MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dengan menetapkan status "Awas" untuk wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada hari ini, Minggu (17/5/2026). Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya indikasi peningkatan intensitas curah hujan yang sangat lebat hingga ekstrem, yang diprediksi akan disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah tersebut.
Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, seperti kawasan perbukitan dan bantaran sungai, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan, termasuk banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Sulawesi Utara Siaga Penuh: Potensi Hujan Ekstrem
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru yang dirilis oleh BMKG pusat, wilayah Sulawesi Utara menjadi titik utama yang paling rentan terdampak cuaca buruk hari ini. Wilayah-wilayah seperti Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas di atas normal sejak pagi hingga malam hari.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa status "Awas" merupakan tingkatan tertinggi dalam sistem peringatan dini cuaca. Keadaan ini menunjukkan bahwa fenomena cuaca yang terjadi memiliki potensi merusak yang tinggi dan dapat mengganggu aktivitas operasional masyarakat serta membahayakan keselamatan jiwa jika tidak diantisipasi dengan baik.
"Kami meminta pemerintah daerah dan instansi terkait, khususnya BPBD di wilayah Sulawesi Utara, untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi darurat. Pastikan saluran drainase berfungsi dengan baik dan jalur evakuasi warga sudah siap siaga," tulis pihak BMKG dalam siaran pers resminya hari ini.
Angin kencang yang menyertai hujan lebat ini juga berpotensi menaikkan gelombang laut di perairan sekitar Sulawesi Utara, sehingga para nelayan dan operator moda transportasi laut diimbau untuk menunda aktivitas pelayaran sementara waktu demi keselamatan bersama.
Pengaruh Sirkulasi Siklonik di 7 Kota Besar Indonesia
Selain kondisi ekstrem di Sulawesi Utara, BMKG juga memetakan dampak cuaca buruk di wilayah Indonesia lainnya yang dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik. Pola angin berputar ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), yang secara signifikan mampu meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan (kumulonimbus) secara masif.
Akibat fenomena sirkulasi siklonik tersebut, BMKG memprediksi ada 7 kota besar lain di Indonesia yang berpotensi kuat diguyur hujan petir sepanjang hari ini. Kota-kota tersebut tersebar di beberapa pulau besar, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Beberapa kota besar yang masuk dalam daftar peringatan dini hujan petir hari ini meliputi:
-
Medan
-
Palembang
-
Pontianak
-
Banjarmasin
-
Samarinda
-
Makassar
-
Jayapura
Kondisi di tujuh kota besar ini diperkirakan akan mengalami ketidakstabilan atmosfer yang cukup tinggi. Hujan petir biasanya terjadi pada siang menjelang sore hari, ditandai dengan penurunan suhu udara secara mendadak dan embusan angin yang kencang sesaat sebelum hujan turun.
Imbauan Keamanan untuk Masyarakat
Menanggapi situasi cuaca ekstrem yang merata di sejumlah wilayah Indonesia ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG terus berkoordinasi untuk memperbarui data pemantauan radar cuaca secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tidak meremehkan peringatan dini yang ada.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan saat hujan petir melanda, sangat disarankan untuk menghindari tempat terbuka seperti lapangan, sawah, atau berlindung di bawah pohon besar dan baliho yang rawan tumbang. Pengendara sepeda motor juga diminta untuk segera berteduh di bangunan yang kokoh dan menghindari berteduh di bawah jembatan layang (flyover) karena dapat memicu kemacetan lalu lintas serta membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.