Terbaru
Pengawasan Ketat DPR untuk Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera ◆ Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera: Komisi III DPR Soroti Kinerja Satgas PRR ◆ Komisi III DPR Kawal Akuntabilitas Pemulihan Bencana Sumatera ◆ PSSI Evaluasi Agenda FIFA Matchday November 2026 Usai Laga Uji Coba Lintas Kawasan Dibatalkan ◆ Jelang Libur Akhir Tahun, Dishub dan Pengelola Transportasi Masifkan Ramp Check dan Pemeliharaan Armada ◆ Ancaman Siber Meningkat, Sektor Perbankan Nasional Perketat Keamanan Lapis Dua dan Sosialisasi Anti-Phishing ◆ Dinamika Pasar Keuangan Awal November 2026 IHSG Diproyeksi Stabil, Harga Emas Antam Bertahan di Level Tinggi ◆ Akselerasi Program Perumahan MBR Kementerian PKP Perluas Sosialisasi Skema Baru Bantuan Bedah Rumah untuk Penghuni Kontrakan ◆ Pengawasan Ketat DPR untuk Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera ◆ Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera: Komisi III DPR Soroti Kinerja Satgas PRR ◆ Komisi III DPR Kawal Akuntabilitas Pemulihan Bencana Sumatera ◆ PSSI Evaluasi Agenda FIFA Matchday November 2026 Usai Laga Uji Coba Lintas Kawasan Dibatalkan ◆ Jelang Libur Akhir Tahun, Dishub dan Pengelola Transportasi Masifkan Ramp Check dan Pemeliharaan Armada ◆ Ancaman Siber Meningkat, Sektor Perbankan Nasional Perketat Keamanan Lapis Dua dan Sosialisasi Anti-Phishing ◆ Dinamika Pasar Keuangan Awal November 2026 IHSG Diproyeksi Stabil, Harga Emas Antam Bertahan di Level Tinggi ◆ Akselerasi Program Perumahan MBR Kementerian PKP Perluas Sosialisasi Skema Baru Bantuan Bedah Rumah untuk Penghuni Kontrakan ◆

Atasi Karhutla di Kawasan Bromo, Tim Gabungan Kerahkan Helikopter Water Bombing

S Sindi 10 Agu 2026 0 dilihat 3 menit baca

JAKARTA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini memasuki tahap krusial. Pada Senin (10/8/2026), tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, BPBD Jawa Timur, serta Balai Besar TNBTS mengintensifkan penanggulangan dengan mengerahkan helikopter pemadam (water bombing) guna menjangkau titik-titik api yang meluas di area tebing dan perbukitan terjal kawasan Gunung Bromo.

Langkah taktis melalui pemadaman udara ini diambil setelah hasil evaluasi lapangan menunjukkan adanya beberapa vegetasi kering di lereng curam yang sangat sulit dan membahayakan untuk dijangkau oleh personel pemadam darat.

Operasi Udara Terukur di Medan Terjal

Pengerahan helikopter water bombing menjadi strategi utama untuk menjatuhkan muatan air dalam jumlah besar secara presisi tepat di atas pusat vegetasi yang terbakar. Helikopter bermuatan ribuan liter air tersebut melakukan penerbangan (sorti) berkali-kali dengan mengambil sumber air dari waduk atau danau terdekat yang telah disiagakan oleh petugas operasi.

Kepala tim penanggulangan darurat menjelaskan bahwa vegetasi khas pegunungan, seperti rumput savana, semak belukar, serta pepohonan cemara gunung yang mengering akibat dampak puncak musim kemarau, sangat rentan terulut api. Ditambah faktor embusan angin kencang di kawasan dataran tinggi Bromo, kobaran api sempat menyebar dengan cepat dan menciptakan kepulan asap tebal yang mengancam ekosistem konservasi kawasan tersebut.

Dengan adanya penetrasi udara ini, suhu di titik-titik panas (hotspot) dapat diturunkan secara signifikan, sehingga memperlambat laju perambatan api dan mempermudah tim darat untuk melakukan pemadaman akhir serta pendinginan (mopping up).

