Taeyang BIGBANG Rayakan Perjalanan Musik Lewat Album “Quintessence”

S Syakira Eliana 29 Mei 2026 11 dilihat 5 menit baca

Industri musik Korea Selatan kembali diramaikan dengan kembalinya salah satu ikon terbesar K-Pop, Taeyang. Vokalis utama grup legendaris BIGBANG tersebut resmi merilis album studio terbaru bertajuk Quintessence, yang sekaligus menjadi penanda perjalanan 20 tahun kariernya di industri hiburan sejak debut pada 2006.

Perilisan album tersebut langsung menjadi perhatian besar penggemar musik Korea maupun internasional karena menandai comeback solo besar Taeyang setelah beberapa tahun terakhir lebih fokus pada proyek terbatas dan kolaborasi. Album “Quintessence” disebut sebagai karya paling personal dalam perjalanan musik penyanyi bernama asli Dong Young-bae tersebut.

Dalam pengumuman resmi melalui agensinya, THEBLACKLABEL, Taeyang menjelaskan bahwa album tersebut dirancang sebagai refleksi perjalanan hidup dan perkembangan dirinya selama dua dekade berada di dunia musik. Judul “Quintessence” sendiri diambil dari istilah yang berarti inti paling murni dari sesuatu.

Album ini disebut memadukan berbagai warna musik yang selama ini melekat pada identitas Taeyang, mulai dari R&B klasik, soul, pop modern, hingga sentuhan musik elektronik yang lebih kontemporer. Kritikus musik Korea menilai proyek tersebut menjadi gambaran evolusi musikal Taeyang yang tetap mempertahankan karakter khasnya di tengah perubahan tren industri.

Sejak awal debutnya, Taeyang dikenal sebagai salah satu vokalis pria paling berpengaruh dalam sejarah K-Pop modern. Suara khas bernuansa R&B, kemampuan menari yang kuat, serta penampilan panggung yang karismatik membuatnya memiliki posisi tersendiri di industri hiburan Korea Selatan.

Perjalanan panjang Taeyang di industri musik dimulai pada tahun 2006 ketika BIGBANG diperkenalkan oleh YG Entertainment sebagai grup idola generasi baru. Pada masa itu, industri K-Pop masih berada dalam fase perkembangan global dan belum sebesar sekarang.

BIGBANG kemudian tumbuh menjadi salah satu grup paling berpengaruh dalam sejarah musik Korea Selatan. Grup tersebut dikenal membawa pendekatan berbeda dibandingkan boy group lain pada masanya, terutama karena keterlibatan anggota dalam proses produksi musik dan penciptaan lagu.

Lagu-lagu BIGBANG seperti Haru Haru, Fantastic Baby, hingga Bang Bang Bang menjadi fenomena global dan membantu memperluas pengaruh K-Pop ke berbagai negara.

Di tengah kesuksesan grup, Taeyang menjadi anggota pertama BIGBANG yang menjalani debut solo pada tahun 2008 melalui mini album Hot. Langkah tersebut dianggap berani karena pada saat itu belum banyak idol pria Korea yang sukses membangun identitas solo kuat di luar grup mereka.

Lagu Only Look At Me langsung mendapat sambutan besar dan menjadikan Taeyang sebagai salah satu pelopor solois pria berbasis R&B di Korea Selatan. Penampilannya yang berbeda dari tren pop mainstream kala itu membuat dirinya mendapat pengakuan luas dari publik maupun kritikus musik.

Kesuksesan tersebut berlanjut pada tahun 2010 saat Taeyang merilis album studio solo pertamanya, Solar. Album tersebut memperlihatkan eksplorasi musik yang lebih matang dan memperkuat citranya sebagai musisi dengan kualitas vokal kuat serta gaya artistik yang khas.

Namun puncak popularitas solo Taeyang datang pada tahun 2014 melalui album Rise. Album itu melahirkan lagu fenomenal Eyes, Nose, Lips yang menjadi salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah K-Pop.

“Eyes, Nose, Lips” mendominasi tangga lagu Korea Selatan dan memenangkan berbagai penghargaan besar termasuk Song of the Year di sejumlah ajang musik bergengsi. Lagu tersebut juga dikenal luas secara internasional dan menjadi salah satu lagu K-Pop yang paling sering dinyanyikan ulang oleh musisi dari berbagai negara.

Keberhasilan Taeyang saat itu dianggap memperkuat posisi BIGBANG sebagai grup dengan anggota-anggota yang mampu sukses baik secara grup maupun individu. Di tengah industri idol yang sangat kompetitif, Taeyang dinilai berhasil mempertahankan identitas musikal yang konsisten.

Setelah memasuki fase baru karier, Taeyang merilis album White Night sebelum menjalani wajib militer. Masa tersebut menjadi periode penting dalam kehidupannya karena ia juga memulai kehidupan keluarga dengan menikah dan kemudian menjadi seorang ayah.

