Diperberat Saham Big Caps, IHSG Balik Arah dan Melemah di Sesi I

H Herman 18 Sep 2026 7 dilihat 4 menit baca

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Setelah sempat menguat cukup signifikan pada awal perdagangan, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) kemudian masuk ke zona merah menjelang berakhirnya sesi pertama.

Pada perdagangan siang hari, IHSG tercatat turun 0,35% atau berada di level 6.439. Pelemahan tersebut terjadi setelah indeks sempat bergerak positif dan mencapai level tertinggi harian di sekitar 6.521. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual mulai muncul pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Pergerakan saham-saham big caps menjadi salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap IHSG. Saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, memiliki bobot yang cukup besar dalam perhitungan indeks. Ketika saham-saham tersebut bergerak turun, dampaknya terhadap IHSG dapat menjadi lebih terasa dibandingkan pergerakan saham dengan kapitalisasi yang lebih kecil.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat, sejumlah saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tercatat menjadi pemberat indeks.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham besar lainnya, termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas transaksi saham pada sesi pertama cukup tinggi. Nilai perdagangan tercatat mencapai sekitar Rp7,5 triliun dengan volume transaksi sebanyak 14,91 miliar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,07 juta kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 207 saham masih mencatatkan penguatan. Namun, jumlah saham yang mengalami penurunan jauh lebih banyak, yaitu mencapai 406 saham. Adapun 173 saham lainnya tercatat bergerak stagnan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual pada sesi pertama berlangsung cukup luas. Meskipun masih terdapat ratusan saham yang menguat, jumlah saham yang mengalami pelemahan lebih dominan sehingga memberikan tekanan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam perdagangan hari ini. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar mengalami tekanan dan ikut menyeret IHSG ke zona negatif. Selain sektor keuangan, sektor kesehatan dan infrastruktur juga mencatatkan pelemahan.

Pada sesi pertama, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor dengan penurunan terdalam, yakni sekitar 1,66%. Kemudian sektor infrastruktur melemah sekitar 1,26%, sedangkan sektor keuangan turun sekitar 1,17%.

Perubahan arah IHSG dari penguatan pada pagi hari menjadi pelemahan menjelang siang menggambarkan dinamika perdagangan yang cukup cepat. Pada awal sesi, minat beli mampu mendorong indeks hingga menembus level 6.500. Akan tetapi, setelah tekanan jual meningkat, indeks kemudian turun dan sempat menyentuh level terendah harian sekitar 6.433.

Pergerakan tersebut membuat level 6.400 kembali menjadi perhatian dalam perdagangan IHSG. Investor akan mencermati apakah tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar berlanjut hingga sesi kedua atau kembali terjadi aksi beli yang mampu mengangkat indeks.

Saham BBCA tercatat menjadi salah satu kontributor negatif terbesar terhadap IHSG. Berdasarkan data perdagangan hingga sesi pertama, saham Bank Central Asia tersebut mengurangi sekitar 11,09 poin terhadap pergerakan indeks.

Di posisi berikutnya terdapat BBRI yang memberikan tekanan sekitar 8,8 poin. Kemudian BMRI mengurangi sekitar 7,38 poin. Besarnya kontribusi negatif ketiga saham perbankan tersebut tidak terlepas dari kapitalisasi pasar dan bobotnya terhadap IHSG.

Selain perbankan, AMMN juga tercatat memberikan kontribusi negatif sekitar 4,23 poin. TLKM menyumbang tekanan sekitar 3,71 poin, sementara BBNI mengurangi sekitar 2,65 poin.

DSSA dan BUMI masing-masing memberikan tekanan sekitar 2,58 poin. Sementara MORA mengurangi sekitar 1,85 poin dan INDF sekitar 1,71 poin.

Daftar saham tersebut memperlihatkan bahwa tekanan terhadap IHSG tidak hanya berasal dari satu kelompok saham. Saham perbankan, telekomunikasi, pertambangan, energi, hingga barang konsumsi turut memberikan kontribusi terhadap pelemahan indeks.

Pergerakan IHSG pada Jumat ini juga menjadi gambaran penting mengenai pengaruh saham berkapitalisasi besar terhadap indeks pasar saham Indonesia. Ketika saham-saham dengan bobot besar bergerak serempak dalam satu arah, perubahan tersebut dapat membuat IHSG bergerak lebih cepat dibandingkan kondisi sebagian besar saham lainnya.

Dengan posisi IHSG yang sempat mencapai 6.521 sebelum berbalik turun ke kisaran 6.400, pelaku pasar akan mencermati perkembangan transaksi pada sesi kedua. Fokus utama berada pada pergerakan saham perbankan besar dan saham-saham dengan kapitalisasi besar lainnya.

Selain melihat arah indeks, investor juga akan memperhatikan perkembangan volume dan nilai transaksi serta perubahan jumlah saham yang menguat dan melemah. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai seberapa luas tekanan jual maupun minat beli yang terjadi di pasar.

Untuk perdagangan Jumat, 18 September 2026, kondisi pasar menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada awal perdagangan belum mampu bertahan hingga sesi pertama berakhir. Tekanan pada saham-saham big caps, khususnya sektor perbankan, menjadi salah satu faktor penting yang membuat indeks berbalik arah.

Pergerakan IHSG pada sesi selanjutnya akan menentukan apakah pelemahan tersebut hanya merupakan koreksi setelah penguatan pagi hari atau berlanjut menjadi tekanan yang lebih luas di pasar.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait