Harga BBM Pertamax Mengalami Penyesuaian, Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

S Sindi 12 Mar 2026 43 dilihat 2 menit baca

Bekasi – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax kembali mengalami penyesuaian di sejumlah wilayah Indonesia. Perubahan harga tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia serta dinamika pasar energi global dalam beberapa waktu terakhir.

Perusahaan energi nasional Pertamina melakukan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi guna menyesuaikan dengan kondisi pasar internasional. Pertamax yang memiliki nilai oktan (RON) 92 merupakan salah satu produk BBM yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah, sehingga harga jualnya dapat berubah mengikuti perkembangan harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi yang beredar di pasar energi, harga Pertamax di sejumlah daerah mengalami kenaikan dari harga sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan secara berkala sebagai bagian dari mekanisme penetapan harga BBM non-subsidi yang mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk biaya produksi, distribusi, serta kondisi pasar global.

Kenaikan harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penyesuaian harga BBM. Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan penghasil minyak juga turut memberikan tekanan terhadap pasokan energi global sehingga berdampak pada pergerakan harga minyak internasional.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk BBM non-subsidi. Sementara itu, BBM bersubsidi tetap dijaga agar tidak mengalami perubahan harga guna melindungi daya beli masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan dengan kebutuhan bahan bakar yang lebih terjangkau.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa penyesuaian harga Pertamax merupakan langkah yang wajar dalam mekanisme pasar energi. Namun demikian, pemerintah dan pihak terkait diharapkan tetap memantau perkembangan harga minyak dunia agar dampaknya terhadap inflasi dan kondisi ekonomi nasional dapat tetap terkendali.

Dengan adanya perubahan harga ini, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan penggunaan bahan bakar sesuai kebutuhan serta tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait harga BBM di masing-masing daerah.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sindi

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta Resmi Diambil Alih Pemerintah demi Program 3 Juta Rumah

Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta Resmi Diambil Alih Pemerintah demi Program 3 Juta Rumah

Terima kasih atas koreksinya. Mari kita buat berita ini menjadi jauh lebih mendalam, kaya akan detail regulasi, teknis pembangunan, dan analisis dampak ekonomi agar panjangnya benar-benar melebihi 500 kata serta semakin optimal untuk SEO Google. Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta...

30 Jun 2026

KPK Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dalam Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU Rita Widyasari

KPK Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dalam Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dan memeriksa Japto Soerjosoemarno sebagai saksi dalam kasus dugaan praktik korupsi penerimaan gratifikasi per metric ton batu bara di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap lebih...

30 Jun 2026

Latihan Militer Koperasi Desa Berubah Format, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Latihan Militer Koperasi Desa Berubah Format, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk mengubah format pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Perubahan tersebut dilakukan dengan mengurangi intensitas latihan fisik serta menghilangkan berbagai...

30 Jun 2026

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tembus 45°C, 1.300 Orang Tewas dan 191 Juta Warga Siaga Merah

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tembus 45°C, 1.300 Orang Tewas dan 191 Juta Warga Siaga Merah

PARIS – Krisis iklim global kian menunjukkan dampak nyatanya yang mengerikan. Sebagian besar wilayah Eropa saat ini tengah dikepung oleh fenomena gelombang panas ( heatwave ) paling ekstrem dalam sejarah modern. Berdasarkan laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan...

29 Jun 2026