Perbincangan, Fans Menunggu Kepastian dari Capcom

Minuman Matcha Semakin Populer, Ahli Gizi Jelaskan Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

A Andina 11 Jun 2026 1 dilihat 5 menit baca

Matcha semakin populer di berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pecinta gaya hidup sehat. Minuman berbahan dasar teh hijau asal Jepang ini tidak hanya digemari karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Para ahli gizi menyebut bahwa matcha mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara seimbang dan sebagai bagian dari pola hidup sehat.


Dalam beberapa tahun terakhir, minuman matcha semakin mudah ditemukan di berbagai kafe, restoran, hingga pusat perbelanjaan. Tidak hanya disajikan sebagai minuman hangat, matcha juga diolah menjadi berbagai produk seperti latte, es krim, kue, hingga makanan penutup lainnya. Popularitasnya yang terus meningkat menjadikan matcha sebagai salah satu minuman yang banyak diminati masyarakat modern.

Matcha berasal dari daun teh hijau yang ditanam dan diproses secara khusus. Berbeda dengan teh hijau biasa yang diseduh lalu ampasnya dibuang, matcha dibuat dari daun teh yang dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk halus. Karena seluruh daun teh dikonsumsi, kandungan nutrisi dalam matcha cenderung lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, teh hijau mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk katekin dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Salah satu kandungan yang paling sering dibahas dalam matcha adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa ini termasuk kelompok katekin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Para peneliti menilai bahwa EGCG berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi stres oksidatif pada sel tubuh.

Menurut National Institutes of Health (NIH), konsumsi makanan dan minuman yang kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Namun, para ahli juga menegaskan bahwa manfaat tersebut perlu didukung oleh pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

Selain kandungan antioksidan, matcha juga mengandung kafein. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan kopi pada umumnya, kafein dalam matcha dapat membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Banyak orang memilih matcha sebagai alternatif kopi karena dianggap memberikan energi yang lebih stabil tanpa menyebabkan rasa gelisah yang berlebihan.

Menariknya, matcha juga mengandung asam amino yang disebut L-theanine. Senyawa ini diketahui memiliki efek menenangkan dan dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Kombinasi antara kafein dan L-theanine membuat banyak orang merasa lebih fokus namun tetap rileks setelah mengonsumsi matcha.

Menurut Cleveland Clinic, kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa matcha banyak diminati oleh pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain mendukung fokus dan konsentrasi, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Kandungan antioksidan dalam matcha dipercaya membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung sirkulasi darah yang baik. Namun, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak berarti matcha dapat menggantikan pengobatan medis atau pola hidup sehat secara keseluruhan.

Dalam dunia kesehatan dan kebugaran, matcha juga sering dikaitkan dengan program pengelolaan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan katekin dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Meski demikian, para ahli gizi menegaskan bahwa efek tersebut relatif kecil dan harus disertai dengan pola makan sehat serta olahraga teratur.

Popularitas matcha juga didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Banyak konsumen kini lebih memperhatikan kandungan nutrisi dalam makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Matcha dianggap sebagai salah satu pilihan minuman yang menawarkan cita rasa sekaligus manfaat kesehatan.

Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua produk matcha di pasaran memiliki kualitas yang sama. Beberapa produk minuman berbasis matcha mengandung tambahan gula, sirup, krim, atau bahan pemanis lainnya dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, tambahan bahan tersebut justru dapat meningkatkan asupan kalori dan gula harian.

Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memperhatikan komposisi produk sebelum membeli minuman berbahan dasar matcha.

Para ahli gizi juga menyarankan untuk memilih matcha berkualitas baik dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Seperti minuman berkafein lainnya, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan tidur, jantung berdebar, atau ketidaknyamanan pada sistem pencernaan bagi sebagian orang yang sensitif terhadap kafein.

Di sektor bisnis, meningkatnya popularitas matcha memberikan peluang ekonomi yang cukup besar. Banyak pelaku usaha kuliner menghadirkan berbagai inovasi produk berbahan dasar matcha untuk memenuhi permintaan konsumen. Tidak hanya di kota-kota besar, produk berbasis matcha kini juga semakin mudah ditemukan di berbagai daerah.

Pengamat industri makanan dan minuman menilai bahwa tren matcha mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang semakin tertarik pada produk yang dianggap lebih sehat dan memiliki nilai tambah nutrisi. Fenomena ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Secara keseluruhan, matcha merupakan minuman yang mengandung berbagai senyawa bermanfaat seperti antioksidan, katekin, L-theanine, dan kafein dalam jumlah moderat. Jika dikonsumsi secara bijak sebagai bagian dari pola hidup sehat, matcha dapat menjadi pilihan minuman yang menyegarkan sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Andina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait