Deretan Robot Humanoid yang Ambil Pekerjaan Manusia

T Tirza 16 Mei 2026 13 dilihat 4 menit baca

Perkembangan robot humanoid kini semakin pesat dan mulai digunakan untuk berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia. Sejumlah perusahaan teknologi bahkan melatih robot untuk tugas yang sangat spesifik di berbagai sektor. Tidak hanya di industri atau pabrik, robot humanoid kini sudah masuk ke dunia perhotelan, media, pelayanan publik, hingga aktivitas spiritual. Beberapa di antaranya bahkan mampu berinteraksi dan berkomunikasi layaknya manusia. Fenomena ini menunjukkan perkembangan AI dan robotika mulai membawa perubahan besar terhadap dunia kerja modern.

Menurut berbagai proyeksi, pasar robot humanoid bisa mencapai ratusan miliar dolar pada 2035. Barclays memperkirakan pasar global bisa menyentuh 200 miliar dolar AS pada 2035, sementara Morgan Stanley memproyeksikan dampak ekonomi 357 miliar dolar AS pada 2040. Robot-robot ini tidak hanya menggantikan tugas repetitif dan berbahaya, tetapi juga mulai melengkapi kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu. Di Amerika Serikat saja, Morgan Stanley memperkirakan 8 juta robot humanoid akan bekerja pada 2040, dengan dampak signifikan pada upah dan struktur pekerjaan tradisional. 

Robot Humanoid di Sektor Industri dan Logistik
Salah satu sektor yang paling cepat merasakan kehadiran robot humanoid adalah manufaktur dan logistik. Tesla Optimus menjadi salah satu contoh paling menonjol. Robot buatan Elon Musk ini telah diterjunkan di pabrik Tesla untuk tugas sorting, material handling, dan assembly. Optimus dirancang sebagai general-purpose humanoid yang mampu belajar tugas baru melalui visi saja, tanpa pemrograman rumit. Tesla menargetkan produksi massal dengan harga terjangkau, sekitar 20.000–30.000 dolar AS per unit, jauh lebih murah dibandingkan biaya tenaga kerja tahunan. 

Boston Dynamics Atlas juga sedang bertransformasi menjadi robot industri. Versi terbaru dirancang untuk material handling berat, otomatisasi cerdas, dan pekerjaan di lingkungan pabrik yang dinamis. Atlas mampu bergerak lincah, mengangkat beban, dan bekerja berdampingan dengan manusia. Sementara itu, Agility Robotics Digit sudah diterapkan di gudang Amazon, Schaeffler Group, GXO Logistics, dan pabrik Toyota di Kanada. Digit menangani tugas repetitif seperti memindahkan tote dan logistik, membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja serta mengurangi cedera pekerja. 

Figure AI melalui robot Figure 02 bekerja sama dengan BMW untuk tugas di lini produksi otomotif, dan dilaporkan telah berkontribusi pada lebih dari 30.000 kendaraan. Di China, pabrik Xiaomi telah menggunakan robot humanoid untuk memasang mur dan tugas presisi lainnya. Robot seperti LeadIn D1 dan Unitree G1 yang dijual mulai 16.000 dolar ASmampu mengangkat hingga 40 kg dan menangani material produksi. China bahkan meluncurkan lebih dari 35 model humanoid baru pada 2024 berkat dukungan kebijakan pemerintah.

Analis memprediksi humanoid akan pertama-tama menggantikan pekerjaan gudang, penanganan material otomotif, sorting komponen, inspeksi kualitas, dan pekerjaan pabrik umum antara 2026–2028. 

Ekspansi ke Sektor Jasa dan Pelayanan Publik
Perkembangan terbaru menunjukkan humanoid mulai masuk ke sektor jasa. Di bidang perhotelan dan kesehatan, robot seperti Promobot sudah digunakan sebagai resepsionis hotel, pemandu museum, dan asisten medis yang mengukur gula darah serta oksigen. KEENON Robotics memamerkan XMAN-F1 di WAIC 2025 yang bisa meracik minuman, menyajikan popcorn, dan memberikan presentasi produk dengan gerakan alami. 

Di rumah sakit, penelitian di Denmark dan Korea Selatan menunjukkan robot layanan meningkatkan occupational well-being staf dengan mengambil tugas rutin, sehingga tenaga medis bisa fokus pada perawatan pasien. Di sektor kesehatan, humanoid juga diuji untuk rehabilitasi, pendampingan lansia, dan komunikasi empatik dengan pasien. Studi menunjukkan robot dinilai unggul dalam hal keandalan, efisiensi, dan kebersihan, terutama pasca-pandemi COVID-19. 

Tantangan dan Prospek
Meski adopsi meningkat, tantangan masih ada. IDTechEx mencatat bahwa pasar humanoid akan mencapai 29,5 miliar dolar AS pada 2036, dengan adopsi awal terkonsentrasi di lingkungan industri yang terstruktur. Bottleneck utama kini bergeser dari hardware ke AI dan software, terutama model vision-language-action yang memungkinkan robot mengikuti perintah bahasa alami. 

Tahun 2026 dianggap sebagai titik balik di mana humanoid beralih dari demo panggung ke deployment nyata di pabrik. Dengan biaya komponen yang terus turun dan rantai pasok yang mulai stabil, robot humanoid diprediksi akan menjadi bagian standar dari strategi otomasi industri dalam satu dekade ke depan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Indonesia Masuki Era Baru AI, Transformasi Digital Semakin Cepat di 2026

Indonesia Masuki Era Baru AI, Transformasi Digital Semakin Cepat di 2026

Jakarta -  Indonesia mulai memasuki era baru perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada tahun 2026. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat berbagai sektor industri mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, pelayanan publik, hingga pengembangan bisnis...

16 Mei 2026

Elon Musk hingga Tim Cook Dampingi Trump Temui Xi Jinping

Elon Musk hingga Tim Cook Dampingi Trump Temui Xi Jinping

JAKARTA – Dunia internasional tengah menyoroti pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China. Namun, ada yang berbeda dalam pertemuan kali ini. Presiden Donald Trump tidak hanya datang bersama jajaran menteri kabinetnya, melainkan juga...

16 Mei 2026

Instagram Resmi Luncurkan Fitur Balas Komentar Pakai Foto

Instagram Resmi Luncurkan Fitur Balas Komentar Pakai Foto

JAKARTA – Instagram kembali mengukuhkan posisinya sebagai platform media sosial berbasis visual nomor satu di dunia. Setelah melalui berbagai tahap uji coba terbatas, anak perusahaan Meta ini akhirnya meresmikan fitur terbarunya yang memungkinkan pengguna untuk memposting foto di kolom komentar....

16 Mei 2026

Kolaborasi Apple & OpenAI Fitur "Siri Quantum" Resmi Diluncurkan Global, Lompatan AI Terbesar Dekade Ini

Kolaborasi Apple & OpenAI Fitur "Siri Quantum" Resmi Diluncurkan Global, Lompatan AI Terbesar Dekade Ini

JAKARTA – Jagat teknologi global hari ini, Sabtu (16/5/2026), digemparkan oleh pembaruan sistem operasi massal dari Apple Inc. yang resmi memperkenalkan teknologi asisten virtual generasi terbaru dinamai "Siri Quantum" . Fitur mutakhir yang lahir dari kolaborasi rahasia jangka panjang bersama...

16 Mei 2026