Terbaru
Smesco Dorong UMKM Nasional Optimalkan AI dan Ekosistem Digital ◆ Fenomena Pengunduh Video Dewasa Daring: Kemudahan, Risiko, dan Etika Digital ◆ Peluncuran Satelit Komunikasi Generasi Baru: Indonesia Perluas Konektivitas Internet Pitalebar hingga Pelosok Nusantara ◆ Misi Menjaga Dominasi: Strategi Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Menatap Era Baru World Tour 2026 ◆ Konflik Ranah Privat Sering Viral di Media Sosial: Pengamat Budaya Ingatkan Pergeseran Nilai Etika Digital ◆ Pendidikan Vokasi Masa Depan: Kemitraan Strategis Industri dan Kampus Ciptakan Lulusan Siap Kerja ◆ WhatsApp Web: Jembatan Komunikasi Digital yang Tetap Relevan di 2026 ◆ Fenomena FOMO dan Perilaku Impulsif Gen-Z di Era Digital Strategi Mengatur Keuangan Menurut Pengamat ◆ Smesco Dorong UMKM Nasional Optimalkan AI dan Ekosistem Digital ◆ Fenomena Pengunduh Video Dewasa Daring: Kemudahan, Risiko, dan Etika Digital ◆ Peluncuran Satelit Komunikasi Generasi Baru: Indonesia Perluas Konektivitas Internet Pitalebar hingga Pelosok Nusantara ◆ Misi Menjaga Dominasi: Strategi Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Menatap Era Baru World Tour 2026 ◆ Konflik Ranah Privat Sering Viral di Media Sosial: Pengamat Budaya Ingatkan Pergeseran Nilai Etika Digital ◆ Pendidikan Vokasi Masa Depan: Kemitraan Strategis Industri dan Kampus Ciptakan Lulusan Siap Kerja ◆ WhatsApp Web: Jembatan Komunikasi Digital yang Tetap Relevan di 2026 ◆ Fenomena FOMO dan Perilaku Impulsif Gen-Z di Era Digital Strategi Mengatur Keuangan Menurut Pengamat ◆

Kesenjangan Fasilitas Belajar di Daerah Pelosok Masih Jadi Tantangan Utama Pendidikan Nasional

A Azka 31 Agu 2026 2 dilihat 2 menit baca

Jakarta — Kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) masih menjadi tantangan mendesak dalam sistem pendidikan Indonesia. Meski berbagai program bantuan terus disalurkan, banyak sekolah di wilayah terpencil yang belum memiliki akses memadai terhadap fasilitas belajar dasar serta jaringan internet.

Di beberapa desa terpencil, para siswa dan guru harus menghadapi keterbatasan infrastruktur seperti bangunan kelas yang rusak, kurangnya buku bacaan, hingga ketiadaan daya listrik. Kondisi ini dinilai menghambat proses adaptasi kurikulum berbasis digital yang kini mulai diterapkan secara nasional.

Sosiolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Dr. Rahmat Hidayat, menilai bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan infrastruktur fisik, melainkan masalah keadilan sosial. Menurutnya, ketimpangan akses pendidikan yang berlangsung lama berpotensi memperlebar jurang ekonomi antarwilayah di masa depan.

"Pendidikan adalah fondasi mobilitas sosial. Ketika anak-anak di daerah pelosok tidak mendapatkan kualitas sarana yang sama dengan anak-anak di kota besar, kesempatan mereka untuk bersaing secara ekonomi di masa depan menjadi sangat terbatas," ujar Rahmat.

Untuk mengatasi persoalan ini, para pengamat mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan efektivitas alokasi anggaran pendidikan. Fokus utama perlu diarahkan pada perbaikan fasilitas fisik mendasar, distribusi guru berkualitas secara merata, serta penyediaan akses internet di wilayah pelosok guna memastikan setiap anak mendapatkan hak belajar yang setara.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Azka

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Pendidikan Vokasi Masa Depan: Kemitraan Strategis Industri dan Kampus Ciptakan Lulusan Siap Kerja

Pendidikan Vokasi Masa Depan: Kemitraan Strategis Industri dan Kampus Ciptakan Lulusan Siap Kerja

Menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja berkeahlian tinggi di era otomatisasi, transformasi besar tengah terjadi pada sektor pendidikan vokasi di Indonesia. Pada tahun ajaran 2026, perguruan tinggi vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin mempererat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia...

15 Okt 2026

Pemerintah Dorong Transformasi Pendidikan Digital Berbasis Kecerdasan Buatan dan Peningkatan Kompetensi Guru Nasional

Pemerintah Dorong Transformasi Pendidikan Digital Berbasis Kecerdasan Buatan dan Peningkatan Kompetensi Guru Nasional

JAKARTA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerjasama dengan berbagai lembaga riset serta perusahaan teknologi nasional resmi meluncurkan program akselerasi digitalisasi pendidikan di seluruh sekolah Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna merespons perkembangan teknologi informasi yang pesat sekaligus memastikan...

13 Okt 2026

Penguatan Program Budaya Sekolah Aman untuk Mencegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan

Penguatan Program Budaya Sekolah Aman untuk Mencegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan

JAKARTA - Kementerian Pendidikan bersama dinas daerah terus mengakselerasi penerapan program Sekolah Aman dan Ramah Anak guna menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk perundungan ( bullying ). Langkah ini menjadi prioritas nasional mengingat pentingnya rasa aman, baik secara...

12 Okt 2026

Pemerataan Infrastruktur Pendidikan Jadi Kunci Cetak Generasi Unggul

Pemerataan Infrastruktur Pendidikan Jadi Kunci Cetak Generasi Unggul

Upaya peningkatan mutu pendidikan nasional memerlukan pemerataan fasilitas infrastruktur dasar seperti bangunan sekolah yang layak dan fasilitas pendukung.

10 Okt 2026