Terbaru
Atasi Karhutla di Kawasan Bromo, Tim Gabungan Kerahkan Helikopter Water Bombing Inovasi Pasar Modal BEI Resmi Meluncurkan ETF Emas Pertamanya sebagai Alternatif Investasi Modern Milenial & Gen Z: Pelopor Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan 2026 Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Jadi Perhatian Publik, Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Waspadai Hujan Lebat di Riau-Papua dan Gelombang Tinggi Pesisir Gandeng NVIDIA dan Indosat, Indonesia Bangun Pabrik Kecerdasan Artifisial Terbesar se-Asia Tenggara Tragedi Penembakan Sekolah di Thailand Tewaskan Sembilan Orang, Diduga Akibat Bullying Dukung Super Garuda Shield 2026, Kapal Pengangkut Alutsista MV Cape San Juan Resmi Tiba di Lampung Atasi Karhutla di Kawasan Bromo, Tim Gabungan Kerahkan Helikopter Water Bombing Inovasi Pasar Modal BEI Resmi Meluncurkan ETF Emas Pertamanya sebagai Alternatif Investasi Modern Milenial & Gen Z: Pelopor Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan 2026 Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Jadi Perhatian Publik, Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Waspadai Hujan Lebat di Riau-Papua dan Gelombang Tinggi Pesisir Gandeng NVIDIA dan Indosat, Indonesia Bangun Pabrik Kecerdasan Artifisial Terbesar se-Asia Tenggara Tragedi Penembakan Sekolah di Thailand Tewaskan Sembilan Orang, Diduga Akibat Bullying Dukung Super Garuda Shield 2026, Kapal Pengangkut Alutsista MV Cape San Juan Resmi Tiba di Lampung

Krisis Memori Merembet ke RAM DDR2, Harganya Ikutan Naik Drastis!

A Ammar 26 Jun 2026 0 dilihat 4 menit baca

Fenomena kelangkaan komponen semikonduktor dan krisis memori global sepertinya belum mau mereda dalam waktu dekat. Kalau sebelumnya kita sering mendengar keluhan dari para gamer PC, kreator konten, atau pekerja kreatif soal mahalnya harga RAM DDR4 dan lambatnya adopsi DDR5, kini ada fenomena baru yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Siapa sangka, krisis rantai pasokan ini ternyata mulai merembet ke ranah teknologi lawas. Ya, kamu nggak salah baca, RAM DDR2 yang umurnya sudah belasan tahun itu kini harganya ikutan naik drastis di pasaran!

Buat sebagian besar dari kita yang sehari-hari menggunakan laptop modern atau PC gaming kekinian, istilah DDR2 mungkin sudah terdengar seperti artefak prasejarah. Memori jenis ini mencapai puncak kejayaannya di era pertengahan tahun 2000-an, tepatnya di masa ketika sistem operasi Windows XP dan Windows Vista masih merajai dunia komputer.

Normalnya, komponen elektronik yang sudah seuzur ini harganya bakal anjlok parah. Di masa lalu, kepingan DDR2 sering kali cuma berakhir jadi rongsokan, tumpukan sampah elektronik, atau bahkan diubah jadi gantungan kunci oleh para teknisi komputer. Namun, hukum ekonomi soal supply and demand (penawaran dan permintaan) nyatanya sedang bermain dengan sangat liar di pasar komponen saat ini.

Kenapa Barang Jadul Masih Banyak Dicari?

Pertanyaannya, siapa sih yang masih butuh RAM DDR2 di era kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan super cepat seperti sekarang? Jangan salah sangka, biarpun sudah lama ditinggalkan oleh konsumen umum rumahan, DDR2 masih sangat krusial dan dicari-cari di sektor industri tertentu.

Banyak sekali mesin-mesin industri berat, sistem otomasi pabrik, perangkat medis lawas di rumah sakit, hingga infrastruktur server legacy (warisan) yang sampai detik ini masih mengandalkan motherboard usang dengan slot memori DDR2. Mengganti seluruh sistem pabrik bernilai miliaran rupiah hanya karena kerusakan pada satu modul RAM tentu bukan pilihan yang masuk akal dan efisien bagi para pelaku bisnis. Mereka lebih memilih untuk memburu dan membeli spare part lawas dengan harga tinggi daripada harus melakukan perombakan total (downtime) yang memakan waktu dan kerugian finansial yang jauh lebih besar.

