JAKARTA – Kabar gembira kembali menyapa warga ibu kota yang mendambakan sistem transportasi publik yang cepat, modern, dan terintegrasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT LRT Jakarta secara resmi menetapkan target operasional penuh untuk moda transportasi Lintas Raya Terpadu (LRT) rute Kelapa Gading hingga Manggarai pada bulan September 2026. Rampungnya proyek strategis ini diproyeksikan akan menjadi tulang punggung baru dalam mengurai kemacetan menahun yang kerap melanda koridor timur hingga pusat Jakarta.
Target operasional pada September 2026 ini merupakan manifestasi dari penyelesaian tahapan proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Stasiun Velodrome (Rawamangun) dengan Stasiun Sentral Manggarai. Jalur baru ini akan terintegrasi secara langsung tanpa putus dengan rute eksisting Fase 1A (Kelapa Gading - Velodrome). Dengan demikian, warga dari kawasan utara Jakarta kini dapat melakukan perjalanan lintas wilayah hingga ke titik transit tersibuk di ibu kota dalam satu kali jalan.
Pangkas Waktu Tempuh dan Solusi Bebas Macet
Kehadiran rute panjang Kelapa Gading - Manggarai ini diyakini akan memberikan dampak revolusioner bagi pola mobilitas komuter. Selama ini, perjalanan dari kawasan niaga Kelapa Gading menuju Manggarai menggunakan kendaraan pribadi pada jam sibuk dapat memakan waktu lebih dari satu jam akibat kepadatan lalu lintas di jalur arteri seperti Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka.
Melalui moda LRT, waktu tempuh tersebut ditargetkan dapat dipangkas secara drastis menjadi hanya sekitar 25 hingga 30 menit. Rute sepanjang kurang lebih 12 kilometer ini akan melewati deretan stasiun strategis, mulai dari Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Velodrome, Pemuda, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, hingga bermuara di Stasiun Manggarai. Laju kereta yang stabil dan jalur layang (elevated) yang steril memastikan perjalanan bebas dari hambatan kemacetan lalu lintas darat.
Integrasi Antarmoda di Stasiun Sentral Manggarai
Fokus utama dari penyelesaian proyek yang ditargetkan beroperasi pada September 2026 ini adalah mewujudkan integrasi transportasi yang sangat mulus (seamless). Stasiun Manggarai sebagai titik akhir rute ini telah dipersiapkan menjadi stasiun sentral berskala internasional yang menghubungkan berbagai urat nadi pergerakan warga.
Setibanya di Manggarai, penumpang LRT Jakarta dapat langsung berpindah ke berbagai moda transportasi lanjutan tanpa harus keluar dari kawasan stasiun. Masyarakat dapat langsung terkoneksi dengan layanan KRL Commuter Line lintas Bogor dan Cikarang, Kereta Bandara (Railink), hingga layanan bus TransJakarta. Integrasi tingkat tinggi ini dirancang untuk memanjakan pengguna angkutan umum dan memberikan insentif logis bagi masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi.
Uji Coba Keselamatan Sebelum Peresmian
Menjelang target peluncuran pada September 2026, pihak kontraktor pelaksana saat ini tengah mengebut penyelesaian tahapan konstruksi fisik, pemasangan persinyalan, dan integrasi kelistrikan. Rencananya, serangkaian uji coba dinamis secara bertahap dan sertifikasi keselamatan dari Kementerian Perhubungan akan mulai dilakukan secara intensif beberapa bulan sebelum peresmian komersial dibuka untuk publik.
Pemerintah optimistis, beroperasinya rute LRT Kelapa Gading - Manggarai ini tidak hanya akan mendongkrak angka penggunaan transportasi publik (ridership), tetapi juga menstimulasi pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan tata ruang berorientasi transit (TOD). LRT Jakarta dipersiapkan untuk menjadi katalisator bagi ekosistem transportasi Jakarta yang lebih manusiawi, inklusif, dan ramah lingkungan.