3 Tahun Berjalan, Apakah Program Makan Bergizi Beneran Sampai ke Anak Kita?

N Nair 25 Mei 2026 17 dilihat 2 menit baca

Program ambisius ini punya niat mulia: tidak ada anak Indonesia yang belajar dengan perut kosong. Tapi antara janji di podium dan realita di kantin sekolah, jaraknya kadang menganga.

Kalau Anda punya anak di sekolah dasar, kemungkinan besar sudah pernah mendengar tentang program makan bergizi gratis. Berita bagusnya: di banyak daerah, program ini memang jalan. Anak-anak mendapat makan siang layak yang mungkin tidak selalu tersedia di rumah mereka.

Tapi masuk ke laporan dari daerah-daerah terpencil, gambarnya tidak selalu seindah presentasi di ibu kota. Ada laporan distribusi yang terlambat berhari-hari. Ada menu yang monoton hingga anak-anak tidak mau makan. Ada anggaran yang konon sudah cair tapi entah mengendap di mana.

Pengamat kebijakan publik menilai masalah terbesar program semacam ini adalah celah antara perencanaan pusat dan eksekusi di lapangan. Infrastruktur logistik pangan Indonesia belum merata — mengirim makanan bergizi ke sekolah di Pegunungan Jayawijaya punya tantangan yang sama sekali berbeda dengan mengirimnya ke SD di Surabaya.

Selain itu, ada pertanyaan soal keberlanjutan: program ini bergantung pada anggaran negara yang fluktuatif. Apa yang terjadi jika terjadi pemotongan fiskal? Apakah anak-anak yang sudah terbiasa mendapat makan siang gratis tiba-tiba harus kembali ke keadaan semula?

Niatnya tidak salah. Faktanya, program nutrisi anak di banyak negara terbukti meningkatkan angka kehadiran dan kemampuan belajar. Yang dibutuhkan sekarang bukan debat soal apakah programnya perlu — tapi bagaimana memastikan setiap suap benar-benar sampai ke mulut yang tepat.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Gelar S1 Tak Lagi Jaminan? Pengangguran Sarjana Resmi Tembus 1 Juta Orang per Mei 2026

Gelar S1 Tak Lagi Jaminan? Pengangguran Sarjana Resmi Tembus 1 Juta Orang per Mei 2026

Dengan kata lain, dalam rentang waktu kurang dari empat tahun, proporsi sarjana yang menganggur naik lebih dari enam poin persentase, sebuah tren yang berjalan

22 Agu 2026

Bahayakan Nyawa Warga dan Perjalanan KA, KAI Daop 1 Resmi Menutup 33 Titik Perlintasan Tak Berizin

Bahayakan Nyawa Warga dan Perjalanan KA, KAI Daop 1 Resmi Menutup 33 Titik Perlintasan Tak Berizin

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta terus menunjukkan komitmen tegas dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat sekitar. Hingga pertengahan tahun ini, KAI Daop 1 tercatat telah menutup sebanyak 33 titik perlintasan sebidang...

22 Agu 2026

Wapres Gibran dan Menko PMK Pratikno Gandeng Mahasiswa UI Pulihkan Mental Anak-anak Penyintas Gempa NTT

Wapres Gibran dan Menko PMK Pratikno Gandeng Mahasiswa UI Pulihkan Mental Anak-anak Penyintas Gempa NTT

Langkah penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat perhatian luas. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno , mengambil pendekatan kolaboratif dengan mengajak serta perwakilan mahasiswa dari...

21 Agu 2026

Pemerintah Siapkan Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Udara dan Pusat MRO Pesawat Nasional

Pemerintah Siapkan Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Udara dan Pusat MRO Pesawat Nasional

MAJALENGKA  — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) tengah mematangkan rencana strategis pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Langkah mendasar ini disiapkan untuk memfungsikan sebagian area bandara sebagai Pangkalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara sekaligus pusat perawatan, perbaikan,...

21 Agu 2026