Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang tinggal beberapa pekan lagi, harga berbagai bahan pokok di pasar tradisional dan ritel modern mulai menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan ini terutama terjadi pada komoditas yang banyak digunakan untuk persiapan kurban serta hidangan khas lebaran seperti daging, bawang, cabai, dan minyak goreng.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, harga daging sapi premium naik rata-rata Rp10.000–Rp15.000 per kilogram dibandingkan dua minggu lalu. Di Pasar Induk Kramat Jati, misalnya, daging sapi kualitas super kini dijual Rp145.000 per kilogram, sementara daging kualitas sedang mencapai Rp135.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging kambing yang rata-rata naik Rp8.000–Rp12.000 per kilogram.
Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi dan Kambing Indonesia, Ahmad Fauzi, mengatakan kenaikan ini wajar menjelang Idul Adha karena permintaan biasanya meningkat signifikan. “Setiap tahun menjelang Idul Adha, permintaan daging memang melonjak. Tahun ini lonjakannya lebih tinggi karena banyak masyarakat yang sudah mulai memesan hewan kurban sejak awal bulan,” ujarnya.
Selain daging, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Bawang merah di pasar grosir naik dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Bawang putih lokal naik Rp5.000–Rp7.000 per kilogram. Pedagang beralasan pasokan dari sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai berkurang karena cuaca ekstrem beberapa minggu terakhir.
Harga cabai rawit merah juga ikut merangkak naik. Di beberapa pasar, cabai rawit merah kini dijual Rp65.000–Rp75.000 per kilogram, naik hampir 30 persen dibandingkan awal bulan. Sementara cabai merah besar naik dari Rp45.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
Minyak goreng curah dan kemasan juga mengalami sedikit kenaikan. Minyak goreng curah naik Rp1.000–Rp1.500 per liter, sementara minyak kemasan premium naik Rp2.000 per liter. Meski kenaikannya tidak sebesar komoditas lain, pedagang mengatakan permintaan minyak untuk memasak lauk lebaran biasanya meningkat tajam.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengklaim stok bahan pokok secara nasional masih aman. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Muhammad Lutfi, mengatakan pihaknya telah melakukan operasi pasar di berbagai daerah untuk menstabilkan harga. “Kami memastikan pasokan cukup. Kenaikan harga yang terjadi lebih karena faktor musiman dan permintaan yang meningkat,” katanya.
Namun, sejumlah rumah tangga mengaku mulai khawatir dengan kenaikan harga ini. Ibu rumah tangga di Bekasi, Siti Aminah, mengatakan biasanya ia mengeluarkan Rp1,2 juta untuk belanja menjelang Idul Adha, namun tahun ini ia memperkirakan biayanya bisa mencapai Rp1,6 juta.
“Semuanya naik. Daging, bumbu, minyak, semuanya. Akhirnya kami harus lebih selektif dalam membeli,” ucapnya.
Sementara itu, para peternak hewan kurban juga mencatat peningkatan permintaan. Harga sapi kurban ukuran sedang kini berkisar Rp18 juta–Rp22 juta, naik Rp2 juta–Rp3 juta dibandingkan tahun lalu. Sapi ukuran besar bahkan bisa mencapai Rp28 juta–Rp35 juta.
Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rina Kusuma, mengatakan kenaikan harga menjelang Idul Adha bersifat musiman dan biasanya akan kembali stabil setelah hari raya. Namun ia mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap potensi spekulasi harga.
“Yang perlu diwaspadai adalah praktik penimbunan. Pemerintah harus memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak ada kelangkaan yang dibuat-buat,” katanya.
Hingga saat ini, Kementerian Pertanian memastikan populasi sapi dan kambing di seluruh Indonesia masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha tahun ini. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk membeli hewan kurban dari peternak lokal guna mendukung ekonomi peternak.
Dengan masih tersisa waktu sekitar tiga minggu menjelang Idul Adha, para pelaku pasar memperkirakan harga bahan pokok akan terus bergerak naik, meski tidak sebesar saat menjelang Ramadan. Masyarakat diimbau untuk mulai berbelanja secara bertahap agar tidak terkena lonjakan harga yang lebih tinggi mendekati hari H.