Gempa Terkini Magnitudo 4,0 Getarkan Malang, Berpusat di Kedalaman 24 Km

R Revena 25 Agu 2026 0 dilihat 3 menit baca

JAKARTA – Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan sekitarnya kembali diguncang oleh peristiwa gempa bumi tektonik pada hari ini. Berdasarkan rilis data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang terjadi tercatat memiliki kekuatan Magnitudo 4,0. Guncangan ini sempat mengejutkan sebagian warga yang tengah beraktivitas.

Pihak BMKG melaporkan bahwa pusat gempa (episentrum) berada di wilayah perairan laut bagian selatan Kabupaten Malang. Adapun titik hiposentrum atau kedalaman gempa terdeteksi berada pada kedalaman 24 kilometer di bawah permukaan laut. Mengingat letak kedalamannya yang relatif dangkal, getaran gempa ini cukup terasa hingga ke wilayah daratan di sekitar Malang pesisir.

Analisis BMKG dan Skala Dampak Guncangan

Berdasarkan analisis mekanisme sumber yang dilakukan oleh tim BMKG, gempa bumi magnitudo 4,0 ini diklasifikasikan sebagai jenis gempa bumi dangkal. Gempa semacam ini umumnya dipicu oleh adanya aktivitas deformasi batuan atau pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi yang berada di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Pulau Jawa.

Getaran gempa bumi ini dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang, seperti kawasan Sendang Biru, Bantur, hingga Sumbermanjing Wetan. Menurut skala Modified Mercalli Intensity (MMI), guncangan dirasakan pada tingkat II hingga III MMI. Artinya, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk ringan yang sedang melintas, serta membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Meskipun guncangannya sempat membuat beberapa warga keluar rumah sebagai bentuk antisipasi, hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang belum menerima adanya laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Dipastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Satu hal yang paling menjadi perhatian masyarakat pesisir setiap kali terjadi gempa bumi adalah potensi datangnya gelombang pasang. Terkait hal ini, BMKG dengan tegas menyatakan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi magnitudo 4,0 di kedalaman 24 Km ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Massa air laut dipastikan dalam kondisi normal dan aman.

Kendati demikian, BMKG tetap mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat luas, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya:

  • Waspada Gempa Susulan: Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya gempa bumi susulan (aftershocks) dengan kekuatan yang biasanya lebih kecil.

  • Periksa Kondisi Rumah: Sebelum kembali masuk ke dalam rumah pascagempa, pastikan tidak ada retakan struktural pada dinding atau tiang penyangga yang dapat membahayakan keselamatan penghuni.

  • Hindari Hoaks: Warga sangat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu liar atau pesan berantai yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan selalu memperbarui informasi kebencanaan dan gempa bumi terkini hanya dari sumber resmi pemerintah, yakni melalui aplikasi InfoBMKG, situs web resmi BMKG, atau saluran media sosial yang telah terverifikasi. Kesiapsiagaan dan ketenangan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi mitigasi bencana di kawasan rawan gempa seperti selatan Jawa.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
R

Ditulis oleh

Revena

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Lombok Berduka, Kebakaran di Desa Adat Sade Sabtu Malam Lahap 120 Bangunan Tradisional

Lombok Berduka, Kebakaran di Desa Adat Sade Sabtu Malam Lahap 120 Bangunan Tradisional

LOMBOK TENGAH – Suasana duka dan keprihatinan mendalam menyelimuti Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Musibah kebakaran hebat melalap kawasan permukiman tradisional suku Sasak tersebut pada Sabtu malam. Berdasarkan pendataan awal dari tim penanggulangan bencana setempat,...

24 Agu 2026

Fenomena Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026 Mengapa Tidak Dapat Diamati dari Indonesia?

Fenomena Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026 Mengapa Tidak Dapat Diamati dari Indonesia?

JAKARTA _ Fenomena astronomi selalu berhasil menarik perhatian publik, termasuk peristiwa Gerhana Bulan Sebagian yang diproyeksikan terjadi pada akhir Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama konsorsium peneliti astronomi nasional merilis analisis ilmiah mengenai peristiwa langit tersebut. Hasil...

23 Agu 2026

Kebakaran Lahan Taman Nasional Way Kambas Diduga Disengaja, Polisi Turun Tangan Selidiki Penyebabnya

Kebakaran Lahan Taman Nasional Way Kambas Diduga Disengaja, Polisi Turun Tangan Selidiki Penyebabnya

JAKARTA – Kawasan hutan dan padang savana di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, mengalami kebakaran cukup hebat sejak Jumat siang. Kobaran api yang dengan cepat merambat akibat cuaca kering dan tiupan angin kencang membuat ratusan hektare...

23 Agu 2026

Refleksi Hari Konferensi Meja Bundar: Meneguhkan Kembali Kedaulatan dan Kemandirian Bangsa di Era Modern

Refleksi Hari Konferensi Meja Bundar: Meneguhkan Kembali Kedaulatan dan Kemandirian Bangsa di Era Modern

Tepat pada hari Minggu, 23 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati salah satu tonggak sejarah penting dalam lembaran perjuangan diplomasi nasional, yakni Hari Peringatan Konferensi Meja Bundar (KMB) . Momentum ini selalu menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan beratnya proses...

23 Agu 2026