Pengalaman pribadi tersebut disebut memengaruhi cara Taeyang menulis lagu dan memandang musik. Dalam beberapa wawancara, ia mengaku mulai lebih banyak mengeksplorasi tema kedewasaan, ketenangan, dan refleksi hidup dalam karya-karyanya.

Setelah menyelesaikan wajib militer dan meninggalkan YG Entertainment, Taeyang bergabung dengan THEBLACKLABEL untuk memulai babak baru kariernya. Pada tahun 2023, ia merilis EP Down to Earth yang menandai kembalinya dirinya ke industri musik setelah cukup lama vakum.

Proyek tersebut menarik perhatian besar karena menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah bintang global K-Pop seperti Jimin dalam lagu Vibe serta Lisa melalui lagu Shoong!.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan kemampuan Taeyang menjembatani generasi lama dan baru K-Pop. Meski berasal dari generasi kedua idol Korea, ia tetap dianggap relevan dan dihormati oleh generasi muda musisi K-Pop saat ini.

Kini, melalui “Quintessence”, Taeyang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam industri musik Korea Selatan. Album tersebut disebut bukan sekadar proyek comeback biasa, melainkan rangkuman perjalanan panjang seorang musisi yang telah melewati berbagai fase industri hiburan selama 20 tahun.

Dalam konferensi pers di Seoul, Taeyang menyampaikan bahwa perjalanan dua dekade di dunia musik terasa berjalan sangat cepat namun penuh pengalaman yang membentuk dirinya hingga saat ini. Musik disebut menjadi bagian terbesar dalam hidupnya, mulai dari masa-masa paling sulit hingga momen paling membahagiakan.

Kritikus musik Korea memuji “Quintessence” karena dinilai berhasil mempertahankan identitas khas Taeyang tanpa terdengar tertinggal zaman. Di tengah dominasi tren musik cepat dan pergantian generasi idol yang terus berlangsung, Taeyang dianggap mampu mempertahankan kualitas artistik serta konsistensi musikal yang jarang dimiliki banyak musisi.

Perjalanan karier Taeyang juga dipandang sebagai simbol ketahanan seorang artis di industri hiburan Korea yang terkenal sangat kompetitif. Tidak banyak idol yang mampu bertahan selama dua dekade sambil tetap mempertahankan relevansi, kualitas vokal, dan pengaruh budaya sebesar dirinya.

Kembalinya Taeyang lewat “Quintessence” kini menjadi salah satu momen besar di industri K-Pop tahun ini. Setelah 20 tahun berada di atas panggung, suara khasnya masih terdengar seperti bara yang tidak pernah benar-benar padam, tetap hangat, matang, dan terus menyala di tengah perubahan zaman musik yang bergerak begitu cepat.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Syakira Eliana

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Viral Kasus Bayi Meninggal Diduga Dipaksa Konsumsi Telur Mentah: Dokter Spesialis Anak Wanti-Wanti Bahaya Infeksi Bakteri

Viral Kasus Bayi Meninggal Diduga Dipaksa Konsumsi Telur Mentah: Dokter Spesialis Anak Wanti-Wanti Bahaya Infeksi Bakteri

JAKARTA — Jagat media sosial baru-baru ini digemparkan oleh kabar duka atas meninggalnya seorang bayi yang diduga akibat kelalaian pemberian pola makan yang salah. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa sang bayi diberi asupan telur mentah yang dicampur ke dalam makanan...

12 Okt 2026

Pembangunan Kampus Baru Blora dan Akselerasi Program Bantuan Bedah Rumah di Kawasan Daerah

Pembangunan Kampus Baru Blora dan Akselerasi Program Bantuan Bedah Rumah di Kawasan Daerah

JAKARTA - Pemerintah terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sosial melalui penguatan sektor pendidikan dan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan daerah. Langkah strategis ini ditandai dengan dimulainya proyek pembangunan kampus baru perguruan tinggi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah,...

11 Okt 2026

Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Agung Bali Demi Pelaksanaan Upacara Adat Sakral

Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Agung Bali Demi Pelaksanaan Upacara Adat Sakral

JAKARTA - Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem bersama Pengempon Pura Pasar Agung secara resmi memberlakukan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Agung di Bali. Kebijakan ini diambil dalam rangka menjaga kesucian dan kelancaran prosesi upacara adat sakral Karya Ida Bhatara Turun...

11 Okt 2026

Kewaspadaan BMKG Terhadap Peta Cuaca Ekstrem dan Potensi Hujan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Kewaspadaan BMKG Terhadap Peta Cuaca Ekstrem dan Potensi Hujan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Memasuki periode peralihan musim, dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan aktivitas fenomena gelombang atmosfer serta...

11 Okt 2026