Sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 GP Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Jumat, menghadirkan persaingan ketat sejak menit-menit awal. Pembalap asal Kolombia, David Alonso, berhasil mengakhiri sesi sebagai yang tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik menjelang penutupan latihan.
Di sisi lain, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menyelesaikan sesi pembuka akhir pekan balap ini di posisi ke-20. Hasil tersebut diperoleh setelah Veda menjalani sejumlah putaran untuk beradaptasi dengan karakteristik Mugello yang dikenal sebagai salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3.
Sejak lampu hijau menyala, para pembalap langsung memanfaatkan kondisi lintasan yang cukup ideal. Cuaca cerah dan suhu trek yang stabil memungkinkan para rider segera mencari ritme terbaik mereka. Mugello sendiri terkenal memiliki trek lurus panjang yang memungkinkan motor mencapai kecepatan tinggi, dipadukan dengan rangkaian tikungan cepat yang membutuhkan presisi serta keberanian saat memasuki setiap sektor.
Persaingan di papan atas sempat menghadirkan kejutan. Pembalap Malaysia, Danial Shahril atau yang lebih dikenal dengan nama Danish, berhasil mencatat waktu impresif pada pertengahan sesi dan memimpin klasemen sementara. Penampilannya menarik perhatian karena mampu mengungguli sejumlah nama besar yang selama ini menjadi langganan posisi terdepan di Moto3.
Namun, dominasi tersebut tidak bertahan hingga akhir sesi. Seiring meningkatnya grip lintasan dan para tim mulai menemukan setelan motor yang lebih optimal, sejumlah pembalap berhasil mempertajam catatan waktunya. Posisi Danish perlahan tergeser ketika para rival mulai melakukan simulasi lap cepat menjelang sesi berakhir.
David Alonso kemudian menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pembalap paling konsisten musim ini. Pada menit-menit terakhir, ia mencatatkan flying lap yang hampir sempurna dan berhasil mengunci posisi pertama. Catatan waktunya tidak hanya membuatnya menjadi yang tercepat di FP1, tetapi juga mempertegas statusnya sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia Moto3 musim 2026.
Persaingan di belakang Alonso berlangsung sangat ketat. Selisih waktu antar pembalap hanya terpaut beberapa persepuluh detik, menunjukkan betapa kompetitifnya kelas Moto3. Dalam kategori ini, perubahan posisi bisa terjadi hanya karena satu tikungan yang dilewati dengan lebih baik atau karena mendapatkan slipstream yang tepat dari pembalap lain di trek lurus.
Bagi Veda Ega Pratama, sesi FP1 kali ini lebih difokuskan pada pengumpulan data dan proses adaptasi. Mugello merupakan sirkuit yang memiliki karakter unik dan membutuhkan pemahaman mendalam terhadap racing line. Karena itu, tim memilih pendekatan bertahap dengan mencoba beberapa konfigurasi motor untuk menemukan pengaturan yang paling sesuai.
Sepanjang sesi, Veda terlihat berusaha menjaga konsistensi catatan waktunya. Ia beberapa kali meningkatkan kecepatannya secara bertahap sambil mempelajari titik pengereman dan akselerasi terbaik di setiap sektor lintasan. Meski demikian, kondisi lalu lintas trek yang cukup padat sempat menjadi kendala. Beberapa upaya untuk mencatat lap cepat terganggu karena harus berbagi ruang dengan pembalap lain yang juga sedang melakukan time attack.
Meski berada di posisi ke-20, peluang Veda untuk memperbaiki peringkat masih sangat terbuka. Selisih waktu antara kelompok tengah dan posisi yang lebih tinggi tidak terlalu jauh. Dalam Moto3, peningkatan sepersekian detik saja sering kali mampu mengangkat posisi pembalap beberapa tingkat sekaligus.
Tim Veda diperkirakan akan memanfaatkan jeda antar sesi untuk menganalisis data telemetry dan mengevaluasi performa motor. Penyesuaian pada sektor suspensi, rasio gir, serta strategi keluar pit dapat menjadi faktor penting untuk meningkatkan kecepatan pada sesi berikutnya.
Setelah FP1 berakhir, para pembalap Moto3 dijadwalkan kembali ke lintasan untuk menjalani sesi Practice yang memiliki peran krusial dalam menentukan peluang lolos langsung ke kualifikasi kedua (Q2). Hasil dari sesi tersebut akan sangat berpengaruh terhadap posisi start pada balapan utama akhir pekan.
Dukungan dari penggemar Indonesia pun terus mengalir kepada Veda Ega Pratama. Banyak yang berharap pembalap muda tersebut mampu menunjukkan perkembangan positif sepanjang akhir pekan balap di Mugello dan bersaing lebih dekat dengan kelompok depan. Dengan masih tersisa beberapa sesi penting sebelum balapan, kesempatan untuk memperbaiki posisi dan meraih hasil yang lebih baik masih terbuka lebar.