Terbaru
Krisis Iklim Jadi Sorotan Dunia, Cuaca Ekstrem Diprediksi Semakin Parah pada 2026 Babak Baru Persidangan Tipikor Kemendikbudristek Jaksa Tuntut Nadiem Makarim Delapan Belas Tahun Penjara Atas Dugaan Korupsi Pengadaan Teknologi Pendidikan Nasional Era Baru Konektivitas Satelit Orbit Rendah Nasional Resmi Beroperasi, Merdeka Sinyal Hingga Pelosok Nusantara Penggelapan Pajak Kolosal Parkir Blok M Square Disegel Setelah Tilap Rp50 Miliar Pendapatan Negara Tren Mobil Hybrid dan Motor Listrik Makin Diminati, Industri Otomotif Indonesia Bergerak ke Era Ramah Lingkungan Tragedi Kriminalitas Jatinangor Menakar Keamanan Lingkungan Kampus Pasca Insiden Penodongan dan Kekerasan Ekstrem Terhadap Mahasiswa Unpad Goyahnya Kursi Downing Street: Keir Starmer dan Ujian Terberat Kepemimpinannya Tuntutan 18 Tahun Penjara dan Rasa Patah Hati Nadiem Makarim Krisis Iklim Jadi Sorotan Dunia, Cuaca Ekstrem Diprediksi Semakin Parah pada 2026 Babak Baru Persidangan Tipikor Kemendikbudristek Jaksa Tuntut Nadiem Makarim Delapan Belas Tahun Penjara Atas Dugaan Korupsi Pengadaan Teknologi Pendidikan Nasional Era Baru Konektivitas Satelit Orbit Rendah Nasional Resmi Beroperasi, Merdeka Sinyal Hingga Pelosok Nusantara Penggelapan Pajak Kolosal Parkir Blok M Square Disegel Setelah Tilap Rp50 Miliar Pendapatan Negara Tren Mobil Hybrid dan Motor Listrik Makin Diminati, Industri Otomotif Indonesia Bergerak ke Era Ramah Lingkungan Tragedi Kriminalitas Jatinangor Menakar Keamanan Lingkungan Kampus Pasca Insiden Penodongan dan Kekerasan Ekstrem Terhadap Mahasiswa Unpad Goyahnya Kursi Downing Street: Keir Starmer dan Ujian Terberat Kepemimpinannya Tuntutan 18 Tahun Penjara dan Rasa Patah Hati Nadiem Makarim

Krisis Iklim Jadi Sorotan Dunia, Cuaca Ekstrem Diprediksi Semakin Parah pada 2026

A Andina 14 Mei 2026 4 dilihat 4 menit baca

Dunia kembali menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim setelah para ilmuwan memperingatkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan semakin meningkat sepanjang tahun 2026. Gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, hingga ancaman El Niño besar kini menjadi perhatian utama berbagai negara. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran global karena dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, olahraga internasional, hingga stabilitas ekonomi dunia.

Laporan terbaru dari Reuters menyebut bahwa kebakaran hutan global telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah selama awal tahun 2026. Para ilmuwan mencatat lebih dari 150 juta hektare lahan terbakar dari Januari hingga April 2026, meningkat sekitar 20 persen dibanding rekor sebelumnya.

Wilayah Afrika dan Asia menjadi kawasan yang paling terdampak. Negara-negara seperti India, Thailand, Myanmar, dan China mengalami peningkatan kebakaran besar akibat kombinasi suhu tinggi dan kekeringan ekstrem. Para ahli memperingatkan kondisi ini masih dapat memburuk dalam beberapa bulan ke depan karena pengaruh fenomena El Niño yang mulai berkembang di Samudra Pasifik.

Fenomena El Niño sendiri menjadi perhatian besar para ilmuwan iklim dunia. Menurut laporan Live Science, suhu permukaan laut global pada April 2026 menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengamatan modern. Badan cuaca Amerika Serikat, NOAA, memperkirakan peluang terbentuknya El Niño mencapai 61 persen pada pertengahan tahun ini. Bahkan terdapat kemungkinan munculnya “super El Niño” yang disebut dapat menjadi salah satu yang terkuat sejak 1998.

Para pakar menjelaskan bahwa El Niño dapat memicu berbagai dampak serius di seluruh dunia, termasuk kekeringan panjang, gagal panen, badai lebih kuat, serta peningkatan suhu global. Jika kondisi terus memburuk, tahun 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah manusia.

Dampak perubahan iklim juga mulai mengganggu dunia olahraga internasional. Penelitian terbaru memperingatkan bahwa suhu ekstrem dapat menjadi ancaman serius bagi penyelenggaraan 2026 FIFA World Cup di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Studi dari World Weather Attribution menyebut sekitar 25 persen pertandingan berpotensi dimainkan dalam kondisi panas berbahaya bagi pemain maupun penonton.

Para ilmuwan menggunakan indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) untuk mengukur risiko panas terhadap tubuh manusia. Jika suhu melewati batas tertentu, pemain dapat mengalami kelelahan berat hingga heatstroke. Penonton di stadion terbuka juga dinilai menghadapi risiko lebih tinggi karena terpapar panas dalam waktu lama.

FIFA disebut telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi seperti jeda minum, fasilitas pendingin, dan kesiapan medis di stadion. Namun, beberapa ahli menilai langkah tersebut mungkin belum cukup jika suhu terus meningkat akibat perubahan iklim global.

Selain berdampak pada olahraga dan lingkungan, perubahan iklim juga mulai memengaruhi sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. Di Inggris, puluhan organisasi olahraga dan pendidikan meminta pemerintah mempertahankan pendanaan olahraga sekolah karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak di tengah perubahan cuaca ekstrem dan gaya hidup kurang aktif.

Sementara itu, generasi muda di berbagai negara juga mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap masa depan lingkungan. Dalam Youth Summit di Australia, isu perubahan iklim menjadi salah satu topik utama yang paling banyak dibahas oleh anak muda selain biaya hidup dan pendidikan. Banyak peserta meminta pemerintah mengambil langkah lebih serius dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global.

Organisasi lingkungan internasional menilai dunia saat ini sedang berada pada fase kritis perubahan iklim. Kenaikan suhu global yang terus terjadi membuat bencana alam menjadi lebih sering dan lebih sulit diprediksi. Gelombang panas ekstrem kini tidak lagi dianggap sebagai kejadian langka, melainkan mulai menjadi ancaman rutin di berbagai negara.

Para ilmuwan juga mengingatkan bahwa perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman ekonomi dan sosial. Kebakaran hutan, kekeringan, serta cuaca ekstrem dapat memengaruhi produksi pangan, harga kebutuhan pokok, kesehatan masyarakat, hingga stabilitas ekonomi global. Negara berkembang diperkirakan menjadi wilayah yang paling rentan menghadapi dampak tersebut.

Meski berbagai negara mulai mempercepat penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon, para ahli menilai langkah global saat ini masih belum cukup untuk menahan laju pemanasan bumi. Karena itu, kerja sama internasional dianggap menjadi faktor penting dalam menghadapi krisis iklim yang semakin nyata.

Perkembangan situasi sepanjang 2026 kini terus dipantau para ilmuwan dan organisasi cuaca dunia. Banyak pihak berharap pemerintah global dapat mengambil tindakan lebih cepat sebelum dampak perubahan iklim menjadi semakin sulit dikendalikan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Andina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Penggelapan Pajak Kolosal Parkir Blok M Square Disegel Setelah Tilap Rp50 Miliar Pendapatan Negara

Penggelapan Pajak Kolosal Parkir Blok M Square Disegel Setelah Tilap Rp50 Miliar Pendapatan Negara

JAKARTA – Pemandangan berbeda terlihat di salah satu pusat perbelanjaan paling ikonik di Jakarta Selatan, Blok M Square. Gerbang masuk parkir yang biasanya riuh oleh antrean kendaraan kini nampak lengang dan tertutup rapat. Sebuah stiker besar berwarna mencolok menempel di...

14 Mei 2026

Tragedi Kriminalitas Jatinangor Menakar Keamanan Lingkungan Kampus Pasca Insiden Penodongan dan Kekerasan Ekstrem Terhadap Mahasiswa Unpad

Tragedi Kriminalitas Jatinangor Menakar Keamanan Lingkungan Kampus Pasca Insiden Penodongan dan Kekerasan Ekstrem Terhadap Mahasiswa Unpad

Insiden kriminalitas yang sangat mengerikan baru-baru ini melanda kawasan pendidikan Jatinangor, di mana seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran menjadi korban penodongan brutal yang berujung pada tindakan kekerasan fisik yang sangat tidak manusiawi hingga melibatkan upaya pelindasan menggunakan sepeda motor oleh para...

14 Mei 2026

Goyahnya Kursi Downing Street: Keir Starmer dan Ujian Terberat Kepemimpinannya

Goyahnya Kursi Downing Street: Keir Starmer dan Ujian Terberat Kepemimpinannya

Beberapa bulan lalu, ketika Partai Buruh memenangkan pemilu dan Keir Starmer resmi masuk ke 10 Downing Street, banyak orang percaya Inggris akhirnya memasuki babak politik yang lebih stabil. Setelah bertahun-tahun diwarnai pergantian pemimpin, gejolak Brexit, dan tekanan ekonomi, Starmer dipandang...

14 Mei 2026

Tuntutan 18 Tahun Penjara dan Rasa Patah Hati Nadiem Makarim

Tuntutan 18 Tahun Penjara dan Rasa Patah Hati Nadiem Makarim

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik setelah Jaksa Penuntut Umum menuntut hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) periode 2020–2022. Kasus tersebut menjadi salah satu...

14 Mei 2026