Terbaru
Inovasi Becak Listrik Mulai Mengaspal Di Kawasan Wisata Guna Mendukung Transportasi Ramah Lingkungan Dan Kesejahteraan Penarik Becak Keluarga Glazer Pertimbangkan Jual Kepemilikan Manchester United Setelah Dua Dekade Kuasai Klub Purbaya Bantah APBN Jadi Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS BMKG Pimpin Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Sumatra Selatan Sepak Bola Indonesia Ukir Sejarah Manis di Kancah Internasional Dua Film Nasional Monster Pabrik Rambut dan Kucing Hitam Tayang Perdana di Bioskop Seluruh Indonesia pada 4 Juni 2026 Bikin Heran! Ekonomi RI Tumbuh 35%, Kok Angka Kemiskinan Malah Naik? Dunia Perkeretaapian Berduka Atas Berpulangnya Mbah Slamet Suradio Masinis Ikonik Dalam Catatan Sejarah Tragedi Bintaro Inovasi Becak Listrik Mulai Mengaspal Di Kawasan Wisata Guna Mendukung Transportasi Ramah Lingkungan Dan Kesejahteraan Penarik Becak Keluarga Glazer Pertimbangkan Jual Kepemilikan Manchester United Setelah Dua Dekade Kuasai Klub Purbaya Bantah APBN Jadi Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS BMKG Pimpin Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Sumatra Selatan Sepak Bola Indonesia Ukir Sejarah Manis di Kancah Internasional Dua Film Nasional Monster Pabrik Rambut dan Kucing Hitam Tayang Perdana di Bioskop Seluruh Indonesia pada 4 Juni 2026 Bikin Heran! Ekonomi RI Tumbuh 35%, Kok Angka Kemiskinan Malah Naik? Dunia Perkeretaapian Berduka Atas Berpulangnya Mbah Slamet Suradio Masinis Ikonik Dalam Catatan Sejarah Tragedi Bintaro

Keluarga Glazer Pertimbangkan Jual Kepemilikan Manchester United Setelah Dua Dekade Kuasai Klub

T Tirza 05 Jun 2026 7 dilihat 4 menit baca

Masa depan kepemilikan klub raksasa Liga Inggris, Manchester United, kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa sejumlah anggota keluarga Glazer tengah mempertimbangkan opsi untuk menjual sebagian atau seluruh kepemilikan mereka di klub tersebut. Kabar ini memunculkan spekulasi baru mengenai arah pengelolaan Manchester United yang selama lebih dari dua dekade berada di bawah kendali keluarga miliarder asal Amerika Serikat tersebut.

Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui pembahasan internal keluarga, beberapa anggota keluarga Glazer saat ini sedang mengevaluasi berbagai kemungkinan terkait masa depan investasi mereka di Manchester United. Diskusi tersebut disebut masih berada pada tahap awal, namun telah mencakup opsi penjualan saham oleh anggota keluarga tertentu hingga kemungkinan pelepasan kepemilikan dalam skala yang lebih besar.

Keluarga Glazer resmi mengambil alih Manchester United pada tahun 2005 melalui proses akuisisi yang saat itu bernilai sekitar 790 juta poundsterling. Sejak saat itu, mereka menjadi pemilik mayoritas klub yang bermarkas di stadion ikonik Old Trafford tersebut.

Namun, kepemilikan keluarga Glazer tidak pernah benar-benar diterima sepenuhnya oleh para pendukung Manchester United. Sejak awal akuisisi, banyak kelompok suporter menentang model kepemilikan yang dianggap membebani klub dengan utang dalam jumlah besar. Berbagai aksi protes bahkan kerap terjadi selama bertahun-tahun, baik di dalam maupun di luar stadion.

Meski demikian, dari sisi bisnis, nilai Manchester United terus mengalami peningkatan signifikan. Klub yang merupakan salah satu merek olahraga paling terkenal di dunia itu memiliki basis penggemar global yang sangat besar, pendapatan komersial yang kuat, serta nilai aset yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Sumber Bloomberg menyebut bahwa pembahasan internal keluarga Glazer awalnya berfokus pada kemungkinan beberapa anggota keluarga menjual saham yang mereka miliki secara individu. Langkah tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai masa depan keseluruhan kepemilikan keluarga terhadap klub.

Hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil. Namun, fakta bahwa opsi penjualan kembali dibahas menunjukkan adanya dinamika baru di dalam keluarga yang selama ini dikenal menjaga kendali atas Manchester United.

Kabar tersebut muncul beberapa tahun setelah proses masuknya investor baru ke klub. Pada akhir 2023, pengusaha Inggris Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS berhasil mengakuisisi sebagian saham Manchester United dan memperoleh peran penting dalam pengelolaan operasional sepak bola klub.

Masuknya Ratcliffe saat itu dianggap sebagai langkah kompromi antara keluarga Glazer dan kelompok suporter yang menginginkan perubahan. Namun, kepemilikan mayoritas klub masih tetap berada di tangan keluarga Glazer sehingga berbagai keputusan strategis tetap memerlukan keterlibatan mereka.

Di tengah persaingan yang semakin ketat di Liga Primer Inggris, isu kepemilikan klub menjadi perhatian penting. Klub-klub besar kini membutuhkan investasi yang sangat besar untuk membangun skuad kompetitif, memperbarui infrastruktur, serta memperkuat posisi mereka di pasar global.

Manchester United sendiri masih menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa musim terakhir. Meski tetap menjadi salah satu klub dengan pendapatan tertinggi di dunia, prestasi di lapangan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi para pendukung. Klub terus berupaya kembali bersaing untuk memperebutkan gelar domestik maupun kompetisi Eropa setelah mengalami periode yang tidak konsisten sejak era pasca Sir Alex Ferguson.

Bagi para penggemar, kabar kemungkinan penjualan saham keluarga Glazer memunculkan berbagai reaksi. Sebagian melihatnya sebagai peluang untuk membuka babak baru dalam sejarah klub, sementara yang lain menunggu kepastian mengenai siapa calon investor atau pemilik baru yang berpotensi masuk.

Analis olahraga menilai bahwa jika keluarga Glazer benar-benar memutuskan untuk menjual sebagian besar kepemilikannya, Manchester United dapat menjadi salah satu aset olahraga paling bernilai yang pernah ditawarkan di pasar global. Mengingat kekuatan merek klub, basis penggemar internasional, dan potensi pertumbuhan bisnisnya, minat dari investor besar diperkirakan akan sangat tinggi.

Sejumlah dana investasi, miliarder internasional, hingga konsorsium olahraga global kemungkinan akan tertarik apabila proses penjualan resmi dimulai. Nilai transaksi yang mungkin tercipta juga diperkirakan mencapai miliaran dolar AS, menjadikannya salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah olahraga profesional.

Untuk saat ini, belum ada pernyataan resmi dari keluarga Glazer maupun Manchester United terkait laporan tersebut. Namun, perkembangan ini akan terus menjadi perhatian dunia sepak bola karena dapat menentukan arah masa depan salah satu klub paling berpengaruh dan populer di dunia. Jika pembahasan tersebut berujung pada transaksi nyata, Manchester United berpotensi memasuki era baru setelah lebih dari 20 tahun berada di bawah kepemilikan keluarga Glazer.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait