Selama lebih dari setahun, DeepSeek dikenal sebagai "penjahat baik hati" di industri kecerdasan buatan: perusahaan asal Hangzhou, China, yang menawarkan model AI dengan kemampuan setara para raksasa Silicon Valley, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Namun awal Agustus 2026 ini, citra tersebut mulai retak. DeepSeek resmi mengumumkan akan menaikkan harga layanan API-nya secara signifikan, sebuah langkah yang oleh banyak pengamat disebut sebagai pembalikan arah paling mengejutkan dari perusahaan yang selama ini justru dikenal sebagai pemicu perang harga di industri AI.
Dalam pemberitahuan resmi di platform pengembangnya, DeepSeek hanya menyebut bahwa kenaikan harga akan terjadi "dalam waktu dekat" dan bersifat "signifikan", tanpa merinci besaran atau tanggal berlakunya. Saat ini, model andalan mereka, DeepSeek V4 Flash, dibanderol sekitar 0,14 dolar AS per satu juta token input dan 0,28 dolar AS per satu juta token output — jauh di bawah harga model-model premium buatan Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, layanan kelas atas Anthropic seperti Fable 5 mematok harga sekitar 10 dolar AS untuk input dan 50 dolar AS untuk output per satu juta token, puluhan kali lipat lebih mahal.
Menariknya, ini bukan kenaikan harga pertama DeepSeek dalam sebulan terakhir. Pertengahan Juli lalu, perusahaan tersebut sudah lebih dulu menaikkan tarif untuk penggunaan pada jam sibuk demi mengurangi beban server. Pendiri DeepSeek, Jun Song, sempat menenangkan pengguna lewat unggahan di media sosial X dengan mengatakan bahwa meski harga naik dua hingga sepuluh kali lipat, layanan mereka kemungkinan besar tetap lebih murah dibanding sebagian besar pesaing dari Barat.
Penyebab di balik kenaikan harga ini diduga bukan semata soal keuntungan, melainkan persoalan kapasitas. Pada 1 Agustus lalu, platform coding agent OpenCode melaporkan bahwa DeepSeek V4 Flash memproses delapan triliun token hanya dalam satu hari — lonjakan permintaan yang jauh melampaui perkiraan DeepSeek sendiri. Data dari OpenRouter juga mencatat model ini sempat menjadi yang paling banyak digunakan di dunia dalam rentang akhir Juli, dengan total pemrosesan mencapai lebih dari tujuh triliun token dalam sepekan.
Lonjakan ini terjadi tak lama setelah OpenAI memangkas harga model GPT-5.6 Luna hingga 80 persen akhir Juli lalu, yang oleh banyak pihak dibaca sebagai peringatan langsung ke perusahaan-perusahaan China. DeepSeek merespons dalam hitungan jam dengan merilis V4 Flash versi terbaru yang harganya lebih murah lagi dari Luna. Namun ironisnya, harga super murah itu justru mendatangkan permintaan yang tak sanggup ditampung infrastruktur server DeepSeek, sehingga menaikkan harga menjadi cara paling praktis untuk meredam lonjakan trafik sekaligus menjaga kualitas layanan.
Bagi OpenAI dan Anthropic, kabar ini datang di saat yang tepat. Kedua perusahaan tengah menghadapi tekanan finansial berat: OpenAI dilaporkan mencatat margin operasional negatif yang dalam, sementara pangsa trafik global ChatGPT terus tergerus oleh pesaing-pesaing baru, termasuk model-model asal China. Anthropic sendiri, meski mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan yang pesat berkat Claude Code, tetap harus berhati-hati menjaga daya saing harga di tengah gempuran alternatif murah.
Jika DeepSeek benar-benar menaikkan harga secara drastis, celah harga antara model premium Barat dan model murah China akan sedikit menyempit — meski hampir mustahil hilang sepenuhnya, mengingat DeepSeek disebut masih akan tetap lebih murah bahkan setelah kenaikan sepuluh kali lipat. Meski begitu, momentum ini bisa dimanfaatkan OpenAI dan Anthropic untuk memperkuat argumen bahwa harga yang lebih tinggi sepadan dengan keunggulan pada kemampuan penalaran tingkat lanjut, integrasi alat dan ekosistem yang lebih matang, serta tata kelola data yang dianggap lebih aman bagi perusahaan dan lembaga di luar China.
Meski disebut sebagai kejutan, kenaikan harga DeepSeek belum tentu menandai berakhirnya era AI murah. Karena bobot model V4 Flash bersifat terbuka di bawah lisensi yang longgar, penyedia layanan lain tetap bisa menjalankan model tersebut di server mereka sendiri dan menawarkan harga yang lebih kompetitif, memberi pengguna jalan keluar jika DeepSeek menaikkan tarif terlalu tinggi. Pesaing sesama China seperti Moonshot dan Zhipu juga masih bersaing ketat di segmen harga rendah.
Yang jelas, langkah DeepSeek ini menjadi pengingat bahwa strategi "bakar uang" demi memenangkan pasar punya batas. Baik raksasa AI Barat maupun penantang dari China kini sama-sama berhadapan dengan kenyataan bahwa menyediakan kecerdasan buatan berkualitas tinggi dalam skala besar tetaplah mahal — dan pada akhirnya, seseorang harus membayar tagihannya.