Kebakaran di Tanah Tinggi Johar Baru, 10 Unit Damkar Dikerahkan ke Lokasi

D Dina 04 Jun 2026 2 dilihat 4 menit baca

Jakarta – Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis dini hari. Sebuah rumah tinggal di Jalan Tanah Tinggi dilalap api, tepatnya di depan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat yang menjadi titik acuan bagi petugas di lapangan. Warga sekitar yang terbangun dari tidurnya karena suara letupan dan kepulan asap tebal langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang-barang berharga mereka.

Insiden ini memicu respons cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Petugas pemadam kebakaran yang berjaga sigap mengerahkan kekuatan besar untuk menjinakkan si jago merah. Total hingga sepuluh unit mobil pemadam kebakaran atau setara dengan puluhan personel diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman. Puluhan damkar ini dikerahkan dari beberapa pos terdekat, termasuk Pos Johar Baru, Pos Senen, dan Pos Kemayoran. Upaya besar-besaran ini dilakukan karena saat tim pertama tiba, kobaran api masih dalam status siaga tertinggi atau kode merah, yang menandakan titik api masih aktif berkobar dan berpotensi membesar serta merambat ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, yang memimpin langsung penanganan di lokasi, menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi petugas adalah akses jalan menuju titik api yang sempit dan dipenuhi kendaraan warga yang parkir sembarangan. "Kami harus menarik selang hingga ratusan meter dari mobil pemadam yang parkir di jalan utama. Ini sedikit memperlambat proses pemadaman di menit-menit awal," ujarnya di lokasi kejadian. Beruntung, warga sekitar dengan sigap membantu membersihkan jalan dan memindahkan kendaraan mereka sehingga mobil pemadam tambahan akhirnya bisa mendekat.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas sempat kewalahan karena angin yang bertiup kencang membuat api cepat menjalar ke bagian belakang rumah yang bersebelahan dengan bangunan lain yang terbuat dari kayu. Namun berkat kerja sama tim yang solid dan bantuan dari warga yang ikut memadamkan menggunakan alat seadanya seperti ember dan pasir, api berhasil dilokalisasi dan akhirnya dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.30 WIB. Setelah api padam, petugas masih melakukan pendinginan selama kurang lebih 30 menit untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi menyala kembali.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bersama dengan petugas Damkar masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap sumber api. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di bagian dapur rumah korban, mengingat instalasi listrik di rumah tersebut tergolong tua dan tidak pernah diperbaiki sejak bertahun-tahun lalu. Namun hal ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui pemeriksaan forensik.

Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Satu unit rumah tinggal ludes terbakar beserta seluruh isinya, termasuk perabotan, dokumen penting, dan uang tunai milik korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun satu orang kepala keluarga mengalami luka bakar ringan di tangan kanannya saat berusaha menyelamatkan tabung gas. Korban saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas terdekat dan kondisinya dilaporkan stabil.

Insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan kawasan permukiman padat seperti Johar Baru terhadap bahaya kebakaran. Kepadatan bangunan yang tinggi dan akses jalan yang relatif sempit kerap kali menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam untuk menjangkau titik api dengan cepat. Situasi ini diperparah dengan cuaca panas yang melanda beberapa hari terakhir, meningkatkan risiko kebakaran akibat kelalaian atau korsleting listrik. Wali Kota Jakarta Pusat yang sempat meninjau lokasi kejadian pada pagi harinya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan akses kebakaran di kawasan permukiman padat.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memeriksa instalasi listrik serta kompor gas secara berkala untuk mencegah terjadinya hubungan arus pendek atau kebocoran yang dapat memicu kebakaran. Lebih jauh, masyarakat di sekitar lokasi kejadian diminta untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan dan hasil investigasi penyebab kebakaran akan disampaikan oleh pihak kepolisian dan Dinas Gulkarmat dalam waktu dekat.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Rute Transjakarta Dipangkas, Penumpang Diminta Cari Alternatif

Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Rute Transjakarta Dipangkas, Penumpang Diminta Cari Alternatif

Dampak jalan ambles di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kini semakin meluas. Tidak hanya menyebabkan kemacetan panjang dan penutupan sebagian jalur menuju Depok, kerusakan infrastruktur tersebut juga memengaruhi layanan transportasi umum. PT Transjakarta resmi memangkas sejumlah rute yang melintasi kawasan...

03 Jun 2026

Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Siklon Tropis JANGMI, Wilayah Ini Berpotensi Cuaca Ekstrem

Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Siklon Tropis JANGMI, Wilayah Ini Berpotensi Cuaca Ekstrem

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika atmosfer yang diprediksi akan terjadi selama sepekan ke depan. Perhatian utama tertuju pada kemunculan aktivitas Siklon Tropis JANGMI . Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia saat ini...

02 Jun 2026

Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Kembali Jadi Peristiwa yang Disorot Publik

Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Kembali Jadi Peristiwa yang Disorot Publik

Sejumlah wilayah di Indonesia kembali mengalami bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem serta curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi peristiwa yang paling sering terjadi dan berdampak...

02 Jun 2026

Semalam Mencekam, Pasar Jiung Kemayoran Diamuk Si Jago Merah 250 Bangunan Ludes, Ratusan Warga Mengungsi

Semalam Mencekam, Pasar Jiung Kemayoran Diamuk Si Jago Merah 250 Bangunan Ludes, Ratusan Warga Mengungsi

JAKARTA — Kawasan permukiman padat penduduk di belakang Pasar Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak mencekam pada Senin malam, 1 Juni 2026. Kebakaran hebat melanda wilayah tersebut, menghanguskan sedikitnya 250 bangunan...

02 Jun 2026