AI Data Center Serap Ribuan Pekerja, Namun Indonesia Masih Kekurangan SDM Berkualitas

H Herman 06 Jul 2026 14 dilihat 3 menit baca

Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong pembangunan pusat data (data center) di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi utama untuk pembangunan AI Data Center karena memiliki pasar digital yang besar, jumlah pengguna internet yang terus meningkat, serta kebutuhan komputasi yang semakin tinggi. Namun, di balik peluang besar tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang data center.

Head of Talent Development & Industry Certification Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), Erick Hadi, mengungkapkan bahwa satu proyek pembangunan data center berskala besar dapat menyerap sekitar 900 hingga 2.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Jumlah tersebut bergantung pada kapasitas fasilitas yang dibangun dan teknologi yang digunakan.

Sebagai contoh, proyek data center berkapasitas sekitar 500 megawatt (MW) yang saat ini banyak dibangun di kawasan Bekasi dan Cikarang diperkirakan membutuhkan sekitar 1.600 hingga 2.000 pekerja pada tahap pembangunan. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi lapangan kerja yang dapat tercipta seiring meningkatnya investasi di sektor pusat data dan teknologi AI.

Namun, kebutuhan tenaga kerja tidak berhenti pada tahap pembangunan saja. Setelah fasilitas data center selesai dibangun, masih dibutuhkan tenaga kerja untuk operasional harian, perawatan infrastruktur, keamanan sistem, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Dengan kata lain, industri data center membuka peluang kerja yang sangat luas dan berkelanjutan.

Menurut Erick, kebutuhan tenaga kerja juga berasal dari berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem data center, seperti vendor teknologi, kontraktor, perusahaan outsourcing, hingga penyedia jasa pendukung lainnya. Semua pihak tersebut membutuhkan tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus, mulai dari teknisi jaringan, ahli pendingin data center, engineer kelistrikan, hingga spesialis keamanan siber.

Sayangnya, Indonesia masih menghadapi persoalan besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut. Ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi di bidang data center masih jauh dari kebutuhan industri. Bahkan, hingga saat ini belum banyak institusi pendidikan yang memiliki program khusus yang berfokus pada pengembangan keahlian di bidang data center dan teknologi AI.

Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan harus melakukan pelatihan secara mandiri atau merekrut tenaga kerja dari luar negeri untuk mengisi posisi-posisi tertentu yang membutuhkan keahlian khusus. Jika situasi ini terus berlangsung, Indonesia berpotensi kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari investasi besar di sektor data center.

Padahal, kehadiran AI Data Center diperkirakan akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Selain menciptakan ribuan lapangan pekerjaan, pembangunan pusat data juga dapat meningkatkan transfer teknologi, mempercepat digitalisasi industri, dan mendukung pertumbuhan berbagai sektor, seperti perbankan, e-commerce, pendidikan, kesehatan, hingga layanan pemerintahan berbasis digital.

Para pelaku industri berharap pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dapat bekerja sama untuk mempercepat pengembangan SDM di bidang data center. Program pendidikan vokasi, sertifikasi profesi, serta pelatihan berbasis industri dinilai menjadi solusi penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat data dan hub AI di kawasan Asia Tenggara. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung oleh ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengembangan SDM menjadi faktor kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi investasi, tetapi juga mampu menjadi pemain utama dalam industri data center dan kecerdasan buatan di masa depan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait