Timur Tengah Memanas: Operasi ‘Epic Fury’ Guncang Iran, Jalur Minyak Dunia Terancam

A Azka 12 Mar 2026 40 dilihat 2 menit baca

Bekasi – Situasi di kawasan Timur Tengah memasuki fase kritis setelah rangkaian serangan udara intensif melanda berbagai titik strategis di Iran dalam beberapa hari terakhir. Memasuki pertengahan Maret 2026, konflik yang melibatkan pasukan koalisi Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah memicu kekhawatiran global akan krisis energi dan stabilitas keamanan internasional.

Eskalasi Serangan dan Kerugian Militer

Laporan terbaru menyebutkan bahwa operasi militer bertajuk "Operation Epic Fury" telah menargetkan infrastruktur militer dan energi di setidaknya 10 provinsi di Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi penghancuran sejumlah kapal perang kelas Soleimani milik Angkatan Laut IRGC serta fasilitas kilang minyak di wilayah Khuzestan.

Di sisi lain, Teheran membalas dengan meluncurkan rentetan rudal balistik dan serangan drone ke posisi militer di Israel utara serta beberapa target di negara tetangga Teluk. Meskipun sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar proyektil, ketegangan ini telah memaksa ribuan warga sipil mengungsi.

Ancaman Jalur Pasokan Minyak Dunia

Salah satu titik paling krusial saat ini adalah Selat Hormuz. Iran dilaporkan mulai mengerahkan ranjau laut di jalur strategis tersebut sebagai upaya menekan distribusi energi global.

  • Dampak Harga Minyak: Harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga 12%, mendekati level kritis.

  • Sentimen Pasar: Investor mulai beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas, yang harganya kini meroket tajam di pasar internasional.

Nasib Warga Negara Indonesia (WNI)

Kementerian Luar Negeri RI terus bergerak cepat dalam melakukan evakuasi. Per 12 Maret 2026, puluhan WNI telah berhasil dipulangkan ke tanah air melalui perbatasan Azerbaijan. Sejumlah WNI yang masih bertahan di Teheran melaporkan suara ledakan rudal menjadi pemandangan harian, namun situasi di beberapa asrama pekerja masih terpantau dalam koordinasi ketat KBRI.

Analisis Singkat: Jika blokade di Selat Hormuz benar-benar terjadi secara total, dunia diprediksi akan menghadapi inflasi besar-besaran. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, perlu mewaspadai kenaikan biaya logistik dan harga pangan dalam negeri di tengah suasana menjelang Hari Raya.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Azka

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta Resmi Diambil Alih Pemerintah demi Program 3 Juta Rumah

Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta Resmi Diambil Alih Pemerintah demi Program 3 Juta Rumah

Terima kasih atas koreksinya. Mari kita buat berita ini menjadi jauh lebih mendalam, kaya akan detail regulasi, teknis pembangunan, dan analisis dampak ekonomi agar panjangnya benar-benar melebihi 500 kata serta semakin optimal untuk SEO Google. Dobrakan Baru! Lahan Eks Meikarta...

30 Jun 2026

KPK Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dalam Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU Rita Widyasari

KPK Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dalam Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dan memeriksa Japto Soerjosoemarno sebagai saksi dalam kasus dugaan praktik korupsi penerimaan gratifikasi per metric ton batu bara di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap lebih...

30 Jun 2026

Latihan Militer Koperasi Desa Berubah Format, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Latihan Militer Koperasi Desa Berubah Format, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk mengubah format pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Perubahan tersebut dilakukan dengan mengurangi intensitas latihan fisik serta menghilangkan berbagai...

30 Jun 2026

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tembus 45°C, 1.300 Orang Tewas dan 191 Juta Warga Siaga Merah

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tembus 45°C, 1.300 Orang Tewas dan 191 Juta Warga Siaga Merah

PARIS – Krisis iklim global kian menunjukkan dampak nyatanya yang mengerikan. Sebagian besar wilayah Eropa saat ini tengah dikepung oleh fenomena gelombang panas ( heatwave ) paling ekstrem dalam sejarah modern. Berdasarkan laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan...

29 Jun 2026