JAKARTA – Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir menjadi fokus utama pemerintah pusat. Merespons kepanikan yang mulai timbul, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan imbauan resmi yang meminta seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir Banten dan Lampung, untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan berlebih dalam menyikapi fenomena kebencanaan ini.
Presiden menegaskan bahwa infrastruktur negara telah bersiaga penuh untuk menghadapi segala skenario. Instruksi langsung telah diturunkan kepada kementerian terkait, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta aparat gabungan TNI dan Polri untuk mengamankan perimeter dan menyiagakan langkah mitigasi terukur di lapangan.
Melalui keterangan pers di Istana Kepresidenan, Kepala Negara menjabarkan sejumlah arahan teknis yang harus dipedomani oleh warga di sekitar jalur evakuasi Selat Sunda:
-
Patuhi Radius Aman PVMBG: Warga dan nelayan dilarang keras beraktivitas, mendekati kawah, atau melaut di dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan oleh PVMBG demi menghindari ancaman lontaran material pijar maupun awan panas.
-
Waspada Hoaks dan Isu Tsunami Liar: Masyarakat diimbau untuk tidak mudah termakan pesan berantai yang menyebarkan ketakutan tanpa dasar. Seluruh informasi terkait status gunung maupun peringatan dini tsunami hanya dikeluarkan secara resmi oleh kanal BMKG dan BNPB.
-
Lindungi Saluran Pernapasan: Mengingat hujan abu vulkanik telah melanda sejumlah kabupaten, warga diminta menahan diri dari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak serta diwajibkan menggunakan masker berstandar medis guna mencegah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Lebih lanjut, pemerintah pusat telah memberikan jaminan bahwa ketersediaan bantalan logistik nasional berada dalam status aman. Seluruh gudang logistik daerah telah disiagakan untuk memasok kebutuhan tenda pengungsian, dapur umum, selimut, dan obat-obatan jika situasi memaksa dilakukannya evakuasi massal.
Mitigasi alat peringatan dini (early warning system) yang terpasang di sepanjang pesisir Selat Sunda juga telah dipastikan beroperasi secara optimal oleh instansi terkait. Menutup arahannya, Presiden Prabowo menugaskan para kepala daerah di wilayah terdampak untuk terus bersiaga di posko utama, memastikan kehadiran negara dirasakan secara nyata untuk memberikan rasa perlindungan penuh bagi warga yang tengah menghadapi ancaman erupsi.