Program Double Teaching Disdikbud Lampung Perkuat Kompetensi 210 Guru SMA

D Dina 03 Okt 2026 0 dilihat 4 menit baca

Bandar Lampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi meluncurkan program double teaching yang melibatkan 210 guru SMA Negeri di seluruh wilayah Lampung. Program ini merupakan kebijakan strategis Disdikbud Lampung untuk memperkuat kompetensi dan profesionalitas guru melalui praktik pembelajaran langsung di kelas. Sebanyak 210 guru yang terlibat berasal dari 35 SMA Negeri yang dikategorikan sebagai sekolah unggul, dengan setiap sekolah mengikutsertakan tiga guru untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung menjelaskan bahwa program double teaching ini dirancang untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas pendidikan di era yang terus berkembang. Menurutnya, kualitas guru adalah faktor kunci dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui program ini, pihaknya ingin memastikan bahwa guru-guru di Lampung memiliki kompetensi yang mumpuni, tidak hanya dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam metode pengajaran yang inovatif. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Double teaching sendiri merupakan metode pembelajaran di mana dua orang guru bekerja sama dalam satu kelas. Satu guru bertindak sebagai pengajar utama, sementara guru lainnya berperan sebagai pengamat atau pendamping yang memberikan umpan balik secara langsung. Model ini memungkinkan terjadinya kolaborasi, refleksi, dan perbaikan praktik mengajar secara berkelanjutan. Dalam konteks program Disdikbud Lampung, para guru yang terpilih akan melakukan praktik double teaching di sekolah masing-masing maupun di sekolah lain yang menjadi mitra. Mereka akan bergantian berperan sebagai pengajar dan pengamat, sehingga setiap guru mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Program ini akan berlangsung dalam beberapa tahap. Tahap pertama dijadwalkan hingga 28 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan perputaran berikutnya yang terus berlangsung setiap bulan. Setiap tahap akan dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan tim ahli dari perguruan tinggi mitra. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk perbaikan pada tahap berikutnya.

Salah satu guru peserta program menyambut baik inisiatif ini. Ia merasa program ini sangat bermanfaat karena para guru bisa saling belajar dengan rekan sejawat. Ketika mengajar, ada guru lain yang mengamati dan memberikan masukan. Begitu juga sebaliknya. Guru menjadi lebih terbuka terhadap kritik dan saran untuk perbaikan. Hal senada disampaikan oleh guru lain yang mengikuti program ini. Menurutnya, double teaching membantunya melihat kekurangan dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi. Ia berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi wadah berbagi praktik baik antar sekolah. Sekolah-sekolah unggul yang menjadi peserta diharapkan dapat menularkan metode pengajaran yang efektif kepada sekolah lain di sekitarnya. Dengan demikian, kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah di Lampung dapat semakin dipersempit. Guru-guru dari sekolah unggul akan menjadi mentor bagi rekan-rekan mereka di sekolah mitra, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman yang berkelanjutan.

Pengamat pendidikan dari Universitas Lampung menilai bahwa program double teaching merupakan langkah maju dalam upaya peningkatan mutu guru. Selama ini, pengembangan kompetensi guru sering kali hanya berupa pelatihan teoretis. Dengan double teaching, guru langsung mempraktikkannya di kelas dan mendapatkan umpan balik secara real-time. Ini jauh lebih efektif. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan dukungan semua pihak, termasuk kepala sekolah, pengawas, dan pemerintah daerah. Perlu ada monitoring dan evaluasi yang ketat, serta insentif yang memadai bagi guru-guru yang terlibat, agar mereka termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas.

Disdikbud Lampung menargetkan bahwa setelah program ini berjalan selama satu tahun, akan terjadi peningkatan signifikan pada nilai ujian nasional dan kompetensi siswa di sekolah-sekolah peserta. Selain itu, diharapkan juga terjadi peningkatan jumlah guru yang mampu menjadi mentor bagi rekan-rekannya. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka mendapatkan pengalaman belajar yang lebih variatif dan interaktif.

Program double teaching ini merupakan bagian dari upaya lebih besar Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata. Dengan melibatkan guru-guru terbaik dari sekolah unggul, diharapkan terjadi percepatan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Lampung. Ke depan, Disdikbud Lampung berencana memperluas cakupan program ini ke jenjang SMP dan SD, serta melibatkan lebih banyak guru dari berbagai mata pelajaran. Dengan adanya program ini, diharapkan para guru tidak hanya menjadi pengajar yang kompeten, tetapi juga menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus berinovasi demi kemajuan pendidikan di Lampung. Masyarakat pun berharap agar program ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi generasi penerus bangsa.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait