Misi Artemis II Memasuki Tahap Final, Empat Astronot Bersiap Lintasi Bulan

S Sipa 18 Sep 2026 0 dilihat 2 menit baca

JAKARTA, 18 September 2026 – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama badan antariksa internasional mengonfirmasi persiapan akhir untuk peluncuran Misi Artemis II. Misi historis ini menandai penerbangan berawak pertama manusia menuju orbit Bulan dalam kurun waktu lebih dari setengah abad sejak berakhirnya era misi Apollo pada tahun 1972.

 

Misi Artemis II menggunakan roket super-berat Space Launch System (SLS) dan pesawat antariksa Orion. Misi ini dirancang untuk membawa empat orang astronot melintasi sisi jauh Bulan guna menguji seluruh sistem navigasi, pendukung kehidupan (life support), dan komunikasi sebelum pendaratan manusia kembali ke permukaan Bulan dilakukan pada misi berikutnya.

 

Profil Awak dan Durasi Perjalanan

 

Misi penerbangan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ini dipimpin oleh kru gabungan dari NASA dan Canadian Space Agency (CSA):

 

  • Reid Wiseman (Komandan Misi): Veteran astronot NASA yang memimpin navigasi dan operasional penerbangan.

  • Victor Glover (Pilot): Pilot NASA yang bertugas mengendalikan manuver manual pesawat Orion.

  • Christina Koch (Spesialis Misi): Pakar teknik NASA yang menguji ketahanan sistem pendukung kehidupan di ruang angkasa dalam.

  • Jeremy Hansen (Spesialis Misi): Astronot asal Kanada yang bertugas mengelola integrasi instrumen dan komunikasi antariksa.

Spesifikasi dan Rincian Operasional Misi

 

Parameter Misi Detail Operasional
Wahana Peluncur Space Launch System (SLS) Block 1
Pesawat Antariksa Orion Crew Spacecraft
Jarak Maksimum ~400.000 Kilometer dari Bumi
Trajectory (Lintasan) Hybrid Free-Return Trajectory (Memanfaatkan Gravitasi Bulan)
Durasi Misi 10 Hari (Pengujian Sistem & Kecepatan Kembalinya Pesawat)

Fokus Pengujian dan Signifikansi Ilmiah

 

Selama perjalanan melintasi Bulan, para astronot tidak akan mendarat di permukaan lunak Bulan, melainkan melakukan manuver lintasan penerbangan bebas (free-return trajectory). Jalur ini memanfaatkan tarikan gravitasi Bulan untuk mengayunkan pesawat kembali ke Bumi secara aman tanpa memerlukan konsumsi bahan bakar besar.

 

Pengujian utama berfokus pada evaluasi langsung respon tubuh manusia terhadap paparan radiasi antariksa di luar sabuk Van Allen, serta pengujian sistem penyaringan udara dan air di dalam modul Orion. Data yang dikumpulkan dari Artemis II akan menjadi fondasi utama bagi pembangunan stasiun luar angkasa Lunar Gateway dan persiapan misi jangka panjang manusia menuju planet Mars.

 

Peluncuran misi ini mendapat perhatian luas dari komunitas ilmiah global karena membuka lembaran baru dalam eksplorasi ruang angkasa berawak modern yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sipa

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait