Terbaru

Harga Komponen Melonjak, Pasar PC Global Turun 3,6% pada Kuartal II 2026

H Herman 11 Jul 2026 0 dilihat 4 menit baca

Pasar komputer pribadi (personal computer/PC) global menghadapi tekanan sepanjang kuartal kedua 2026 akibat lonjakan harga komponen utama, terutama memori (DRAM) dan media penyimpanan (storage). Kenaikan biaya produksi memaksa banyak produsen menaikkan harga jual perangkat, sehingga berdampak pada melemahnya permintaan konsumen dan menurunnya pengiriman PC secara global.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset teknologi Omdia, total pengiriman komputer pribadi dunia selama periode April hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 65,67 juta unit, turun sekitar 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi di hampir seluruh kategori perangkat, mulai dari desktop, notebook, hingga workstation.

Data Omdia menunjukkan pengiriman komputer desktop, termasuk desktop workstation, mencapai 13,9 juta unit, atau turun sekitar 1,3% secara tahunan. Sementara itu, segmen notebook yang selama beberapa tahun terakhir menjadi kontributor terbesar pasar PC mengalami penurunan lebih dalam, yakni 4,2%, dengan total pengiriman sekitar 51,7 juta unit.

Principal Analyst Omdia, Ben Yeh, menjelaskan bahwa lonjakan harga komponen yang terjadi sejak awal tahun menjadi penyebab utama kenaikan harga perangkat komputer di pasar global. Harga chip memori dan storage yang meningkat tajam membuat biaya produksi melonjak sehingga produsen tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

Menurut Ben, kenaikan harga tersebut sempat mendorong perusahaan maupun konsumen melakukan pembelian lebih awal sebagai langkah antisipasi sebelum harga kembali naik. Fenomena tersebut membantu menjaga volume penjualan pada awal tahun, namun di sisi lain justru berpotensi mengurangi permintaan pada kuartal-kuartal berikutnya karena banyak kebutuhan telah dipenuhi lebih cepat.

"Lonjakan tajam harga memori dan storage pada kuartal pertama memberikan dampak signifikan terhadap harga produk pada kuartal kedua. Hal ini mendorong konsumen maupun pelaku teknologi informasi mempercepat pembelian untuk menghindari kenaikan harga lebih lanjut," ujar Ben Yeh dalam laporannya.

Meski strategi pembelian lebih awal sempat menjaga aktivitas pasar, para analis memperkirakan kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Setelah kebutuhan perangkat terpenuhi, permintaan baru diperkirakan akan melambat sehingga pasar komputer global masih menghadapi tantangan hingga akhir tahun.

Kenaikan harga perangkat sebenarnya telah dimulai sejak penghujung 2025. Beberapa produsen PC lebih dulu menaikkan harga produknya sebelum Apple melakukan penyesuaian harga pada lini MacBook. Saat ini, harga berbagai produk komputer dengan spesifikasi setara telah meningkat sekitar 20% hingga 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan harga tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Banyak individu maupun perusahaan memilih menunda pembelian perangkat baru dan memaksimalkan penggunaan komputer yang sudah dimiliki daripada melakukan upgrade.

Sektor pendidikan dan usaha kecil juga menjadi kelompok yang cukup terdampak. Komputer merupakan salah satu perangkat utama untuk mendukung kegiatan belajar, administrasi, hingga operasional bisnis. Ketika harga perangkat meningkat signifikan, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan lain yang juga mengalami kenaikan biaya.

Di sisi lain, lonjakan harga komponen berkaitan erat dengan meningkatnya permintaan chip memori untuk berbagai kebutuhan baru, khususnya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI dan server berperforma tinggi, sehingga pasokan bagi industri komputer pribadi menjadi lebih terbatas.

