Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto, Jepang, Korban Berjatuhan dan Ribuan Warga Dievakuasi

A Aryatio 29 Jul 2026 1 dilihat 4 menit baca

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7) sore waktu setempat. Guncangan kuat yang terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer itu menyebabkan kerusakan luas pada bangunan, infrastruktur, serta memicu peringatan tsunami yang sempat diberlakukan di wilayah pesisir sebelum akhirnya dicabut oleh otoritas Jepang.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan intensitas maksimum Shindo 7, level tertinggi dalam skala intensitas gempa Jepang. Guncangan paling kuat dirasakan di sejumlah wilayah Kumamoto, termasuk Kota Uki dan Hikawa, sementara getaran kuat juga dirasakan di beberapa prefektur lain di Pulau Kyushu seperti Kagoshima, Fukuoka, Saga, dan Miyazaki.

Tak lama setelah gempa terjadi, JMA mengeluarkan peringatan tsunami untuk kawasan pesisir Teluk Ariake dan Laut Yatsushiro. Warga yang tinggal di daerah pantai diminta segera menjauh dari garis pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi. Beberapa jam kemudian, peringatan tersebut dicabut setelah pengamatan menunjukkan tidak adanya gelombang tsunami berbahaya.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan melalui guncangan hebat, tetapi juga menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh, jalan raya mengalami retakan, jembatan rusak, serta terjadi pemadaman listrik yang sempat memengaruhi puluhan ribu rumah. Layanan transportasi, termasuk kereta cepat Shinkansen, kereta lokal, dan operasional Bandara Kumamoto, juga dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan.

Otoritas Jepang melaporkan adanya korban jiwa dan puluhan korban luka akibat bencana tersebut. Salah satu insiden paling serius terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Kashima, ketika ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas terjadi setelah gempa. Ledakan itu menyebabkan sebagian bangunan mengalami kerusakan berat dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi sejumlah korban dari reruntuhan, sementara pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan.

Selain pusat perbelanjaan, beberapa kawasan industri juga terdampak. Sejumlah perusahaan besar seperti Sony, Honda, Toyota, hingga Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menghentikan sementara operasional fasilitas mereka di wilayah Kyushu untuk melakukan inspeksi keselamatan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan pada mesin maupun bangunan pabrik sebelum aktivitas produksi kembali dilanjutkan.

Pemerintah Jepang bergerak cepat merespons situasi darurat tersebut. Ribuan personel Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), pemadam kebakaran, polisi, dan tim medis dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban, serta distribusi bantuan. Ribuan warga juga dievakuasi ke tempat penampungan sementara karena kekhawatiran akan gempa susulan dan potensi longsor di sejumlah wilayah berbukit.

Perdana Menteri Jepang menyerukan agar masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan yang diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Otoritas juga meminta warga untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun JMA.

KBRI Tokyo menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas Jepang. Hingga laporan terbaru, belum ada informasi mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. WNI yang berada di wilayah Kyushu diimbau tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah setempat, serta segera menghubungi KBRI apabila membutuhkan bantuan.

Gempa ini kembali mengingatkan dunia akan tingginya aktivitas seismik di Jepang yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Negara tersebut memiliki sistem mitigasi bencana yang sangat maju, mulai dari standar konstruksi bangunan tahan gempa, sistem peringatan dini, hingga prosedur evakuasi yang rutin dilatih kepada masyarakat. Meski demikian, gempa dengan magnitudo besar tetap berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan, terutama apabila terjadi di wilayah padat penduduk.

Para ahli seismologi memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa pekan ke depan. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap berhati-hati terhadap risiko bangunan runtuh, tanah longsor, serta gangguan layanan publik yang mungkin masih terjadi. Sementara itu, pemerintah Jepang terus memfokuskan upaya pada penyelamatan korban, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi ribuan warga yang mengungsi akibat bencana tersebut.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Aryatio

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Gempa Deep-Focus M 5,9 Guncang Perairan Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Deep-Focus M 5,9 Guncang Perairan Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

JAKARTA  – Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,9 pada Sabtu (12/9/2026) dini hari pukul 04.23 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan yang terjadi di kedalaman sangat dalam ( deep focus earthquake...

12 Sep 2026

FAKTA SEJARAH, Penemuan Arkeologi Terbesar Abad Ke-20, Makam Firaun Tutankhamun Ditemukan Utuh Berlapis Emas di Lembah Para Raja

FAKTA SEJARAH, Penemuan Arkeologi Terbesar Abad Ke-20, Makam Firaun Tutankhamun Ditemukan Utuh Berlapis Emas di Lembah Para Raja

LUXOR, MESIR – Sejarah arkeologi dunia mencatat salah satu momen penemuan paling spektakuler dan dramatis yang pernah terjadi. Pada bulan November 1922, seorang arkeolog dan ahli ilmu Mesir kuno (Egyptologist) asal Inggris, Howard Carter, bersama timnya berhasil menemukan pintu masuk...

12 Sep 2026

Operasi Penyelamatan Paling Dramatis Abad Ini Berakhir Sukses, 12 Anggota Tim Sepak Bola "Wild Boars" Bebas dari Gua Tham Luang

Operasi Penyelamatan Paling Dramatis Abad Ini Berakhir Sukses, 12 Anggota Tim Sepak Bola "Wild Boars" Bebas dari Gua Tham Luang

CHIANG RAI, THAILAND – Dunia akhirnya bisa bernapas lega. Setelah 18 hari terjebak dalam kegelapan pekat dan ancaman banjir bandang yang terus meninggi, 12 remaja laki-laki anggota tim sepak bola "Wild Boars" (Moo Pa) beserta asisten pelatih mereka, akhirnya berhasil...

11 Sep 2026

Karhutla Indonesia Makin Parah, Kasus Gangguan Pernapasan Melonjak Dua Kali Lipat

Karhutla Indonesia Makin Parah, Kasus Gangguan Pernapasan Melonjak Dua Kali Lipat

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia menjadi salah satu persoalan paling serius yang mendapat perhatian pada September 2026. Dampak kebakaran tidak hanya terlihat dari luas wilayah yang terbakar dan munculnya kabut asap, tetapi juga mulai terasa pada kesehatan...

11 Sep 2026