Terbaru

Kebakaran di Tanah Tinggi Johar Baru, 10 Unit Damkar Dikerahkan ke Lokasi

D Dina 04 Jun 2026 22 dilihat 4 menit baca

Jakarta – Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis dini hari. Sebuah rumah tinggal di Jalan Tanah Tinggi dilalap api, tepatnya di depan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat yang menjadi titik acuan bagi petugas di lapangan. Warga sekitar yang terbangun dari tidurnya karena suara letupan dan kepulan asap tebal langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang-barang berharga mereka.

Insiden ini memicu respons cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Petugas pemadam kebakaran yang berjaga sigap mengerahkan kekuatan besar untuk menjinakkan si jago merah. Total hingga sepuluh unit mobil pemadam kebakaran atau setara dengan puluhan personel diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman. Puluhan damkar ini dikerahkan dari beberapa pos terdekat, termasuk Pos Johar Baru, Pos Senen, dan Pos Kemayoran. Upaya besar-besaran ini dilakukan karena saat tim pertama tiba, kobaran api masih dalam status siaga tertinggi atau kode merah, yang menandakan titik api masih aktif berkobar dan berpotensi membesar serta merambat ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, yang memimpin langsung penanganan di lokasi, menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi petugas adalah akses jalan menuju titik api yang sempit dan dipenuhi kendaraan warga yang parkir sembarangan. "Kami harus menarik selang hingga ratusan meter dari mobil pemadam yang parkir di jalan utama. Ini sedikit memperlambat proses pemadaman di menit-menit awal," ujarnya di lokasi kejadian. Beruntung, warga sekitar dengan sigap membantu membersihkan jalan dan memindahkan kendaraan mereka sehingga mobil pemadam tambahan akhirnya bisa mendekat.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas sempat kewalahan karena angin yang bertiup kencang membuat api cepat menjalar ke bagian belakang rumah yang bersebelahan dengan bangunan lain yang terbuat dari kayu. Namun berkat kerja sama tim yang solid dan bantuan dari warga yang ikut memadamkan menggunakan alat seadanya seperti ember dan pasir, api berhasil dilokalisasi dan akhirnya dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.30 WIB. Setelah api padam, petugas masih melakukan pendinginan selama kurang lebih 30 menit untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi menyala kembali.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bersama dengan petugas Damkar masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap sumber api. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di bagian dapur rumah korban, mengingat instalasi listrik di rumah tersebut tergolong tua dan tidak pernah diperbaiki sejak bertahun-tahun lalu. Namun hal ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui pemeriksaan forensik.

Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Satu unit rumah tinggal ludes terbakar beserta seluruh isinya, termasuk perabotan, dokumen penting, dan uang tunai milik korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun satu orang kepala keluarga mengalami luka bakar ringan di tangan kanannya saat berusaha menyelamatkan tabung gas. Korban saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas terdekat dan kondisinya dilaporkan stabil.

Insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan kawasan permukiman padat seperti Johar Baru terhadap bahaya kebakaran. Kepadatan bangunan yang tinggi dan akses jalan yang relatif sempit kerap kali menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam untuk menjangkau titik api dengan cepat. Situasi ini diperparah dengan cuaca panas yang melanda beberapa hari terakhir, meningkatkan risiko kebakaran akibat kelalaian atau korsleting listrik. Wali Kota Jakarta Pusat yang sempat meninjau lokasi kejadian pada pagi harinya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan akses kebakaran di kawasan permukiman padat.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memeriksa instalasi listrik serta kompor gas secara berkala untuk mencegah terjadinya hubungan arus pendek atau kebocoran yang dapat memicu kebakaran. Lebih jauh, masyarakat di sekitar lokasi kejadian diminta untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan dan hasil investigasi penyebab kebakaran akan disampaikan oleh pihak kepolisian dan Dinas Gulkarmat dalam waktu dekat.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 18-19 Juli 2026,Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 18-19 Juli 2026,Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul dikeluarkannya peringatan dini cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir pekan ini,...

18 Jul 2026

Aktivitas TPA Cipayung Depok Kembali Normal Pasca Kebakaran

Aktivitas TPA Cipayung Depok Kembali Normal Pasca Kebakaran

Depok, 17 Juli 2026  – Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, kembali normal setelah kebakaran yang melanda lokasi tersebut pada Kamis (16/7) malam. Kobaran api yang menghanguskan dua unit truk dan sejumlah material sampah kini...

17 Jul 2026

BMKG Rilis Peringatan Dini Siklon Tropis Haishen Aktif, Wilayah Papua Siaga Penuh Cuaca Ekstrem

BMKG Rilis Peringatan Dini Siklon Tropis Haishen Aktif, Wilayah Papua Siaga Penuh Cuaca Ekstrem

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh aktifnya Siklon Tropis Haishen per hari ini, Selasa (14/7/2026). Pergerakan sistem tekanan rendah ini berdampak signifikan terhadap pembentukan awan-awan konvektif di...

14 Jul 2026

Aksi Cepat Petugas KRL Selamatkan Anak di Stasiun Manggarai Jadi Sorotan Warganet

Aksi Cepat Petugas KRL Selamatkan Anak di Stasiun Manggarai Jadi Sorotan Warganet

Sebuah video yang memperlihatkan aksi cepat petugas KRL Commuter Line saat menyelamatkan seorang anak yang terjebak di celah antara peron dan kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, menjadi perhatian luas di media sosial. Rekaman tersebut viral dan menuai banyak apresiasi...

13 Jul 2026