Fenomena tersebut membuat harga DRAM dan NAND Flash sebagai komponen utama penyimpanan mengalami kenaikan cukup tajam sepanjang tahun. Kondisi ini berdampak langsung terhadap seluruh rantai pasok industri komputer, mulai dari produsen komponen hingga perusahaan yang memasarkan perangkat jadi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai prospek pasar PC dalam jangka panjang masih cukup positif. Transformasi digital yang terus berlangsung, meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis AI, serta siklus pembaruan perangkat di kalangan perusahaan diperkirakan akan kembali mendorong permintaan ketika harga komponen mulai stabil.

Selain itu, perkembangan komputer yang telah dilengkapi fitur AI atau AI PC juga diyakini akan menjadi pendorong baru pertumbuhan industri. Banyak produsen tengah mengembangkan perangkat dengan kemampuan pemrosesan AI secara lokal melalui Neural Processing Unit (NPU), yang menawarkan pengalaman penggunaan lebih cepat dan efisien tanpa selalu bergantung pada layanan komputasi awan.

Bagi produsen, tantangan utama saat ini adalah menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli konsumen. Jika harga perangkat terus meningkat, risiko perlambatan pasar akan semakin besar. Sebaliknya, apabila harga komponen mulai turun, produsen memiliki peluang untuk kembali menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif sehingga mampu mendorong permintaan.

Industri PC global kini berada dalam fase penyesuaian setelah beberapa tahun mengalami perubahan besar akibat pandemi, lonjakan permintaan perangkat kerja jarak jauh, hingga berkembangnya teknologi AI. Meski pengiriman komputer mengalami penurunan pada kuartal kedua 2026, para pelaku industri masih optimistis pasar akan kembali bertumbuh seiring stabilnya rantai pasok dan munculnya inovasi perangkat generasi terbaru yang menawarkan kemampuan lebih canggih bagi pengguna di seluruh dunia.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

OpenAI Perkenalkan ChatGPT Work, Agen AI yang Mampu Otomatiskan Pembuatan Presentasi dan Dokumen

OpenAI Perkenalkan ChatGPT Work, Agen AI yang Mampu Otomatiskan Pembuatan Presentasi dan Dokumen

OpenAI kembali memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan memperkenalkan ChatGPT Work , sebuah agen AI yang dirancang untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan profesional secara otomatis. Teknologi terbaru ini dikembangkan untuk menangani tugas-tugas kompleks, mulai dari menyusun dokumen, membuat spreadsheet,...

11 Jul 2026

Microsoft Fokuskan Obsidian Garap Fallout, Sekuel Avowed Dihentikan dalam Restrukturisasi Xbox

Microsoft Fokuskan Obsidian Garap Fallout, Sekuel Avowed Dihentikan dalam Restrukturisasi Xbox

Microsoft kembali melakukan perubahan besar dalam strategi bisnis divisi gimnya. Sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran di Xbox, perusahaan memutuskan untuk mengalihkan studio Obsidian Entertainment agar fokus mengembangkan gim baru dalam waralaba Fallout . Di sisi lain, pengembangan sekuel Avowed resmi...

11 Jul 2026

Analisis Dinamika Berita Terkini di Era Digital 2026: Tantangan dan Peluang

Analisis Dinamika Berita Terkini di Era Digital 2026: Tantangan dan Peluang

Analisis mendalam mengenai tantangan dan peluang berita terkini di era digital 2026, menyoroti akurasi, peran media sosial, dan etika jurnalisme.

11 Jul 2026

Robot Humanoid di China Kini Merakit Robot Lain, Babak Baru Otomatisasi Industri Dimulai

Robot Humanoid di China Kini Merakit Robot Lain, Babak Baru Otomatisasi Industri Dimulai

Perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali mencatatkan tonggak penting. Perusahaan robotika asal China, Unitree Robotics , memperlihatkan bagaimana robot humanoid tidak lagi sekadar menjadi objek penelitian atau demonstrasi teknologi, melainkan telah berperan langsung dalam proses produksi di...

10 Jul 2026