Dari 7 Agama Terbesar Dunia, Mana yang Paling Cepat Berkembang?

S Sawalika 31 Jul 2026 1 dilihat 4 menit baca

Dunia dihuni oleh miliaran manusia dengan keyakinan yang beragam. Dari sekian banyak kepercayaan yang dianut manusia, tujuh kelompok agama besar biasanya dijadikan acuan dalam kajian demografi global: Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Yahudi, penganut agama rakyat atau lokal, serta kelompok yang tidak berafiliasi dengan agama apa pun (sering disebut "nones"). Pertanyaan yang kerap muncul adalah, di antara kelompok-kelompok besar ini, agama mana yang pertumbuhannya paling cepat?

Berdasarkan riset terbaru Pew Research Center yang dirilis pada Juni 2025, Islam tercatat sebagai agama dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia selama periode 2010 hingga 2020. Studi bertajuk Lanskap Keagamaan Global ini merupakan edisi kedua dari laporan demografi keagamaan yang pertama kali diterbitkan pada 2010, dan menggunakan lebih dari 2.700 sumber data seperti sensus nasional, survei demografi, dan register populasi dari 201 negara serta wilayah di dunia.

Selama satu dekade tersebut, populasi Muslim dunia meningkat dari sekitar 1,8 miliar menjadi lebih dari 2 miliar jiwa, sehingga proporsinya terhadap populasi dunia naik menjadi sekitar 25,6 persen. Sementara itu, jumlah umat Kristen memang masih bertambah secara absolut hingga mencapai 2,3 miliar jiwa, namun proporsinya terhadap populasi dunia justru menyusut sekitar 1,8 poin persentase menjadi 28,8 persen. Artinya, jarak antara jumlah umat Islam dan Kristen kian menyempit dari waktu ke waktu.

Ada beberapa faktor demografis yang menjelaskan mengapa Islam mencatat pertumbuhan tercepat dibandingkan agama-agama besar lainnya.

Pertama, struktur usia yang lebih muda. Rata-rata usia umat Muslim di dunia pada 2020 tercatat sekitar 24 tahun, jauh lebih muda dibandingkan rata-rata usia kelompok non-Muslim yang mencapai 33 tahun. Populasi yang lebih muda secara alami memiliki potensi reproduksi yang lebih besar di masa mendatang.

Kedua, tingkat kesuburan yang lebih tinggi. Perempuan Muslim secara global rata-rata memiliki jumlah anak lebih banyak dibandingkan perempuan dari kelompok agama lain. Tingkat kesuburan yang tinggi ini terutama terlihat di kawasan-kawasan dengan populasi Muslim besar seperti Timur Tengah–Afrika Utara dan Afrika sub-Sahara, yang juga merupakan wilayah dengan pertumbuhan populasi tercepat di dunia.

Ketiga, tingkat konversi keluar yang relatif rendah. Berbeda dengan Kristen yang menghadapi tingkat pindah agama (konversi keluar) cukup signifikan, terutama di kalangan generasi muda di Eropa dan Amerika Utara, Islam mencatat tingkat konversi keluar yang jauh lebih rendah. Pew mencatat bahwa untuk setiap satu orang yang beralih memeluk Kristen, ada sekitar tiga orang yang dibesarkan sebagai Kristen namun kemudian meninggalkan agama tersebut. Islam tidak mengalami "kebocoran" pengikut sebesar itu.

Keempat, konsentrasi geografis di wilayah berpopulasi tinggi. Mayoritas umat Muslim dunia—sekitar 1,2 miliar jiwa pada 2020—tinggal di kawasan Asia Pasifik, disusul kawasan Timur Tengah–Afrika Utara yang penduduknya sekitar 94 persen beragama Islam. Wilayah-wilayah ini termasuk yang memiliki angka pertumbuhan populasi tertinggi di dunia.

Kristen, meski kehilangan pangsa persentase, tetap menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbanyak di dunia hingga saat ini. Penurunannya terutama terjadi di kawasan Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Australia, dan Selandia Baru, sementara Afrika sub-Sahara kini justru menjadi kawasan dengan proporsi umat Kristen tertinggi, sekitar 31 persen dari populasi Kristen dunia.

Hindu dan Yahudi relatif stabil pertumbuhannya, mengikuti pola pertumbuhan populasi di negara-negara tempat mereka terkonsentrasi, seperti India untuk umat Hindu. Buddha justru menjadi satu-satunya kelompok agama besar yang mengalami penyusutan jumlah pemeluk secara absolut selama dekade 2010–2020, sebagian karena tingkat kelahiran rendah di negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok dan Jepang yang menjadi basis utama umat Buddha. Sementara itu, kelompok yang tidak berafiliasi dengan agama apa pun terus bertambah, terutama di negara-negara maju.

Berdasarkan data demografi terbaru, Islam adalah agama besar dunia yang mencatat laju pertumbuhan tercepat, didorong oleh kombinasi struktur usia yang muda, tingkat kesuburan tinggi, rendahnya konversi keluar, dan konsentrasi populasi di kawasan dengan pertumbuhan penduduk pesat. Namun demikian, Kristen untuk saat ini masih tetap menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia. Pergeseran lanskap keagamaan global ini menunjukkan bahwa peta demografi dunia terus berubah, dan faktor-faktor sosial-ekonomi di masa depan akan sangat menentukan arah perkembangan masing-masing agama selanjutnya.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sawalika

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Refleksi Sumpah Pemuda Mahasiswa BEM UI, Elemen Masyarakat, dan Publik Figur Turun ke Jalan Gelar Aksi #IndonesiaSadar

Refleksi Sumpah Pemuda Mahasiswa BEM UI, Elemen Masyarakat, dan Publik Figur Turun ke Jalan Gelar Aksi #IndonesiaSadar

JAKARTA — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, riak gerakan rakyat kembali mewarnai pusat Ibu Kota. Ribuan massa aksi yang terdiri dari aliansi mahasiswa—dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI)—bersama elemen masyarakat sipil, buruh, petani,...

28 Okt 2026

Peringatan Dini BMKG Waspada Potensi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Jabodetabek Besok

Peringatan Dini BMKG Waspada Potensi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Jabodetabek Besok

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem bagi seluruh kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, wilayah penyangga dan pusat Ibu Kota diprediksi akan mengalami potensi hujan dengan...

28 Okt 2026

Korlantas Polri Resmi Gelar Operasi Patuh 2026 Secara Serentak Fokus Tekan Angka Kecelakaan dan Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Korlantas Polri Resmi Gelar Operasi Patuh 2026 Secara Serentak Fokus Tekan Angka Kecelakaan dan Tindak Pelanggar Lalu Lintas

JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) dan Kepolisian Resor (Polres) di seluruh wilayah Indonesia resmi memulai pelaksanaan giat ketertiban lalu lintas dengan sandi Operasi Patuh 2026 . Serangkaian razia dan...

27 Okt 2026

BGN Minta SPPG Transparan Jika Ingin Dana Operasional Dapur MBG Cair

BGN Minta SPPG Transparan Jika Ingin Dana Operasional Dapur MBG Cair

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pencairan dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan administrasi dan pertanggungjawaban keuangan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kurangnya transparansi dalam pelaporan...

27 Okt 2026