GoPay, layanan teknologi finansial milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), resmi masuk dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026. Pengakuan ini datang dari lembaga riset data Statista bersama jaringan berita bisnis global CNBC, yang menempatkan GoPay sebagai satu dari 500 perusahaan fintech terbaik di dunia. Pencapaian ini menjadi penanda penting bagi industri teknologi finansial Indonesia, sekaligus bukti bahwa solusi keuangan digital kini menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan dari aktivitas harian masyarakat.
Dalam daftar tersebut, Statista dan CNBC mengelompokkan ratusan perusahaan fintech dunia ke dalam delapan segmen pasar, mulai dari pembiayaan alternatif, aset digital, enterprise fintech, insurtech, neobanking, payments, regtech, hingga wealth technology. GoPay masuk dalam kategori payments atau sistem pembayaran, bergabung bersama 114 perusahaan lain yang dinilai unggul dalam menyediakan layanan pembayaran, gerbang pembayaran, serta memfasilitasi transaksi baik secara daring maupun luring, termasuk transfer antarindividu dan antarperusahaan.
Pengakuan internasional ini tidak datang begitu saja. Ia sejalan dengan tren pertumbuhan GoPay di pasar domestik yang terus menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah pengguna aktif maupun volume transaksi.
Head of GoPay Wallet, Kelvin Timotius, menyampaikan bahwa pengakuan dari dunia internasional ini mencerminkan kerja keras tim serta komitmen GoPay dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan kehormatan bagi perusahaan, sekaligus bentuk terima kasih kepada jutaan pengguna yang telah memercayakan aktivitas keuangan sehari-hari mereka pada GoPay.
Data menunjukkan bahwa pada kuartal II 2026, jumlah pengguna aktif bulanan (monthly transacting users) GoPay mencapai 28,8 juta orang, tumbuh 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa layanan dompet digital tersebut semakin lekat dengan gaya hidup masyarakat, mulai dari pembayaran transportasi, belanja daring, hingga transaksi di merchant offline.
Yang tak kalah menarik, kinerja positif GoPay turut menjadi mesin pertumbuhan utama bagi grup GoTo secara keseluruhan. Sepanjang periode April hingga Juni 2026, untuk pertama kalinya profitabilitas lini bisnis fintech GoTo melampaui kinerja bisnis on-demand services seperti layanan transportasi dan pesan-antar. EBITDA yang disesuaikan dari segmen fintech melonjak tajam secara tahunan, ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih dan lonjakan gross transaction value (GTV) inti yang signifikan.
Momentum ini turut mendorong GoTo membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan nilai mencapai Rp 252 miliar pada kuartal II 2026, naik 47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kombinasi antara pertumbuhan pengguna, peningkatan transaksi, dan perbaikan profitabilitas inilah yang pada akhirnya turut memperkuat posisi GoPay di mata lembaga pemeringkat internasional.
Menurut Kelvin, masuknya GoPay ke dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026 bukan hanya prestasi individu perusahaan, melainkan juga mencerminkan semakin kuatnya posisi industri teknologi finansial nasional di kancah global. Indonesia, dengan populasi besar dan tingkat adopsi teknologi digital yang terus meningkat, telah menjadi salah satu pasar fintech paling dinamis di Asia Tenggara.
GoPay sendiri kini tidak lagi sekadar alat pembayaran untuk layanan transportasi daring, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem finansial yang lebih luas. Integrasinya dengan Tokopedia, kehadiran fitur pembayaran cicilan seperti GoPayLater, hingga kemudahan transfer antarbank tanpa biaya tambahan, menjadikan GoPay sebagai salah satu pilihan utama masyarakat dalam mengelola keuangan harian.
Pencapaian GoPay ini turut menegaskan satu hal penting: solusi digital harian bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar bagi masyarakat modern. Dari transaksi kecil seperti membeli kopi hingga pengelolaan tagihan bulanan, layanan seperti GoPay memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi yang semakin sulit digantikan oleh metode konvensional.
Dengan masuknya GoPay ke jajaran fintech terbaik dunia versi Statista dan CNBC, publik semakin diyakinkan bahwa inovasi keuangan digital asal Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Ke depan, tantangan bagi GoPay dan pemain fintech nasional lainnya adalah menjaga momentum pertumbuhan ini sembari terus menghadirkan inovasi yang aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.