Apple dikabarkan segera memasuki persaingan smartphone layar lipat dengan memperkenalkan perangkat yang disebut-sebut bernama iPhone Ultra. Produk tersebut diperkirakan akan diperkenalkan pada Rabu (9/9/2026) waktu Indonesia dan menjadi salah satu perangkat paling dinantikan dalam perkembangan lini iPhone.
Jika kabar tersebut terealisasi, kehadiran iPhone lipat akan menjadi langkah besar bagi Apple. Sejak pertama kali memperkenalkan iPhone pada 2007, Apple belum pernah secara resmi menghadirkan perangkat dengan konsep layar yang dapat dilipat. Selama bertahun-tahun, perusahaan lain seperti Samsung dan sejumlah produsen asal China telah lebih dahulu mengembangkan kategori smartphone tersebut.
iPhone Ultra disebut akan membawa layar berukuran 7,76 inci ketika perangkat dibuka. Panel tersebut dikabarkan memiliki resolusi 1.920 x 2.718 piksel, sehingga menawarkan area tampilan yang jauh lebih luas dibandingkan iPhone konvensional.
Ukuran layar yang besar tersebut membuat perangkat berpotensi memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna. Smartphone lipat dapat digunakan seperti ponsel ketika ditutup, tetapi berubah menjadi perangkat dengan layar lebih luas saat dibuka. Konsep tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pengguna yang sering melakukan aktivitas seperti menonton video, membaca dokumen, bermain gim, maupun menjalankan beberapa aplikasi.
Selain layar, sektor kamera juga menjadi salah satu bagian penting dari perangkat tersebut. iPhone Ultra dikabarkan membawa kamera utama 48 MP dengan konfigurasi wide dan ultra wide. Kemampuan kamera menjadi salah satu aspek yang selama ini menjadi perhatian Apple dalam pengembangan iPhone, sehingga sistem kamera pada perangkat lipat tersebut kemungkinan akan menjadi salah satu daya tarik utama.
Dari sisi baterai, iPhone Ultra disebut akan dibekali kapasitas sekitar 5.800 mAh. Kapasitas tersebut tergolong besar jika dibandingkan dengan sejumlah smartphone Apple yang telah beredar. Baterai berkapasitas besar diperlukan untuk mendukung layar yang lebih luas serta kebutuhan daya dari perangkat dengan teknologi baru.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah ketebalan perangkat. iPhone Ultra disebut memiliki ketebalan sekitar 4,5 milimeter ketika dibuka dan sekitar 9,5 milimeter ketika dilipat. Jika angka tersebut benar, Apple akan mengedepankan desain tipis sebagai salah satu keunggulan utama produk.
4
Penggunaan panel layar buatan Samsung juga menjadi informasi yang menarik. Samsung Display diketahui memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan panel OLED untuk perangkat lipat. Dengan menggunakan teknologi panel dari pemasok yang telah berpengalaman, Apple dapat lebih fokus pada integrasi perangkat keras dan perangkat lunak agar pengalaman penggunaan sesuai dengan standar produknya.
Masuknya Apple ke pasar smartphone lipat juga tidak terlepas dari persaingan yang semakin ketat. Samsung telah lama mengembangkan lini perangkat lipat, sementara produsen China seperti Xiaomi dan sejumlah perusahaan lainnya juga semakin agresif menghadirkan smartphone dengan layar fleksibel.
Apple tampaknya tidak ingin tertinggal dalam perkembangan kategori perangkat tersebut. Meski demikian, Apple dikenal cenderung menunggu hingga sebuah teknologi berkembang cukup matang sebelum memasukkannya ke dalam produk utama. Karena itu, apabila iPhone Ultra benar-benar diperkenalkan, pasar akan menantikan bagaimana Apple memberikan pendekatan berbeda dibandingkan produsen smartphone lipat yang telah lebih dahulu hadir.
Namun, harga menjadi salah satu persoalan terbesar. iPhone Ultra dikabarkan akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp37 juta. Harga tersebut menempatkannya di kelas premium dan bahkan berada di atas sejumlah model flagship konvensional.
Harga tinggi sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Apple. Namun, smartphone lipat memiliki tantangan produksi yang lebih kompleks dibandingkan perangkat biasa. Layar fleksibel, engsel, struktur bodi, serta sistem perlindungan layar membutuhkan teknologi dan komponen khusus yang dapat meningkatkan biaya produksi.
Di sisi lain, harga tersebut berpotensi membuat konsumen berpikir lebih panjang sebelum membeli. Konsumen harus mempertimbangkan apakah teknologi layar lipat dan berbagai fitur tambahan yang ditawarkan sebanding dengan selisih harga dibandingkan iPhone flagship biasa.
Persaingan harga juga semakin menarik apabila dibandingkan dengan perangkat lipat dari produsen China. Xiaomi, misalnya, dikabarkan baru menghadirkan Xiaomi 18 Fold dengan harga sekitar Rp28,9 juta. Selisih harga tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan perkiraan harga iPhone Ultra.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa Apple kemungkinan memilih strategi premium untuk masuk ke pasar smartphone lipat. Perusahaan tidak hanya menjual bentuk perangkat baru, tetapi juga mengandalkan ekosistem, merek, perangkat lunak, kamera, serta integrasi dengan produk Apple lainnya sebagai nilai tambah.
Jika benar diluncurkan, iPhone Ultra juga dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan pasar smartphone lipat secara global. Kehadiran Apple berpotensi membuat kategori tersebut semakin dikenal oleh konsumen yang sebelumnya belum tertarik menggunakan perangkat layar lipat.
Pasar juga akan melihat bagaimana respons konsumen terhadap desain dan harga perangkat tersebut. Jika penerimaannya positif, iPhone lipat dapat menjadi lini produk baru yang penting bagi Apple. Sebaliknya, harga yang sangat tinggi dapat menjadi hambatan bagi penetrasi pasar secara lebih luas.
Untuk saat ini, berbagai informasi mengenai iPhone Ultra masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Apple. Spesifikasi, harga, desain, serta ketersediaan perangkat dapat berubah hingga perusahaan memperkenalkannya secara resmi.
Dengan jadwal yang disebut tinggal sehari, perhatian terhadap Apple kini semakin besar. Jika benar iPhone Ultra diperkenalkan pada 9 September 2026, Apple akhirnya akan memasuki arena smartphone lipat setelah hampir dua dekade membangun dan mengembangkan ekosistem iPhone.
Kehadiran perangkat tersebut bukan sekadar peluncuran produk baru, tetapi juga menjadi ujian bagi Apple untuk membuktikan apakah strategi premium dan desain tipis mampu membuat iPhone lipat bersaing dengan perangkat dari Samsung, Xiaomi, dan produsen China lainnya yang telah lebih dahulu menguasai pasar smartphone lipat.