Pabrik Stop Produksi, Pasokan Menipis

Di sisi lain, dari segi pasokan, pabrik-pabrik semikonduktor raksasa di seluruh dunia sudah sangat lama menutup jalur produksi untuk memori DDR2. Fokus mereka saat ini sudah sepenuhnya dikerahkan ke pembuatan RAM DDR5 yang lebih modern, serta HBM (High Bandwidth Memory) yang sedang diperebutkan habis-habisan oleh perusahaan teknologi untuk membangun server AI.

Akibatnya, pasokan barang baru atau New Old Stock (NOS) untuk DDR2 di pasaran global benar-benar mandek. Stok yang beredar saat ini hanyalah sisa-sisa debu dari gudang distributor lawas atau barang copotan dari komputer-komputer bekas yang di-kilok-kan. Kelangkaan akut inilah yang kemudian mulai diendus dan dimanfaatkan oleh para tengkulak komponen atau broker barang elektronik. Mereka menimbun sisa stok yang ada di pasaran dan mengerek harganya setinggi mungkin.

Pantauan di sejumlah marketplace lokal maupun platform jual-beli internasional menunjukkan lonjakan harga yang cukup bikin dahi berkerut. Modul RAM DDR2 kapasitas 2GB atau 4GB yang beberapa tahun lalu mungkin bisa ditebus hanya dengan uang puluhan ribu rupiah alias seharga es kopi susu, kini harganya bisa meroket hingga ratusan ribu. Bahkan, untuk merek-merek tertentu yang masih tersegel atau memiliki spesifikasi ECC (Error-Correcting Code) khusus server, harganya bisa tembus jutaan rupiah! Para kolektor PC retro yang hobi merakit komputer jadul untuk bernostalgia memainkan game klasik pun kini harus rela gigit jari karena hobi mereka tiba-tiba berubah jadi sangat mahal.

Fenomena naiknya harga RAM DDR2 ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem teknologi itu saling terhubung erat. Efek domino dari sebuah krisis pasokan ternyata bisa menyentuh sudut-sudut teknologi usang yang tidak terduga. Selama industri dan sistem-sistem vital masih ada yang bergantung pada arsitektur lawas, barang-barang jadul ini akan terus memiliki nilai jual yang tinggi di tengah kelangkaannya.

Jadi, coba deh bongkar-bongkar lagi gudang, kardus bekas, atau laci meja kerjamu hari ini. Siapa tahu kamu masih menyimpan kepingan RAM DDR2 bekas PC pertamamu. Ketimbang dibiarkan berdebu, barang yang dulunya kamu anggap rongsokan itu mungkin sekarang bisa disulap jadi cuan yang lumayan buat jajan!

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Ammar

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Gandeng NVIDIA dan Indosat, Indonesia Bangun Pabrik Kecerdasan Artifisial Terbesar se-Asia Tenggara

Gandeng NVIDIA dan Indosat, Indonesia Bangun Pabrik Kecerdasan Artifisial Terbesar se-Asia Tenggara

JAKARTA – Indonesia bersiap mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam peta teknologi global. Melalui kolaborasi strategis tingkat dunia, Indonesia secara resmi mengumumkan rencana pembangunan fasilitas pemrosesan kecerdasan artifisial atau AI Factory terbesar di kawasan Asia Tenggara. Proyek bernilai investasi fantastis...

10 Agu 2026

Krisis RAM Mulai Mengganggu, Stok MacBook Air Berpotensi Ikut Menipis

Krisis RAM Mulai Mengganggu, Stok MacBook Air Berpotensi Ikut Menipis

Perkembangan terbaru mengenai Imbas Krisis RAM, MacBook mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan konsumen dan pencinta teknologi. Isu ini memicu dinamika baru di industri karena berkaitan erat dengan ketersediaan perangkat dan strategi penyesuaian pasar global. Langkah yang diambil oleh produsen...

10 Agu 2026

Temui Prabowo, Bos Pertamina Bahas B50 dan Persiapan Bioetanol

Temui Prabowo, Bos Pertamina Bahas B50 dan Persiapan Bioetanol

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri menemui Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan perkembangan terbaru mengenai implementasi program mandatori B50 atau biodiesel dengan campuran bahan bakar nabati sebesar 50%. Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga membahas kesiapan infrastruktur yang diperlukan...

10 Agu 2026

Anthropic Ubah Settingan Auto Mode Claude Code, Jadi Default

Anthropic Ubah Settingan Auto Mode Claude Code, Jadi Default

Anthropic bersiap mengubah cara kerja Claude Code dengan menjadikan fitur auto mode sebagai pengaturan bawaan atau default bagi pengguna paket Pro, Max, dan Team mulai 14 Agustus 2026 . Perubahan ini menjadi langkah terbaru Anthropic dalam mendorong penggunaan agen kecerdasan...

10 Agu 2026