Powell Sebut Independensi The Fed Terancam Setelah Campur Tangan Trump

H Herman 02 Jun 2026 8 dilihat 4 menit baca

Mantan Ketua The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menyampaikan kekhawatirannya terkait masa depan independensi bank sentral Amerika Serikat setelah dirinya digantikan dari posisi tertinggi lembaga tersebut. Powell menilai bahwa campur tangan politik terhadap The Fed dapat memberikan dampak jangka panjang yang berbahaya bagi kredibilitas lembaga keuangan paling berpengaruh di dunia itu.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Bloomberg pada Senin (1/6), Powell menegaskan bahwa tindakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengganti kepemimpinan The Fed berpotensi menciptakan preseden baru yang dapat diikuti oleh pemerintahan berikutnya. Menurutnya, jika seorang pemimpin dapat memberhentikan pejabat bank sentral hanya karena perbedaan pandangan kebijakan ekonomi, maka independensi lembaga tersebut akan semakin sulit dipertahankan.

Powell menekankan bahwa kekuatan utama The Fed selama ini berasal dari kemampuannya mengambil keputusan secara independen tanpa tekanan politik. Lembaga tersebut memiliki tugas penting untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Amerika Serikat.

“Jika ada pemerintahan yang menemukan cara untuk memberhentikan pejabat Fed karena perbedaan kebijakan, maka pemerintahan di masa mendatang juga akan melakukan hal yang sama. Kredibilitas The Fed akan hilang,” ujar Powell.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar keuangan global. Banyak ekonom menilai bahwa independensi bank sentral merupakan salah satu faktor utama yang menjaga kepercayaan investor terhadap sistem keuangan Amerika Serikat. Ketika independensi itu dipertanyakan, pasar berpotensi mengalami gejolak akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Powell juga mengingatkan bahwa reputasi The Fed tidak dibangun dalam waktu singkat. Selama beberapa dekade, lembaga tersebut telah membangun kepercayaan publik melalui kebijakan yang konsisten dan berbasis data ekonomi. Oleh karena itu, setiap tindakan yang dianggap mengganggu independensi lembaga dapat merusak fondasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Menurutnya, kredibilitas The Fed merupakan aset yang tidak ternilai bagi masyarakat Amerika Serikat. Kepercayaan publik terhadap bank sentral memungkinkan kebijakan moneter berjalan lebih efektif, termasuk dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas sistem keuangan saat terjadi krisis ekonomi.

Pergantian kepemimpinan di The Fed sendiri menjadi salah satu isu ekonomi yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai informasi, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed menggantikan Powell pada Sabtu (24/5). Penunjukan Warsh menandai babak baru dalam arah kebijakan moneter Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump.

Kevin Warsh bukanlah sosok baru di lingkungan The Fed. Ia pernah menjadi anggota Dewan Gubernur bank sentral tersebut dan memiliki pengalaman panjang dalam bidang ekonomi serta pasar keuangan. Namun demikian, pergantian kepemimpinan ini tetap memunculkan berbagai pertanyaan mengenai arah kebijakan suku bunga dan hubungan antara pemerintah dengan bank sentral ke depannya.

Selama masa kepemimpinannya, Powell beberapa kali menghadapi tekanan politik terkait kebijakan suku bunga. Trump diketahui pernah secara terbuka mengkritik keputusan The Fed yang dianggap tidak sejalan dengan agenda pertumbuhan ekonomi pemerintahannya. Ketegangan tersebut menjadi perhatian dunia karena jarang terjadi seorang presiden secara langsung mengomentari kebijakan bank sentral dengan intensitas tinggi.

Para pengamat menilai bahwa perdebatan mengenai independensi The Fed tidak hanya penting bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi ekonomi global. Sebagai penerbit mata uang cadangan utama dunia, setiap keputusan yang diambil The Fed memiliki dampak luas terhadap nilai tukar, arus investasi, harga komoditas, hingga kondisi pasar keuangan internasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak pihak berharap bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan mengurangi kemampuan The Fed dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Stabilitas ekonomi Amerika Serikat dinilai tetap membutuhkan bank sentral yang mampu mengambil keputusan berdasarkan kondisi ekonomi, bukan berdasarkan tekanan politik jangka pendek.

Pernyataan Powell menjadi pengingat bahwa independensi lembaga keuangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan pasar. Ketika kredibilitas bank sentral dipertahankan, investor dan masyarakat dapat memiliki keyakinan bahwa kebijakan ekonomi dibuat demi kepentingan jangka panjang, bukan sekadar memenuhi agenda politik sesaat. Dengan pergantian kepemimpinan yang baru, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana The Fed akan menjalankan perannya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang masih membayangi perekonomian global.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait