Mengintip Kondisi Interior Hotel Sultan Jakarta Pasca-Eksekusi Lahan

B Bella 20 Sep 2026 3 dilihat 3 menit baca

Babak Baru Pengosongan Hotel Sultan di Kawasan Senayan

Proses pengambilalihan aset negara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) memasuki fase baru. Hotel Sultan, salah satu hotel bintang lima paling legendaris di Jakarta, kini menyajikan pemandangan yang jauh berbeda dari masa kejayaannya. Setelah eksekusi pengosongan lahan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), kondisi fisik bangunan megah ini mulai memperlihatkan tanda-tanda kekosongan yang mendalam.

Langkah tegas ini diambil setelah konflik hukum yang berlarut-larut antara pemerintah Republik Indonesia dan pihak swasta pengelola sebelumnya. Dengan berakhirnya masa berlaku Hak Guna Bangunan (HGB), kawasan strategis seluas lebih dari 13 hektare ini secara resmi kembali ke pangkuan negara. Kini, publik dapat melihat langsung bagaimana sudut-sudut interior hotel yang dulunya mewah dan sibuk berubah menjadi sunyi senyap.

Kondisi Fisik dan Suasana Sunyi di Dalam Hotel Legendaris

Memasuki area lobi utama Hotel Sultan Jakarta, atmosfer megah yang biasa menyambut para tamu kini berganti dengan keheningan. Sejumlah lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit tampak padam, menyisakan pencahayaan minim dari sisa lampu darurat dan sinar matahari yang menerobos jendela kaca besar. Beberapa furnitur kayu jati bernilai tinggi terpantau telah dipindahkan, sementara sebagian lainnya ditutup dengan kain pelindung abu-abu untuk menghindari debu akibat kekosongan bangunan.

Lorong-lorong panjang yang menghubungkan kamar-kamar suite kini terasa dingin tanpa pendingin udara yang aktif secara penuh. Beberapa akses pintu masuk utama telah dipasangi pembatas dan stiker pengumuman resmi dari Kementerian Sekretariat Negara yang menegaskan status kepemilikan tanah di bawah pengawasan negara. Kendati demikian, struktur arsitektur klasik hotel bergaya lokal ini tetap berdiri kokoh, menanti kepastian langkah revitalisasi selanjutnya dari pihak berwenang.

Kronologi Singkat Sengketa Lahan Blok 15 Senayan

Sengketa lahan Blok 15 kawasan GBK ini merupakan salah satu kasus sengketa aset negara terbesar di Indonesia. Konfrontasi hukum bermula ketika masa berlaku HGB Nomor 26/Gelora dan HGB Nomor 27/Gelora yang dipegang oleh PT Indobuildco habis pada Maret dan April tahun 2023 lalu. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tanah tersebut merupakan bagian dari Hak Pengelolaan (HPL) Nomor 1/Gelora atas nama Kementerian Sekretariat Negara c.q. PPKGBK.

Meskipun pihak pengelola sempat mengajukan berbagai upaya hukum mulai dari gugatan perdata hingga tata usaha negara, pengadilan secara konsisten memenangkan posisi pemerintah. Eksekusi pengosongan secara bertahap pun terus berjalan demi memulihkan hak negara atas ruang publik strategis di jantung ibu kota DKI Jakarta.

Rencana Pemanfaatan Lahan oleh Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara telah menyiapkan sejumlah rencana jangka panjang terkait pemanfaatan lahan eks-Hotel Sultan ini. Kawasan ini direncanakan tidak hanya menjadi pusat bisnis semata, melainkan diintegrasikan secara penuh dengan kawasan hijau dan fasilitas olahraga Gelora Bung Karno. Beberapa rencana yang sedang dimatangkan meliputi:

  • Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH): Menambah paru-paru kota di tengah padatnya kawasan bisnis Sudirman-Senayan.
  • Fasilitas Publik Terintegrasi: Menyediakan area pedestrian yang ramah lingkungan serta konektivitas transportasi publik yang lebih baik.
  • Revitalisasi Gedung Pertemuan: Memanfaatkan fasilitas ballroom yang ada untuk kegiatan kenegaraan, sosial, dan olahraga skala internasional.

Langkah penyelamatan aset ini diharapkan menjadi preseden positif bagi penegakan hukum agraria dan penyelamatan aset-aset negara lainnya di seluruh penjuru Indonesia. Publik kini menanti langkah nyata pemerintah dalam menyulap kawasan bersejarah ini menjadi ruang yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
B

Ditulis oleh

Bella

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Kino Indonesia: Mengukuhkan Jejak Lewat Inovasi dan Kualitas Produk

Kino Indonesia: Mengukuhkan Jejak Lewat Inovasi dan Kualitas Produk

Kino Indonesia terus mengukuhkan posisinya di pasar domestik dengan beragam produk berkualitas, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap dampak positif bagi

30 Okt 2026

Dinamika Pasar Komoditas Harga Emas Antam Terkoreksi Rp11.000 ke Level Rp2.559.000 per Gram di Tengah Penyesuaian Tarif Listrik dan Fluktuasi Rupiah

Dinamika Pasar Komoditas Harga Emas Antam Terkoreksi Rp11.000 ke Level Rp2.559.000 per Gram di Tengah Penyesuaian Tarif Listrik dan Fluktuasi Rupiah

JAKARTA, 29 OKTOBER 2026 — Pasar komoditas domestik hari ini mencatatkan pergerakan dinamis seiring penyesuaian indikator-indikator ekonomi makro. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi tipis sebesar Rp11.000 per gram. Penurunan ini menempatkan emas berada di...

29 Okt 2026

Bursa Asia Bersiap Menguat, IPO Anthropic Kembali Bangkitkan Minat Investor terhadap AI

Bursa Asia Bersiap Menguat, IPO Anthropic Kembali Bangkitkan Minat Investor terhadap AI

Bursa saham Asia diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, mengikuti tren positif di Wall Street setelah pengajuan dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Anthropic PBC kembali menarik perhatian investor terhadap industri kecerdasan buatan...

27 Okt 2026

Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Investor Kembali Mencermati Tren AI

Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Investor Kembali Mencermati Tren AI

Harga Bitcoin kembali melemah hingga turun di bawah level US$80.000 pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Pelemahan tersebut terjadi ketika perhatian investor mulai beralih ke kebangkitan saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjelang pengumuman kinerja keuangan sejumlah perusahaan...

27 Okt 2026