Krisis Air Meluas, DPR Desak Pemerintah Perkuat Infrastruktur

B Bella 01 Okt 2026 0 dilihat 3 menit baca

Meluasnya Krisis Air Bersih di Indonesia

Kondisi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Indonesia kian memprihatinkan. Masalah krisis air yang terus meluas kini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk lembaga legislatif. Menanggapi situasi yang semakin mendesak ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Puan Maharani, meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dengan memperkuat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur air bersih di seluruh penjuru tanah air.

Pernyataan ini mencerminkan urgensi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini kerap terganggu, terutama saat musim kemarau atau akibat kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air. Menurut pandangan DPR, ketersediaan air bersih bukan hanya masalah lingkungan semata, melainkan juga menyangkut ketahanan sosial, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan ekonomi nasional.

Desakan DPR untuk Penguatan Infrastruktur Hidrologi

Dalam keterangannya, Ketua DPR RI menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah harus bergerak cepat dalam mengidentifikasi wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh krisis air ini. Penguatan infrastruktur dinilai sebagai solusi paling fundamental untuk mengatasi masalah ini secara jangka panjang. Langkah mendesak yang perlu dilakukan antara lain memperbanyak pembangunan waduk, embung, serta optimalisasi jaringan perpipaan hingga ke kawasan pelosok.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam desakan DPR RI meliputi:

  • Revitalisasi Sumber Air: Pemulihan fungsi sungai, danau, dan waduk yang mengalami pendangkalan atau pencemaran agar dapat kembali digunakan sebagai sumber air baku.
  • Pemerataan Jaringan Pipa: Memastikan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dapat menjangkau pemukiman padat penduduk serta wilayah terpencil.
  • Penerapan Teknologi Pengolahan Air: Mendorong penggunaan teknologi modern untuk mendaur ulang air atau mengolah air non-layak konsumsi menjadi air bersih yang aman digunakan.

Dengan adanya penguatan infrastruktur ini, diharapkan masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan air bersih darurat yang disalurkan melalui mobil tangki, yang sifatnya hanya sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Dampak Krisis Air terhadap Sektor Kesehatan dan Ekonomi

Kelangkaan air bersih memiliki efek domino yang sangat luas. Di sektor kesehatan, kurangnya akses terhadap air bersih memicu meningkatnya risiko berbagai penyakit menular seperti diare, penyakit kulit, hingga masalah tengkes (stunting) pada anak-anak akibat sanitasi yang buruk. Oleh karena itu, investasi pada infrastruktur air bersih secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Indonesia.

Sementara di sektor ekonomi, krisis air mengganggu aktivitas pertanian, industri, dan usaha mikro. Petani kesulitan mengairi lahan pertanian mereka, yang berpotensi menurunkan produktivitas pangan nasional dan memicu inflasi harga bahan pokok. Industri yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar juga terpaksa mengeluarkan biaya operasional lebih tinggi untuk mendatangkan air dari luar daerah.

Komitmen Anggaran dan Sinergi Lintas Sektor

DPR RI juga mengingatkan pentingnya alokasi anggaran yang memadai dan tepat sasaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor pengairan. Puan Maharani menekankan bahwa proyek infrastruktur air harus bebas dari hambatan birokrasi dan korupsi agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Sinergi antara kementerian terkait serta pemerintah daerah menjadi kunci sukses dalam mengatasi krisis air ini. Diperlukan pula keterlibatan sektor swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha guna mempercepat pembangunan fasilitas penyediaan air minum di daerah-aerah yang minim anggaran belanja daerahnya.

Melalui langkah-langkah strategis dan komitmen bersama yang kuat, krisis air bersih diharapkan dapat segera teratasi, menjamin hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan air bersih yang layak demi masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
B

Ditulis oleh

Bella

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait