Maung Bandung Cetak Hattrick Juara yang Tak Pernah Ada Sebelumnya

N Nair 23 Mei 2026 7 dilihat 4 menit baca

BANDUNG, 23 Mei 2026 — Sejarah hari ini ditulis ulang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Persib Bandung secara resmi mengunci gelar juara Super League 2025–2026, menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi profesional sepak bola Indonesia yang berhasil meraih tiga gelar juara secara berturut-turut.

Satu Imbang, Selamanya Tercatat dalam Sejarah

Pertandingan pekan ke-34 antara Persib Bandung kontra Persijap Jepara berakhir tanpa gol, 0–0. Namun bagi puluhan ribu Bobotoh yang memadati GBLA sore itu, angka tersebut terasa seperti kemenangan terbesar yang pernah mereka saksikan. Hasil imbang sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan pasukan Bojan Hodak meraih trofi juara musim ini dengan total 79 poin.

Sementara itu di Kalimantan, Borneo FC mengamuk dengan kemenangan telak 7–1 atas Malut United — sebuah hasil yang ternyata tidak mampu mengubah apapun. Dengan poin akhir yang sama, 79 poin, keunggulan head-to-head Persib atas Borneo FC menjadi penentu — dan mahkota itu tetap berada di Bandung.

Kami bermain untuk sejarah hari ini. Tidak ada kata lain selain bangga luar biasa terhadap para pemain, staf, dan tentu saja Bobotoh yang selalu ada.

— Bojan Hodak, Pelatih Kepala Persib Bandung

Dominasi yang Bukan Kebetulan

Gelar juara musim ini adalah yang ketiga secara beruntun bagi Persib Bandung. Sebelumnya, Maung Bandung telah mengangkat trofi Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025 dengan dominasi yang meyakinkan. Tiga gelar berturut-turut ini menempatkan Persib di kelas tersendiri dalam sejarah sepak bola profesional Indonesia — sebuah prestasi yang belum pernah diraih klub lain.

Di musim 2025-2026, Persib memang tidak berjalan mulus sepanjang waktu. Tekanan dari Borneo FC yang terus membayangi membuat race gelar terasa mencekam hingga akhir pekan terakhir. Namun ketangguhan tim, ditambah kemenangan dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Stadion BJ Habibie pada pekan ke-33 — berkat gol Thom Haye dan Julio Cesar — menjadi fondasi yang akhirnya mengantarkan mereka ke puncak.

79 Poin Akhir

3× Juara Beruntun

34 Pekan Dimainkan

#1 Sejarah Indonesia

Persib dan Kota Bandung: Lebih dari Sekadar Klub

Di Bandung, Persib bukan sekadar tim sepak bola. Ia adalah identitas. Jutaan Bobotoh di seluruh Jawa Barat — dan bahkan di penjuru Indonesia — menjadikan Persib sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan. Setiap kemenangan Maung Bandung adalah kemenangan kolektif yang dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari warung kopi hingga gedung-gedung kantoran.

Gelar hattrick ini bukan hanya milik 11 pemain di lapangan, bukan hanya milik pelatih Bojan Hodak yang dengan cermat meracik strategi — ini adalah milik seluruh komunitas yang telah menjaga api semangat biru selama puluhan tahun.


Apa Artinya Hattrick Ini bagi Sepak Bola Indonesia?

Dalam konteks yang lebih luas, dominasi Persib Bandung membawa diskusi penting tentang professionalisme dan standar kompetisi di Liga Indonesia. Persib membuktikan bahwa konsistensi jangka panjang — bukan sekadar flash musiman — adalah kunci kejayaan sejati. Model pengelolaan klub yang solid, investasi pada pemain berkualitas, dan pelatih berpengalaman seperti Bojan Hodak menjadi blueprint yang bisa dipelajari oleh klub-klub lain.

Gelar ketiga berturut-turut ini juga diharapkan bisa memperkuat posisi Persib dalam kompetisi Asia, di mana Maung Bandung juga telah menunjukkan kemampuannya di ajang AFC Champions League Two musim ini.

Tiga gelar berturut-turut ini bukan hanya untuk kami — ini untuk seluruh Jawa Barat, seluruh Indonesia. Maung tidak akan pernah berhenti lapar.

— Kapten Persib Bandung

Perjalanan yang Tidak Pernah Mudah

Musim 2025–2026 diwarnai berbagai cobaan. Persib sempat kehilangan momentum di pertengahan musim setelah hasil imbang dengan Arema FC membuat tekanan dari Borneo FC semakin intens. Pelatih Bojan Hodak juga sempat absen mendampingi tim di beberapa laga krusial. Namun soliditas skuad dan mental juara yang sudah tertanam dalam tiga musim terakhir terbukti tak tergoyahkan.

Kemenangan 3-0 atas Persik Kediri, kemenangan dramatis atas PSM, dan akhirnya hasil imbang yang menjadi emas di laga terakhir melawan Persijap — semua rangkaian itu merajut sebuah epik yang akan diceritakan generasi ke generasi di tanah Pasundan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait