Menjaga Syahdu Waisak di Borobudur Saat Kuota Turis Dibatasi Ketat

N Nair 30 Mei 2026 8 dilihat 2 menit baca

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, perayaan Waisak di Borobudur terasa berbeda — lebih sunyi, lebih bermakna, dan lebih dalam. Tapi siapa yang boleh hadir, dan siapa yang harus rela mengalah?

Ada sesuatu yang berubah di Borobudur musim Waisak ini. Tidak ada desak-desakan di pelataran candi. Tidak ada tongkat selfie yang menjulang di antara stupa. Yang ada: cahaya lilin, kidung puja, dan ribuan umat yang hadir dengan niat berbeda dari sekadar wisata.

Pembatasan kuota kunjungan yang diterapkan pengelolaan Borobudur beberapa waktu lalu menuai pro dan kontra. Di satu sisi, candi yang masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO ini memang membutuhkan perlindungan dari erosi akibat kunjungan masif. Setiap tahun jutaan langkah kaki menapaki batu purba yang usianya lebih dari seribu tahun.

Di sisi lain, pembatasan itu menimbulkan pertanyaan soal aksesibilitas. Siapa yang berhak hadir? Mereka yang mampu membayar tiket dengan harga lebih tinggi? Atau umat Buddha yang datang jauh-jauh untuk beribadah, bukan untuk foto-foto?

Pemerintah dan pengelola tampaknya bergerak ke arah zonasi: area ritual yang dilindungi untuk keperluan ibadah, zona wisata dengan kapasitas terkontrol, dan program edukasi untuk meningkatkan kualitas kunjungan — bukan sekadar kuantitas.

Borobudur bukan hanya milik Indonesia. Dia milik kemanusiaan. Dan justru karena itu, cara kita menjaganya adalah cermin dari seberapa dewasa kita memperlakukan warisan yang tidak bisa dibangun ulang. Paling tidak, tahun ini, candi itu bisa kembali bernapas — dan yang hadir bisa benar-benar mendengarnya.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Konektivitas Ibu Kota Meningkat Rute Baru LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Siap Dibuka Agustus 2026

Konektivitas Ibu Kota Meningkat Rute Baru LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Siap Dibuka Agustus 2026

JAKARTA – Proyek strategis transportasi massal di Jakarta kembali mencatatkan progres yang signifikan dalam upaya mengurai kemacetan perkotaan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan rute baru LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome menuju Manggarai akan...

30 Mei 2026

Kabar Gembira Bagi Dunia Literasi Setelah Diperjuangkan Sejak 2017, Pajak Royalti Penulis di Indonesia Resmi Dipangkas Jadi 1,5%

Kabar Gembira Bagi Dunia Literasi Setelah Diperjuangkan Sejak 2017, Pajak Royalti Penulis di Indonesia Resmi Dipangkas Jadi 1,5%

JAKARTA – Industri kreatif dan dunia literasi tanah air akhirnya menerima angin segar yang telah lama dinantikan. Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kebijakan baru yang memangkas tarif pajak royalti bagi para penulis secara signifikan, dari yang semula sebesar 15 persen...

30 Mei 2026

Fenomena Langit Langka Pertemuan Bulan Purnama Mikro Dan Blue Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia Pada Akhir Mei

Fenomena Langit Langka Pertemuan Bulan Purnama Mikro Dan Blue Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia Pada Akhir Mei

JAKARTA - Para pencinta astronomi dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bersiap menyambut kehadiran fenomena alam yang sangat langka berupa kemunculan *Micro Blue Moon* yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada malam hari esok. Fenomena ini menjadi sangat istimewa karena merupakan...

30 Mei 2026

Taeyang BIGBANG Rayakan Perjalanan Musik Lewat Album “Quintessence”

Taeyang BIGBANG Rayakan Perjalanan Musik Lewat Album “Quintessence”

Industri musik Korea Selatan kembali diramaikan dengan kembalinya salah satu ikon terbesar K-Pop, Taeyang. Vokalis utama grup legendaris BIGBANG tersebut resmi merilis album studio terbaru bertajuk Quintessence, yang sekaligus menjadi penanda perjalanan 20 tahun kariernya di industri hiburan sejak debut...

29 Mei 2026