Sinergi Tim Darat dan Masyarakat Peduli Api

Meskipun operasi water bombing menjadi tombak utama pemadaman di area sulit, peran ratusan personel gabungan di darat tetap menjadi kunci penuntasan kebakaran. Tim darat yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, personel TNI-Polri, relawan BPBD, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Tengger terus bergerak melokalisasi pergerakan api dengan membuat sekat bakar (firebreak).

Para relawan dan petugas bahu-membahu menembus medan berdebu dan berangin untuk memadamkan sisa-sisa bara api menggunakan jet shooter, gepyok (alat pemadam manual), serta pompa air portabel. Keterlibatan masyarakat adat Tengger setempat juga sangat krusial dalam memberikan petunjuk arah dan pemetaan jalur evakuasi di sekitar area savana dan lautan pasir Bromo.

Aparat gabungan memastikan bahwa prioritas utama dari seluruh rangkaian operasi penanggulangan ini adalah keselamatan jiwa para petugas di lapangan serta perlindungan kawasan permukiman warga terdekat dari ancaman luapan asap maupun kobaran api.

Penyesuaian Kunjungan Wisata dan Imbauan Kewaspadaan

Sebagai dampak dari kegiatan operasi penanggulangan dan demi keamanan publik, otoritas Balai Besar TNBTS melakukan penyesuaian aturan serta penutupan terbatas pada sejumlah spot wisata yang berdekatan dengan jalur evakuasi dan radius pemadaman udara. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemboman air dari udara dapat berlangsung secara optimal tanpa membahayakan keselamatan pengunjung maupun wisatawan asing.

Para wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke kawasan Gunung Bromo diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi resmi dari pihak pengelola taman nasional dan mematuhi batas aman kunjungan yang telah ditetapkan oleh petugas lapangan.

Pihak otoritas juga kembali menegaskan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat, pelaku jasa wisata, serta pengunjung untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran hutan, seperti membuat api unggun di sembarang tempat, membuang puntung rokok yang masih menyala, atau meninggalkan bahan-bahan yang mudah terbakar di kawasan savana. Pengawasan serta patroli pencegahan akan terus ditingkatkan hingga kondisi cuaca dan kelembapan udara kembali stabil.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sindi

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Waspada Banjir

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Waspada Banjir

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, terhitung mulai tanggal 6 hingga 13 November 2026. Peringatan ini disampaikan...

06 Nov 2026

Proses Evakuasi dan Rencana Pengapungan KMP Batumandi di Merak Masuki Tahap Krusial

Proses Evakuasi dan Rencana Pengapungan KMP Batumandi di Merak Masuki Tahap Krusial

CILEGON — Penanganan pasca-insiden kandas dan terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di dekat Pulau Tempurung, Merak, kini memasuki tahap krusial. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama dengan tim gabungan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten,...

04 Nov 2026

Polda Metro Jaya Intensifkan Operasi Patuh 2026 dan Penanganan Pasca-Insiden KMP Batumandi di Merak

Polda Metro Jaya Intensifkan Operasi Patuh 2026 dan Penanganan Pasca-Insiden KMP Batumandi di Merak

JAKARTA — Penyelenggaraan ketertiban lalu lintas darat serta keandalan moda transportasi laut menjadi fokus utama pemerintah dan jajaran kepolisian pada awal November 2026 ini. Langkah tegas diambil guna memastikan keselamatan publik, mulai dari penertiban rutin berkendara di ibu kota hingga...

03 Nov 2026

Tragedi Udara di Florida Pesawat Jet Pribadi Jatuh dan Terbakar di Kawasan Pemukiman, Tim SAR Bergerak Cepat

Tragedi Udara di Florida Pesawat Jet Pribadi Jatuh dan Terbakar di Kawasan Pemukiman, Tim SAR Bergerak Cepat

JAKARTA — Insiden maut kembali mewarnai dunia penerbangan internasional. Sebuah pesawat jet pribadi jenis business jet dilaporkan mengalami kecelakaan hebat dan jatuh di kawasan pinggiran kota negara bagian Florida, Amerika Serikat. Pesawat yang membawa beberapa penumpang dan kru tersebut jatuh...

03 Nov 2026