Konjungsi dan Okultasi Venus oleh Bulan Sabit Pukau Warga

S Sipa 15 Sep 2026 1 dilihat 2 menit baca

BEKASI, 15 September 2026 – Langit malam pada Senin (14/9) menyuguhkan pertunjukan astronomi yang langka dan menawan. Setelah matahari terbenam, masyarakat disuguhi pemandangan indah berupa fenomena konjungsi antara Bulan sabit dan planet Venus, yang kemudian berujung pada peristiwa okultasi yang memukau.

 

Sejak awal malam, planet Venus yang tampak seperti "bintang" paling terang di ufuk barat terlihat sangat berdekatan dengan Bulan sabit tipis. Kedekatan visual ini membuat banyak warga antusias mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel cerdas mereka.

 

Mengenal Dua Fenomena Sekaligus

Berdasarkan ilmu astronomi, langit malam tadi menampilkan dua peristiwa yang terjadi secara berurutan:

 

  • Konjungsi Bulan dan Venus: Fenomena di mana Bulan dan Venus berada pada bujur ekliptika yang sama, sehingga dari sudut pandang pengamat di Bumi, kedua benda langit ini tampak sangat berdekatan atau sejajar.

  • Okultasi Venus: Fenomena yang lebih langka, terjadi ketika piringan Bulan bergerak melintas tepat di depan planet Venus. Karena jarak Bulan jauh lebih dekat ke Bumi dibandingkan Venus, Bulan tampak "menelan" atau menutupi Venus untuk sementara waktu sebelum akhirnya planet tersebut muncul kembali dari sisi Bulan yang lain.

Berburu Momen Langka di Balik Awan

Meskipun dapat diamati dengan mata telanjang, peristiwa okultasi ini menjadi incaran para fotografer astronomi amatir maupun profesional. Detik-detik saat Venus perlahan menghilang di balik sisi gelap Bulan dan kemudian muncul kembali merupakan momen visual yang sangat dramatis.

 

Linimasa media sosial sejak tadi malam dipenuhi oleh berbagai unggahan foto dan video yang memperlihatkan titik cahaya terang (Venus) yang berdampingan dengan Bulan sabit sebelum akhirnya bersembunyi. Fenomena ini sekaligus menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi masyarakat untuk lebih mengenal pergerakan benda-benda langit di tata surya.

 

Bagi Anda yang terlewat menyaksikan fenomena ini, jangan berkecil hati. Meski okultasi terbilang jarang terlihat di satu lokasi yang sama secara berdekatan, langit malam selalu menyimpan berbagai fenomena astronomi menarik lainnya di masa mendatang.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sipa

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

FAKTA SEJARAH, Momen Terobosan Kecerdasan Buatan, Komputer Super IBM "Deep Blue" Taklukkan Juara Dunia Catur Garry Kasparov

FAKTA SEJARAH, Momen Terobosan Kecerdasan Buatan, Komputer Super IBM "Deep Blue" Taklukkan Juara Dunia Catur Garry Kasparov

NEW YORK – Sejarah komputasi dan kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ) mencatat sebuah tonggak baru yang mengubah cara pandang manusia terhadap kemampuan mesin secara permanen. Pada tanggal 11 Mei 1997, sebuah superkomputer rancangan IBM yang diberi nama Deep Blue...

14 Sep 2026

FAKTA SEJARAH, "Lompatan Raksasa bagi Umat Manusia" — Misi Apollo 11 Sukses Daratkan Manusia Pertama di Bulan

FAKTA SEJARAH, "Lompatan Raksasa bagi Umat Manusia" — Misi Apollo 11 Sukses Daratkan Manusia Pertama di Bulan

HOUSTON, TEXAS – Pada tanggal 20 Juli 1969, umat manusia secara kolektif menahan napas. Di tengah memuncaknya ketegangan Perang Dingin, sebuah keajaiban teknologi dan keberanian manusia mencetak sejarah yang tidak akan pernah terhapus oleh waktu. Misi antariksa Apollo 11 milik...

14 Sep 2026

FAKTA SEJARAH, Umat Manusia Berhasil Memotret Wujud Lubang Hitam untuk Pertama Kalinya

FAKTA SEJARAH, Umat Manusia Berhasil Memotret Wujud Lubang Hitam untuk Pertama Kalinya

Berikut adalah laporan jurnalistik dari salah satu penemuan paling monumental dalam sejarah sains modern yang benar-benar terjadi. Penemuan ini sempat dianggap mustahil oleh para ilmuwan selama berpuluh-puluh tahun.   FAKTA SEJARAH: Umat Manusia Berhasil Memotret Wujud Lubang Hitam untuk Pertama...

13 Sep 2026

FAKTA SEJARAH, Suara Paling Keras di Bumi, Letusan Gunung Krakatau 1883 Mengubah Iklim Global dan Menghapus Ribuan Nyawa

FAKTA SEJARAH, Suara Paling Keras di Bumi, Letusan Gunung Krakatau 1883 Mengubah Iklim Global dan Menghapus Ribuan Nyawa

SELAT SUNDA, HINDIA BELANDA – Pada akhir abad ke-19, dunia menyaksikan salah satu bencana alam paling mematikan dan terdahsyat dalam sejarah peradaban modern. Tepatnya pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau—sebuah pulau vulkanik yang terletak di perairan Selat...

13 Sep 2026