Persaingan SPMB di Jawa Barat Memanas, Dedi Mulyadi Tanggapi Keluhan Warga

D Dina 11 Jun 2026 1 dilihat 3 menit baca

Jawa Barat - Momentum tahun ajaran baru di Jawa Barat diwarnai dinamika panas. Pada Kamis, 11 Juni 2026, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi sorotan setelah banyak keluhan orang tua yang merasa sekolah negeri tidak cukup menampung semua siswa. Persaingan ketat membuat panitia seleksi kewalahan. Sejumlah warga yang kecewa karena anaknya tidak lolos ke sekolah favorit meluapkan emosi, menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia merespons sebuah video viral tentang kekecewaan orang tua melalui akun TikTok pribadinya pada Kamis (11/6/2026). Dedi menjelaskan bahwa kekecewaan muncul karena anak harus bersaing ketat, tidak hanya dengan pendaftar baru tetapi juga peserta yang sebelumnya tidak lolos. Menurutnya, persoalan utama bukan pada masyarakat, melainkan pada kemampuan pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan memadai.

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi memberikan tanggapan menenangkan sekaligus kritis. Ia meminta warga tidak terlalu stres, sambil mendorong pemerintah daerah segera mengevaluasi daya tampung sekolah negeri. Saat mengunjungi Kantor Disdik Jabar pada Selasa (9/6/2026), Dedi menyebut perubahan nilai otomatis dalam sistem terjadi karena penyesuaian standardisasi sertifikat prestasi yang mengacu pada regulasi ketat Kemdikdasmen. "Misalnya, kejuaraan provinsi skornya di bawah kejuaraan nasional," terangnya. Dedi memaparkan bahwa penyusutan skor muncul pada tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), yang merupakan pendataan awal, bukan pendaftaran resmi SPMB Jabar 2026 yang baru dibuka 15 Juni nanti. Dari total sekitar 340.000 calon murid, hanya sebagian kecil yang mengalami anomali skor. Justru kendala awal ini membuktikan keberhasilan fungsi PCMB sebagai mitigasi risiko.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat dengan memperpanjang masa pengisian data PCMB hingga Kamis (11/6/2026) pukul 23.59 WIB, memberi kesempatan terakhir bagi calon murid yang belum melengkapi data. Kebijakan ini mengakomodasi calon peserta yang belum menyelesaikan proses. Imbas kekacauan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar. Keputusan ini diambil setelah inspeksi mendadak ke Kantor Disdik Jabar dan mendengar langsung keluhan orang tua, mulai dari akun belum terverifikasi hingga kendala login sistem.

Sektor pendidikan tinggi juga tidak kalah sibuk. Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP digelar serentak hari ini dengan tiga bidang lomba: Matematika, IPA, dan IPS. Soal OSN-K berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk menguji analisis, penalaran, dan pemecahan masalah peserta. Peserta wajib mematuhi tata tertib karena pelanggaran dapat berujung diskualifikasi. OSN merupakan ajang kompetisi akademik bergengsi yang bertujuan mengembangkan talenta dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.

Sementara itu, di Jawa Tengah, Universitas Tidar (Untidar) menggelar Expo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional (EKKN) keempat kalinya. Kegiatan tahunan ini mengusung tema "Dari Lokal untuk Nasional: Wirausaha Mahasiswa Menuju Masyarakat Madani". Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari berbagai daerah. Dengan sekitar 170 stan dan peserta dari 24 perguruan tinggi, kegiatan ini memberikan warna tersendiri bagi Kota Magelang serta menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Para pendidik berharap, di tengah hiruk pikuk penerimaan murid baru dan kompetisi sains, semangat belajar dan inovasi generasi muda Indonesia tidak boleh padam. Di tempat lain, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) Padang melahirkan 269 lulusan baru melalui Wisuda XI di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (10/6). Rektor UPERTIS, Dr. Yaslina, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Kom., menyatakan bahwa para lulusan telah melewati proses panjang hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait