JAKARTA – GOR Ciracas, Jakarta Timur, kembali bergemuruh. Sejak hari Jumat (3/7/2026) kemarin, ribuan atlet taekwondo dari berbagai daerah berkumpul untuk unjuk kemampuan dalam ajang bergengsi Kejuaraan Taekwondo Antar Dojang se-DKI Jakarta yang masih terus berlangsung hingga hari ini. Kejuaraan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi para taekwondoin muda untuk mengasah mental bertanding dan meraih prestasi.
Sejak Jumat pagi, tribun GOR Ciracas sudah dipadati oleh para pendukung, orang tua, dan sesama atlet yang memberikan semangat. Turnamen ini mempertandingkan berbagai kelas, mulai dari kategori Pra-Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior, baik untuk nomor Kyorugi (pertarungan) maupun Poomsae (jurus).
Ketua Panitia Penyelenggara, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa.
"Tujuan utama dari kejuaraan ini bukan sekadar mencari siapa yang membawa pulang medali emas, tetapi lebih kepada pembinaan mental, sportivitas, dan mempererat tali persaudaraan antar-dojang," ujar Budi saat ditemui di lokasi.
Di lapangan, persaingan sengit namun menjunjung tinggi nilai sportivitas terlihat jelas. Para atlet saling melancarkan tendangan-tendangan andalan mereka, diiringi instruksi tegas dari para Sabeum (pelatih) di sudut lapangan. Sistem penilaian elektronik (PSS - Protector and Scoring System) juga telah digunakan di lapangan utama guna menjaga objektivitas dan standar profesionalisme kejuaraan.
Salah satu atlet muda yang berlaga, [Nama Atlet] dari klub Garuda Taekwondo, mengaku sangat antusias bisa turun di kategori Cadet U-33 kg Putra.
"Latihannya sudah sangat maksimal beberapa bulan terakhir. Semoga di kejuaraan ini bisa naik podium dan membanggakan orang tua serta pelatih," ucapnya penuh semangat.
Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung hingga hari Minggu (5/7/2026) besok. Selain memperebutkan medali dan sertifikat, para atlet yang menonjol diharapkan dapat dipantau oleh para pencari bakat untuk diproyeksikan ke tingkat provinsi maupun nasional.