Purbaya Proyeksi Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh Melambat ke Level 5,4%

H Herman 24 Jul 2026 12 dilihat 4 menit baca

Pemerintah memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 akan mengalami perlambatan dibandingkan capaian pada tiga bulan pertama tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,4%, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%.

Meski mencatat perlambatan, pemerintah menilai kondisi tersebut masih menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif di tengah berbagai tantangan global. Berbagai faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang masih menjadi tantangan yang memengaruhi aktivitas ekonomi dunia.

"Kuartal pertama kemarin mencapai sekitar 5,6 persen, sementara kuartal kedua diperkirakan berada di kisaran 5,4 persen atau lima koma sekian persen," ujar Purbaya kepada awak media di kantornya, Kamis (23/7/2026).

Purbaya menjelaskan pemerintah masih optimistis pertumbuhan ekonomi akan kembali menguat pada semester kedua tahun ini. Menurutnya, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan fundamental Indonesia masih cukup solid sehingga ruang untuk mempercepat pertumbuhan tetap terbuka.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus menjaga likuiditas di dalam sistem keuangan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan secara optimal. Ketersediaan likuiditas dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mampu mendukung pembiayaan dunia usaha, mendorong investasi, serta menjaga konsumsi masyarakat sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Konsumsi rumah tangga selama ini memang menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga melalui berbagai kebijakan fiskal yang mendukung stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain konsumsi, investasi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Berbagai proyek strategis nasional, pembangunan infrastruktur, serta investasi di sektor manufaktur dan hilirisasi sumber daya alam diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menerapkan kebijakan fiskal yang prudent atau berhati-hati. Pendekatan tersebut dinilai penting agar APBN tetap sehat sekaligus mampu menjalankan fungsi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi ketika terjadi tekanan dari faktor eksternal.

Kebijakan fiskal yang prudent juga diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Stabilitas fiskal menjadi salah satu indikator yang selalu diperhatikan oleh pelaku pasar global sebelum menanamkan modal di suatu negara.

Sejumlah ekonom menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II merupakan hal yang wajar setelah kuatnya aktivitas ekonomi pada awal tahun. Faktor musiman, berakhirnya momentum belanja masyarakat pasca-libur besar, serta perlambatan aktivitas industri di beberapa sektor turut memengaruhi laju pertumbuhan.

Meski demikian, sejumlah indikator masih menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Tingkat inflasi masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah dan Bank Indonesia, sementara sektor perbankan tetap mencatat pertumbuhan kredit yang positif. Hal tersebut menjadi modal penting bagi pemulihan aktivitas ekonomi pada semester kedua.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja negara agar memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Belanja infrastruktur, bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah sekaligus memperkuat permintaan domestik.

Tantangan global juga masih menjadi perhatian utama pemerintah. Ketegangan geopolitik di beberapa kawasan dunia, termasuk konflik yang memengaruhi jalur perdagangan internasional dan harga energi, berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional. Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral negara maju juga terus dipantau karena dapat memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun demikian, pemerintah optimistis struktur ekonomi Indonesia yang didukung oleh konsumsi domestik yang besar mampu menjadi penyangga utama ketika kondisi ekonomi global belum sepenuhnya pulih. Diversifikasi sumber pertumbuhan melalui pengembangan industri hilir, ekonomi digital, energi terbarukan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus menjadi fokus dalam menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang.

Kalangan pelaku usaha pun berharap pemerintah dapat terus menjaga stabilitas kebijakan ekonomi sehingga dunia usaha memiliki kepastian dalam menjalankan investasi dan ekspansi bisnis. Dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemudahan investasi, serta percepatan transformasi digital dinilai akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4% pada kuartal II-2026, pemerintah menilai Indonesia masih berada pada jalur yang cukup baik dibandingkan banyak negara lain yang masih menghadapi perlambatan ekonomi. Fokus pada semester kedua akan diarahkan untuk memperkuat konsumsi, meningkatkan investasi, menjaga likuiditas, serta memastikan kebijakan fiskal tetap efektif dalam mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ke depan, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, stabilitas pasar keuangan, efektivitas kebijakan pemerintah, serta kemampuan menjaga daya beli masyarakat. Apabila berbagai faktor tersebut tetap terjaga, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan kuartal IV-2026 akan menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan semester pertama tahun ini.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait