4,8 Juta Pelanggan PLN Masih Alami Gangguan Listrik di Sumatra

H Herman 23 Mei 2026 21 dilihat 3 menit baca

PT PLN (Persero) melaporkan bahwa hingga Sabtu (23 Mei 2026) pagi, masih ada sekitar 4,8 juta pelanggan di wilayah Sumatra yang mengalami gangguan pasokan listrik. Pemadaman massal ini bermula sejak Jumat (22 Mei 2026) malam akibat gangguan pada sistem transmisi kelistrikan interkoneksi Sumatra.

Menurut data resmi PLN, gangguan utama terjadi pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV di wilayah Jambi, tepatnya pada jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai. Gangguan ini menyebabkan sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah, memicu blackout secara berantai di berbagai provinsi. Wilayah yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara termasuk Medan, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan. Total pelanggan yang sempat terdampak mencapai lebih dari 13 juta jiwa, dengan pemulihan dilakukan secara bertahap. Hingga pagi ini, baru sekitar 8,35 juta pelanggan yang berhasil dipulihkan, sementara sisanya yang mencapai 4,8 juta pelanggan masih belum mendapatkan aliran listrik normal.

Gangguan listrik massal ini sangat berdampak luas terhadap masyarakat Sumatra. Di Medan, ribuan rumah tangga, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan terpaksa mengandalkan genset darurat. Beberapa rumah sakit mengalami kendala operasional meskipun masih memiliki cadangan listrik. Di Sumatera Barat, aktivitas perdagangan di pasar tradisional lumpuh total. Pedagang seperti Ibu Siti (45), warga Padang, mengeluh bahwa dagangannya yang memerlukan pendingin rusak semua, sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar. Sektor industri dan perkantoran juga terdampak parah. Beberapa pabrik di Riau terpaksa menghentikan produksi, yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah. Lalu lintas di berbagai kota besar menjadi kacau karena lampu lalu lintas padam, sehingga petugas polisi harus mengatur lalu lintas secara manual.

PLN menyebutkan bahwa penyebab utama gangguan adalah cuaca buruk berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang serta gangguan isolator pada tiang transmisi. Kejadian ini bukan kali pertama terjadi di Sumatra. Kasus serupa pernah muncul di tahun-tahun sebelumnya, sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai ketahanan infrastruktur kelistrikan di pulau yang sebenarnya kaya akan sumber daya energi ini. Pakar kelistrikan dari Universitas Indonesia, Dr. Ir. Rinaldy Dalimi, menilai bahwa sistem interkoneksi Sumatra masih sangat rentan. Menurutnya, jaringan transmisi yang sangat panjang lebih dari 20.000 kilometer sirkuit membuat satu titik gangguan dapat memicu efek domino jika sistem redundansi belum optimal.

PLN terus berupaya melakukan pemulihan dan menjamin proses ini akan dilakukan hingga seluruh pelanggan kembali normal dalam waktu dekat. Lebih dari seribu personel teknis dikerahkan bekerja 24 jam penuh. Saat ini 157 dari 176 gardu induk telah kembali beroperasi, dan pemulihan daya sudah mencapai 3.192 MW dari total 5.334 MW yang sempat hilang. Perusahaan juga akan memberikan kompensasi sesuai regulasi bagi pelanggan yang terdampak berupa pengurangan tagihan listrik. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menggunakan listrik secara bijak setelah pasokan kembali normal. PLN juga telah membuka posko pengaduan di setiap unit induk distribusi untuk melayani keluhan pelanggan.

Kejadian ini kembali menekankan pentingnya pelajaran ke depan bagi pemerintah dan PLN. Investasi besar-besaran pada infrastruktur kelistrikan nasional mutlak diperlukan, termasuk percepatan diversifikasi sumber energi dan peningkatan teknologi smart grid agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Hingga berita ini ditulis, proses pemulihan masih terus berlangsung di beberapa daerah terpencil. Masyarakat Sumatra diharapkan tetap tenang dan mendukung kerja petugas PLN yang sedang bertugas di lapangan.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Open Trip Gunung Dukono Berujung Maut, Polisi Tetapkan Pemandu Pendakian Jadi Tersangka

Open Trip Gunung Dukono Berujung Maut, Polisi Tetapkan Pemandu Pendakian Jadi Tersangka

Kepolisian Resor Halmahera Utara resmi menetapkan Muh Reza Selang alias Anak Esa sebagai tersangka dalam kasus tragedi erupsi Gunung Dukono yang menewaskan tiga pendaki pada awal Mei 2026. Reza diketahui merupakan penyedia layanan open trip sekaligus pemandu rombongan pendaki yang...

23 Mei 2026

Isu Manusia Berkedok Pocong Mengetuk Rumah Warga di Beberapa Kawasan, Diduga Hendak Beraksi Kriminal Sambil Membawa Senjata Tajam

Isu Manusia Berkedok Pocong Mengetuk Rumah Warga di Beberapa Kawasan, Diduga Hendak Beraksi Kriminal Sambil Membawa Senjata Tajam

JAKARTA TIMUR — Keresahan mendalam tengah melanda warga di beberapa kawasan permukiman di Jakarta Timur selama sepekan terakhir. Kegemparan ini dipicu oleh munculnya isu mengenai sosok berbalut kain putih menyerupai pocong yang dilaporkan kerap berkeliaran di lingkungan permukiman padat penduduk...

23 Mei 2026

Fenomena Langka Parade Lima Planet Sejajar di Langit Fajar Dapat Disaksikan Secara Langsung Tanpa Alat Bantu Sepanjang Pekan Ini

Fenomena Langka Parade Lima Planet Sejajar di Langit Fajar Dapat Disaksikan Secara Langsung Tanpa Alat Bantu Sepanjang Pekan Ini

JAKARTA - Para pencinta astronomi dan masyarakat luas disuguhkan oleh pemandangan kosmos yang menakjubkan setelah fenomena langka berupa konjungsi sejajar lima planet secara serentak mulai menghiasi langit subuh di seluruh wilayah Indonesia. Peristiwa alam yang dikenal di dunia sains dengan...

23 Mei 2026

Pantura Terancam Tenggelam, Kabar Tanggul Raksasa Menguap Begitu Saja?

Pantura Terancam Tenggelam, Kabar Tanggul Raksasa Menguap Begitu Saja?

Banjir rob makin parah, rumah makin dekat ke permukaan laut, tapi proyek perlindungan pantai utara Jawa seolah jalan di tempat. Ada apa sebenarnya? Warga Pluit, Demak, dan Pekalongan sudah tahu rasanya: pagi hari bangun tidur, lantai rumah sudah digenangi air...

23 Mei 2026